Deg.
''ti-tidak ... Tidak mungkin!!!!"
Tes.
tes.
perlahan hujan mulai turun membasahi tanah yang bersimbah darah.
"B-bohong ... "
"Nona tenangkan dirimu!!!!" Sujud pelayannya dengan begitu pilu.
"Hah ... hahahaha" Dia tertawa pilu.
Dia berjalan perlahan menghampiri mayat yang mati dengan menganaskan.
Grebbb.
Dia memeluknya dengan erat.
Tes.
Air matanya jatuh bersama hujan.
"Kau berjanji akan bersamaku saat aku pulang ... Kau bilang kita akan menikah dimusim semi ...
Kau bilang akan menjaga keluargaku ...
Kau bilang biarkan aku pergi dengan sesuka hati ...
tapi itu semua ... bohong"
Jdarrr!!!
petir menyambar dengan keras seolah langit menangis mendengar keluhan pilunya.
"Adik ... " Dia merangkak menggapai jasad adiknya yang cantik, namun terlihat pucat. Adiknya mati dengan diracuni.
Tes.
"Kejamnya mereka, mereka bahkan tidak membiarkan adikku tenang setelah kematiannya"
ucapnya pilu menatap tubuh adiknya penuh bekas bajingan.
"Ibu ... "Perlahan dia menghampiri sosok wanita yang bahkan tubuhnya sudah tidak berbentuk lagi.
Jdar!!!
Tap.
"Ran ... " Yah sosok yang menangisi keluarganya itu adalah Ran, Seorang kultivator yang dikagumi semua orang. Akibat kekuatannya yang terlalu kuat membuat kerajaan menjadi takut walau kekuarganya sudah bersumpah setia.
''Lin, Kau ... "
Sringg.
Ranran menganyunkan pedangnya dileher Linkan. sedikit lagi saja kepalanya akan terpenggal.
"Aku tidak tahu ini sama sekali!!!!" ucapnya dengan tajam.
Srett.
"Aku pergi kemedan perang untuk kerajaan ini, mengalahkan musuh-musuh dengan berani. Tapi ini hadiah untukku?" Ranran bangkit dan melangkahkan kakinya.
"Kau memang keturunan mereka, tapi kau bukan mereka ..." ucao Ranran pilu menatap Linkan.
Srett.
syuttt.
Tes.
darah menetes dari tangan Linkan, dia memotong rambutnya yang indah dan menatap Ranran dengan yakin.
"Hidupku adalah milikmu sejak kau menyelamatkanku dari mereka yang haus akan kekuasaan."
Smrik.
"Dunia ini bahkan sudah lupa, bahwa yang menakutkan adalag seseorang yang hebat tanpa kelemahan, karna mereka aku sudah kehilangan kelemahanku. Jadi buat apa aku menahan diri?"
"No-na-''
Crasss
Kepala pelayan itu terjatuh ketanah, darah segar mengalir ditanah.
Stuttt.
Brakkk.
Styrrr
Ranran menendang mayat itu hingga membuntur dinding. Tubuhnya hancur dan terbakar oleh api dewa Ranran.
Tap.
"Keluargaku mati, tapi kau hidup? pengkhianatan tidak pernah kumaafkan" ucap Ranran menginjak api itu dengan kasar. Api itu padam dan terlihat tubuh pelayan itu sudah menghitam.
"¥€£¢£€£¢"
Ranran merapalkan sebuah matra dan dahinya mulai membentuk sebuah garis merah, matanya yang indah mulai berubah merah. Suara aungan hewan buas mulai berkecamuk.
Jdarrr.
Syuttt.
langit yang turun hujan mulai berhenti, namun langit semakin terlihat gelap, awan-awan mulai berkumpul membuat pusaran dan dari pusaran itu keluarlah makhluk yang menggemparkan seluruh dunia.
"Huahhhk" Seorang kultivator abadi yang sedang bertapa merasakan hawa mengerikan hingga muntah darah.
JADARRR.
Tungku Alchamist yang tiada tanding pecah. Ras Iblis yang kejam merasa ketakutan.
Syuttt.
Raja iblis yang tidak bisa mati bersujud dengan patuh. Hewan buas dihutan terlarang bermaung menyaksikan makhluk yang keluar itu. Ras peri yang selalu berada disisi keadilan mulai menyayikan lagu perdamaian.
teng,teng,teng.
Deg.
Paus kuil suci yang selalu berdoa membuka mata.
Cring.
Krak.
Brakkk.
Patung dewi cahaya kehidupan hancur lebur..
Dunia kultivator berguncang hebat. Ranran yang berpakaiaan perang mulai berubah.
"DEWA RAS TERTINGGI!!! AKU MENUNTUTMU!!! AKU AKAN MENGHANCURKAN DUNIA INI!!!"
dari matanya keluarlah darah yang menyakiti seluruh hidupnya.
"KUTUMBALKAN PELAYAN INI UNTUK KEHANCURAN KERAJAAN MARNAMI"
Arghhhhhg!!!!
Naga itu mengaung dengan keras, terlihat tidak senang diperintah.
''Manusia lemah, siapa dirimu memerintahku!!!" ucap Naga itu dengan mendekati Ranran.
"dunia bergetar mendengar namaku, langit hancur karna napasku, Alam semesta memujaku, seluruh makhluk tunduk padaku, Aku selalu datang diselih kehidupan. Merapalkan kata suci, membangun kedamaian. aku tidak bisa mati ... AKU DEWI KEHIDUPAN YANG MERAPALKAN KEADILAN!!!!"
"DUNIA INI SUDAH TIDAK ADA GUNANYA, MAKA KALIAN HARUS HANCUR. BAHKAN JIKA AKU DIHUKUM SEMESTA, AKU RANRAN PERWUJUDAN DEWI KEHIDUPAN AKAN MEMBALAS SEGALANYA!!!"
Sosok Ranran menggetarkan dunia itu, tanah mulai retak, gunung berapi meletus, hewan-hewan menjadi liar. Pintu ras iblis mulai terbuka. Dunia kultivator diguncang musibah. Dari wajahnya terlihat dewi kehidupan
"Hah ... hahahah" Naga itu tertawa dengan keras.
"Dunia? Manusia lemah sepertimu tidak akan sanggup memanggil dewi kehidupan?!!!" Naga itu berucap dengan angkuh.
"Apa kau yakin? memanggil? bagaimana kalau dewi itu adalah aku sendiri?"
"Kau!!!"
Jdarrr.
Jdarrr.
"£¢¥€£¥¢£€"
Langit semakin gelap hingga tidak ada yang dapat melihat.
Tringg.
Tringg.
Perlahan sebuah cahaya mulai keluar dari tubuh Ranran dan disaat itu dunia terlihat menakutkan, darah ada dimana-mana. Seluruh ras menghabisi satu sama lain.
ARGHHHHH.
"DEWI KEHIDUPAN AMPUNI AKU!!!!"
Teriak naga itu karna rantai api neraka menyeretnya.
"Mengamuklah, hancurkan mereka ... "ucap Ranran.
"ARGHHH, AKAN KUMUSNAHKAN DUNIA INI!!!" Naga itu pergi dengan kekuatan dasyat.
Plakk.
Sebuah tamparan mendarat dipipinya.
"Ranran apa yang kau lakukan!!!" ucap Linkan memegang bahu Ranran.
"Linkan, kau tidak perlu tahu," Ranran tersenyum dan memukul teguk Linkan membuatnya tidak sadarkan diri.
Syuttt.
Dengan cepat dia berada dikerajaan.
Cpalkk.
Ranran tersenyum melihat kerajaan itu hancur dengan darah berceceran.
"Ranran ..." seseorang menghampiri Ranran dengan terburu-buru.
"Aku mohon ampuni aku!!!" ucapnya memeluk kaki Ranran. Ranran menatapnya dengan dingin, pria ini adalah kaisar, sekaligus pembunuh keluarganya.
"Tidak, yang mulia yang mulia ratu mohon ampuni hamba. Hamba tahu salah!!!" ucapnya bersujud dihadapan Ranran.
Dhukkk.
Jrettt.
Ranran menginjak kepalanya dengan keras.
"Kaparat kau!!! Aku sudah memohon padamu!!!" ucapnya dengan penuh amarah.
Ranran tersenyum menyeringai.
"Apa yang kalian lakukan!!!! cepat bunuh dia!!!"
"Baik yang mu-"
Crasss.
Kepala mereka sudah terjatuh bahkan sebelum Ranran melirik mereka.
"Hihhhh, ampuni aku ... ampuni aku, aku tahu salah!!!" ucapnya dengan ketakutan.
Syuttt.
"Ahkkkkk!!!"
Abbi berwarna hitam membakarnya dengan ganas. Ranran berbalik dan melompat naik keatas naga yang menyemburkan api.
"Dunia ini sudah hancur ... kau sudah bisa pergi Ranran." ucapnya dengan sedih
Perlahan keluar sebuah sosok wanita yang terlihat sangat lembut. dia berubah menjadi cahaya dengan senyuman yang merekah diwajahnya.
Naga itu terbang kembali ketempat awal dia dipanggil. Naga itu menjatuh Ranran tepat didekat Linkan.
Syutt.
"Manusia lemah, namun mengapa kau mengasihani mereka?"tanya naga itu sebelum pergi.
"Itulah kehidupan, perbuatan baik akan datang. dan buruk akan membalas, dia membakar seluruh kebaikannya dan hanya menyisahkan untuk dirinya menuju akhirat tanpa memikirkan akan kemana dia akhirnya ... apa kau tau Naga? dia menyelamatkan nyawa banyak orang, tapi mereka semua lupa akan kebaikannya, dia hidup dengan nasib yang nas."
"Dewi kehidupan, aku tau kau mencintainya dan akan membawanya" ucap naga itu pergi dan menghilang.
Dewi kehidupan tersenyum dan dia ikut menghilang, namun samar-samar terlihat dia menggandeng Ranran pergi dari dunia itu.
Nyiyyyttt.
Linkan membuka matanya, namun pemandangab didepannya membuatnya kehilangan harapan. dunia kultivator dataran Shyang zjih telah hancur dan tersisa iya sendiri didunia ini. Dia menatap kesamping melihat Ranran yang telah pergi dengan senyuman. Perlahan tubuh Ranran memulai menghilang menjadi kupu-kupu.
"t-tidak!!!!" ucap Linkan berusaha menggapai, namun semuanya hilang dan pergi.
Tes.
"Kenapa? Kenapa hanya aku??"ucapnya pilu
"Inilah kehidupan. Buatlah dunia dimana engkau bisa hidup bahagia ... takdirmu tidak bisa kau hapus," entah suara dari mana itu Linkan hanya diam membisu. Dia menyimpan segala memorinya dan berharap akan ada kehidupan dia bisa melihat Ranran lagi.
Tamat
by:teman kecil....