"Nama kita masih terukir jelas disini, kau memintaku tuk tetap menjaganya. Lihatlah aku disini selalu
menjaga saksi bisu persahabatan kita, Tapi mengapa kau tak pernah datang lagi bukankah ini sudah tahun ke 6?? kau berjanji di tahun ke 5 kau kan pulang dan menemuiku disini,. Ternyata itu hanya anganku saja, kau tak pernah datang dan mungkin kau tlah melupakanku yang hanya butiran debu di matamu" lirih kiara
Dia adalah kiara anstasya seorang gadis yang sedang duduk di bawah pohon akasia yang begitu rimbun, dan di suguhi pemandangan yang menyejukan mata, Bagaimana tidak dari tempatnya duduk kiara bisa melihat pegunungan yang begitu indah dan bila menoleh kebelakang dia melihat suasana rumah padat penduduk yang bila malam hari di terangi lampu lampu yang nampak seperti bintang di malam gelap,
Kiara masih setia duduk disana meskipun hari sudah mulai gelap"sebentar lagi" pikirnya. Dia selalu datang kesini setiap wekend atau saat hatinya butuh tuk di hibur, seakan ada magnet yang selalu menariknya tuk selalu ke tempat kenangan itu dan enggan tuk beranjak dari sana. Dia selalu memutar mutar kenangan indah yang ia lalui bersama Aksan sahabat dari kecilnya hingga ia harus berpisah 6 tahun lalu. Dan kiara masih berharap aksan kan datang menemuinya lagi seperti janji nya dulu.
**
Flashback on
"gak kerasa ya pohonnya udah segede gini, padahal dulu waktu kita tanem masih seuprit.." ucap aksan sambil merebahkan badannya di bawah pohon
"itu karna kita merawatnya dengan baik,," jawab kiara sambil duduk d samping aksan
"ya...ya...." imbuh aksan sambil memejamkan mata "bagaimana kalau kita menulis nama kita di pohon ini?" imbuh nya lagi
"untuk apa??"
"untuk bukti kepemilikan kita dan bukti persahabatan kita" jawab aksan enteng sambil mengeluarkan kater dari tasnya
"terserah kau sajalah"
Aksan membuat bentuk Love ❤️ dan menulis A&K di dalamnya sebagai inisial nama mereka.
"Bagus gak?"
"no komen" jawab kiara mengacungkan jempol dan menyuguhkan senyum termanisnya
"Dijaga ya,, jangan sampe pohonnya mati"
"kan kita jaga bareng bareng San, .." jawab kiara
Aksan hanya terdiam, tampak seperti memikirkan sesuatu tapi sulit tuk mengutarakannya.
"kok diam kenapa??? ada yang salah ya " tanya kiara
"enggak kok,,, kalau aku gak ada kamu masih menjaganya kan??" tanya aksan balik
"emang kenapa kok nanyanya gitu sich?? so pasti aku kan menjaganya dengan atau pun tanpa mu"
aksan langsung memeluk kiara "terima kasih"
kiara yang di peluk secara tiba tiba sangat kaget apa lagi aksan memeluknya begitu erat.
"aku gak bisa napas coy" ucap kiara dengan terengah, aksanpun melonggarkan pelukannya
" maaf aku kesenengan "
"seneng banget yach?" goda kiara
" seneng banget,,banget....bangetnya pake seribu kali malah" jawab aksan kegirangan.
mereka selalu menghabiskan waktu berdua disana bisa sampai berjam jam sambil membincangkan hal hal aneh dari panjang kali lebar sampai hal hal kecil. Kalau orang yang lihat mereka lebih cocok di bilang pacaran terlihat sangat serasi. Tapi mereka selalu membantah "Kami sahabatan" selalu itu yang mereka jawab .
"selfi yu kia mumpung background nya bagus banget!!" ajak aksan sambil menyalakan kamera hp miliknya dan di jawab anggukan oleh kiara.
Mereka berselfi ria berlatarkan pemandangan senja yang indah dengan bebagai gaya narsis keduanya. "aku posting di medsos ya, ,, aku kirim ke no kamu juga" tutur aksan sambil mengotak ngatik hp nya.
"dan yang ini ku pakai jadi walpaper" aksan menunjuk poto dia yang sedang merangkul kiara dan kiara membentuk luv dengan jarinya dan mereka memamerkan senyum temanisnya. "selesai" pungkas nya lagi.
Melihat aksan yang begitu bahagia kiara hanya tersenyum geleng geleng kepala, "udah mo magrib pulang yu !!!! entar ibu sama bapa nyariin" ajak kiara takut orangtuanya khawatir
"sebentar lagi ya,,, aku ingin liat suasana malam dari sini terakhir kali nya.. aku udah izin sama paman kok kamu gak usah khawatir.." tutur aksan dengan mimik sedihnya. wajah bahagianya berubah seketika.
"owh ya udah" jawab kiara enteng
" Apa.... terakhir kalinya??? maksud kamu apaan???" teriak kiara kemudian setelah beberapa saat ia baru ngeh dengan ucapa aksan
"sebenarnya ma...lam... ini aku akan pergi ke London.." tutur aksan dengan ragu ragu
"kau....." potong kiara,
"aku pindah kesana papah ada tugas kerja kesana otomatis aku dan mamah juga ikut.." lanjut aksan tanpa memberi waktu kiara tuk melanjutkan kata katanya
" jadi semua ini salam perpisahan dari mu??? hiks...hiks...." kiara mulai menangis sejadi jadinya
Aksan memeluk kiara, dia pun sebenarnya tak ingin berpisah dengan kiara tapi takdir berkata lain. "jangan menangis.... kita kan masih bisa teleponan kita masih berhubungan, lagian aku juga bakal kembali lagi kesini setelah kuliahku selesai" tutur aksan
"benar kau akan kembali ya???" tanya kiara memastikan sambil menghapus air matanya
" iya akukan kembali 5 tahun lagi,, jagalah dirimu baik baik" jelas aksan memeluk kiara lagi dan mengecup dahi kiara. Lalu berpindah mencium bibir kiara cukup lama, kiara yang kaget di cium tanpa aba aba hanya mematung tanpa penolakan.
"kau ini apa apaan??? kenapa mencium bibirku?" ucap kiara sambil memegang bibirnya setelah aksan melepas ciumannya
"emangnya kenapa?? anggap saja hadiah perpisahan kita" tutur aksan kemudian
" tapi ini first kiss ku,,, kau mencurinya.."
"o.... ya. !!!!" aksan pura pura kaget "itu juga first kiss ku,,, jadu impas kan gak usah lebay gitu"
"karepmu lah..." jawab kiara, yang sadar bila berdebat dengan aksan tak pernah menang."harusnya ciuman pertamaku buat suamiku bukan buat sahabat" gumam kiara yang hampir tak terdengar.
"kau bicara sesuatu?? aku tak mendengar nya?" tanya aksan
"tidak" jawab kiara singkat. dan tanpa sepengetahuan kiara aksan tersenyum sendiri penuh arti sebenarnya dia memang mendengar omelan kiara
"Pakai ini ya ,,, jangan pernah di lepaskan" tutur aksan sambil memakaikan liontin di leher kiara "didalamnya ada foto aku,, kamu juga simpan poto kamu di sana.." sambung aksan
" terima kasih,, aku tak akan melepaskannya" ucap kiara sambil memegang bandul liontin yang
terpasang di lehernya.
Tak terasa sudah pukul 07.00 malam, Hp aksan berdering tanda pesan masuk
"sudah malam,, kita pulang yuk, pesawat ku terbang dua jam lagi mamah sudah menunggu di depan rumahmu" ucap aksan setelah membaca sms dari mamanya. kiara hanya mengangguk dan mengikuti aksan menaiki sepeda motor matic milik kiara. Sepanjang jalan mereke terdiam membisu menyelami pikiran masing masing yang tak ingin berpisah satu sama lain, kiara memeluk erat pinggang aksan sambil meneteskan air mata dan aksan memegang tangan kiara dengan tangan kirinya karena sebelahnya memegang gas mtor.
Sesampai di depan rumah kiara tampak sebuah mobil sudah menunggu mereka, aksan langsung turun dari motor.
"cepat nak nanti kita telat..." ucap seseorang dari dalam mobil
" iya mah sebentar" jawab aksan dan langsung memeluk kiara tuk terakhir kalinya "jaga diri baik baik ya,, aku pasti kan merindukan mu.."
kiara membalas pelukan aksan " iya,, kamu juga jaga diri baik baik jangan lupa hubungi aku,,, aku juga kan merindukanmu"
setelah beberapa saat aksan melepas pelukan nya dan masuk ke dalam mobil sambil melambaikan tangan pada kiara, sampai mobil itu melaju masih tampak jelas aksan melambai lambaikan tangan nya dan di balas pula oleh kiara " hati hati....." teriak kiara saat mobil tersebut mulai menghilang.
Semenjak hari itu aksan dan kiara masih tetap berhubungan lewat udara dan medsos pula tentunya. Namun 1 tahun kemudian semua berubah aksan hilang bak di telan bumi tak ada kabar, no hpnya tak bisa di hubungi media sosialnya pun tak ada yang aktip. Kiara begitu terpukul dan sedih yang bekepanjangan sahabatnya hilang tak ada kabar entah kemana. Tapi dia teringat kata kata aksan waktu itu bahwa ia kan kembali 5 tahun lagi membuatnya sedikit optimis dan meyakinkan dirinya bahwa aksan pasti kembali.
flashback of
kiara masih setia termenung di sana menikmati decitan suara burung dan hembusan sepoy sepoy angin yang menyejukan tubuhnya, tak terasa buliran bening meleleh dari netranya yang indah membasahi pipinya
"Aksan kapankah kau kan kembali? Aku sangat merindukanmu, seseorang yang telah mencuri ciuman pertamaku seseorang yang bahkan tlah mencuri hatiku. tidak kah kau rindu padaku? Tahu kah kamu aku sangat menyayangimu, sayangku padamu melebihi sayangku pada seorang sahabat, Aku menyayangimu sebagai seorang wanita pada sang pujaan hatinya. Aksan aku mencintaimu,,,... sangat ... sangat.... mencintai mu.
Aku mencintaimu sahabatku .... cinta pertamaku.. KEMBALILAH...." lirih kiasa sembari berdoa berharap harapannya tak kan pernah pupus.
KU KAN SELALU MENUNGGUMU DI BAWAH POHON AKASIA INI,,, POHON YANG PENUH DENGAN KENANGAN *****