Hari ini adalah hari minggu hari yang selalu aku tunggu selama setengah tahun ini aku memiliki kebiasaan baru yaitu pergi ke toko buku harapan di jam 10 siang selalu ada seseorang yang aku tunggu bukan teman apalagi pacar dia adalah obsesi baruku, aku adalah indriana aku seorang guru SMA umurku sudah 25 tahun
aku melihat dia setengah tahun yang lalu saat aku mengantar teman untuk mencari buku untuk diskripsi nya di kampus, dia memiliki mata yang jernih tubuh yang tegap dan juga badan yang ideal aku yakin tidak akan ada wanita yang menolak kharismanya.
Aku melajukan motor metik kesayanganku di jalanan kota yang cukup padat, tapi hari ini cukup sial karena terdapat kecelakaan yang menyebabkan kemacetan aku terus melihat ke arah jam tanganku karena takut tidak bisa melihatnya hari ini karena dia hanya datang di hari minggu dan anehnya selalu di jam yang sama
aku pernah datang ke toko buku harapan di hari lain aku tunggu sampai toko itu tutup tapi dia tidak muncul aku dapat menyimpulkan kalau dia hanya datang di hari minggu, cukup lama aku terjebak macet akhirnya aku sampai di halaman toko
aku melirik ke arah kanan dan kiri untuk melihat apakah motornya ada dan ternyata masih terparkir aku sampai tau merk dan plat nomornya aku benar benar takut dengan kebiasaan baruku ini, saat akan hendak masuk ke toko ternyata dia juga keluar karena sudah selesai dengan urusannya
"yah dia udah keluar cuma bentar dong hari ini aku bisa melihatnya" aku langsung bersembunyi dan hanya melihatnya dari kejauhan sebenarnya walaupun aku tidak bersembunyi dia juga tidak peduli karena bagaimanapun dia tidak mengenalnya.
Aku pulang ke rumah sedikit sore karena aku pergi ke tempat teman dulu untuk menanyakan kelanjutan kepindahan ku ke sekolah baru karena aku akan di pindah tugaskan walaupun cukup berat karena harus meninggalkan keluargaku tapi ini sudah menjadi kewajiban ku karena di sekolah itu membutuhkan guru yang sudah berpengalaman
sekolah yang akan aku datangi termasuk sekolah baru jadi belum banyak guru dan murid pun belum banyak, aku akan mengajar di sana hanya sekitar setengah semester karena ini hanya pertukaran guru saja jadi hanya sementara.
" tumben pulangnya sore kak biasanya kalau hari minggu pasti pulangnya siang terus masuk kamar sambil nyanyi kaya orang yang lagi kasmaran" kata tiara sambil membuka pintu, tiara adalah adikku satu satunya dia masih sekolah di bangku SMP kami tinggal berlima di rumah, aku tinggal bersama kedua orang tua ku adik tercintaku dan satu lagi adalah ART yang sudah ikut dengan keluargaku semenjak aku masih bayi dia sudah seperti ibu kedua untuk aku dan adik ku
melihat kepulangan ku ibu langsung menyuruhku untuk membersihkan diri dan memintaku untuk cepat berkumpul karena ada yang ingin di bicarakan oleh ayah dan ibu, aku langsung berlari ke arah kamarku setelah mencium tangan ibuku
setelah selesai membersihkan diri aku langsung menuju ke ruang keluarga di sana sudah berkumpul semua keluargaku, aku langsung duduk di tengah tengah keluargaku "indri bagaimana rencana kepindahan mu apa jadi sayang? " ayah membuka percakapan terlebih dahulu "jadi ayah kayanya minggu depan deh doain ya mudahan semuanya lancar" semua yang ada di ruang keluarga hanya mang amini doa indri "ya udah nanti ibu bantuin kamu buat beresin pakaian mana aja yang akan kamu bawa" kata ibu sambil membelai rambut indri.
Satu minggu telah berlalu hari ini adalah hari dimana indri akan pergi ke luar kota untuk menjalankan tugasnya sebagai guru pengganti, semua keluarga ikut mengantar kepergian indri ternyata indri bukan satu satunya guru yang di tugaskan ke sekolah itu tapi masih ada guru lain dari sekolah yang lain
indri begitu terkejut saat dia melihat pria yang selama ini hanya sebatas obsesinya yang selalu dia tunggu di toko buku setiap hari minggu maju ke arahnya dia mulai gugup dia takut kalau pria itu dapat mengenalinya karena bagaimanapun indri sering curi padang ke arahnya.
Mereka semua berangkat menggunakan mobil pribadi milik kepala yayasan.Hanya sebagai info yang mengikuti pertukaran guru berjumlah 4 orang. Selama di dalam mobil mereka berempat saling berkenalan menukar cerita dari sekolah mana dan juga saling menukar no telpon
indri baru tau pria yang selama ini selalu dia perhatikan bernama wildan dia ternyata adalah guru matematika sedangkan indri adalah guru fisika karena mata pelajaran indri dan wildan termasuk yang paling sulit di ikuti oleh siswa menjadikan mereka lebih dekat karena saling bertukar cara agar para siswa tetap ingin mengikuti pelajaran mereka.
Perjalan mereka membutuhkan waktu cukup lama karena indri sudah mengantuk akhirnya dia tumbang juga, dia tidak sengaja menjatuhkan kepalanya di bahu wildan dan wildan hanya membiarkannya wildan malah menjahili indri dengan memainkan rambutnya yang menurutnya lucu, rambut indri sedikit bergelombang dan itu malah membuat indri terlihat lebih muda dari usianya
mereka sampai di sekolah itu sore hari sekolah baru itu ternyata sekolah yang memiliki asrama jadi mereka sudah tidak perlu mengurusi dimana mereka akan tinggal indriana dan satu temannya langsung pergi ke asrama wanita begitu pula sebaliknya
malam harinya mereka berempat berkumpul kembali di ruang makan, mereka memperkenalkan diri pada murid dan juga guru di sana mereka berempat di sambut hangat oleh setiap guru maupun murid
setelah selesai makan malam indri dan wildan menyempatkan diri untuk mengobrol sebentar di taman sekolah sambil menikmati angin malam "maaf sebelumnya apa kita pernah bertemu sebelumnya ? " mendapat pertanyaan itu membuat indri takut sekaligus senang karena tanpa wildan sadari wajah indri sudah tersimpan di alam bawah sadarnya, tapi indri tidak mau kalau wildan sampai menyadarinya dia akan malu kalau selama ini dia sering memperhatikannya "ah masa sih kayanya nggak deh kita baru bertemu tadi, maaf sepertinya aku harus masuk dulu malu kalau sampai ketahuan oleh para murid" indri langsung pergi karena takut kalau kebohongannya akan di sadari oleh wildan, "kayanya aku pernah lihat dia tapi dimana ya ? " wildan juga ikut masuk karena sudah merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.
hari hari sebagai guru pengganti di lalui oleh mereka berempat dengan suka cita mereka membagikan pengalaman mengajar mereka di sekolah lama dengan para guru dan juga murid banyak murid yang cepat mengerti dengan pelajaran yang di berikan oleh wildan dan indri
selama setengah semester ini mereka berempat dapat mengambil banyak pelajaran dari sekolah ini, dan di hari terakhir mereka mengajar para murid di liburkan dan akan berganti dengan acara kemping sekolah untuk ucapan terima kasih pada empat guru yang selama setengah semester ini membimbing mereka
acara kemping di adakan di salah satu bukit dekat sekolah di sana memiliki pemandangan yang indah dan para guru merasa sangat bahagia "ya ampun lihatlah pemandangan ini indah banget aku mau selfi dulu ah" indriana begitu antusias apalagi melihat ke dua teman barunya mereka sudah dari tadi melakukan selfi tanpa mempedulikan teman teman yang lain
tanpa sepengetahuan indriana wildan sudah banyak mengambil gambar indri dengan berbagai ekspresi, semenjak mengetahui kalau tugas ini sudah akan selesai wildan menjadi lebih pendiam padahal semenjak tinggal di sekolah wildan sangat dekat dengan indri malah sudah ada gosip antara mereka kalau indri dan wildan memiliki hubungan tapi gosip itu tidak pernah di benarkan ataupun di salahkan oleh mereka berdua
begitupun indri mulai menjaga jarak dengan wildan karena dia sadar diri tidak mungkin orang sesempurna wildan tidak memiliki kekasih dia tidak ingin perasaannya lebih dalam cukup memiliki wildan di sini dan menjadi kenangan indah, indri dan wildan benar benar sangat hebat dalam menyembunyikan perasaan mereka masing masing
indri memang sedang tidak memiliki kekasih tapi bukan berarti dia tidak memiliki teman dekat walaupun belum pacaran tapi dia juga tidak ingin menyakiti hatinya karena selama ini indri terus mencoba untuk membuka hatinya.
acara kemping pun selesai dan di tutup dengan foto bareng kebetulan indri dan wildan bersebelahan, banyak murid yang menggoda indri dan wildan untuk foto bersama karena tidak ingin mengecewakan banyak orang mereka berdua pun menyetujuinya dan hasil fotonya di kirimkan ke ponsel mereka berdua.
Semua murid melepas kepergian guru mereka dengan sedih karena sampai kapanpun tidak akan ada bekas guru, di dalam mobil posisi duduk sudah berubah indri tidak duduk dengan wildan lagi tidak seperti saat datang kemari sekarang dia duduk dengan teman wanitanya,indri merasa aneh karena wildan memakai kaca mata hitam di dalam mobil tapi walaupun wildan seperti cuek dan tidak peduli dengan indri tapi sebenarnya wildan selalu memperhatikan indri di balik kaca mata hitamnya.
mereka berempat akhirnya sampai mereka di sambut oleh keluarga masing masing, indri di jemput oleh sang ibu dan johan, johan adalah teman dekat indri. Indri merasa seperti ada yang memperhatikannya dari kejauhan dan benar saja wildan sedang melihat ke arahnya tapi sebelum indri membalikan wajahnya kembali indri terkejut karena ada seorang wanita di samping wildan dengan manjanya merangkul tangan wildan indri langsung membalikan badan dan mengajak ibunya untuk pulang dan di setujui oleh johan dan ibu
saat melihat wildan dengan wanita itu indri merasakan sakit di hatinya dia kembali mengingatkan dirinya kalau semua sudah kembali seperti semula mencoba membuka hati untuk johan walaupun indri yakin kalau hatinya sudah di miliki oleh sosok wildan.
Saat melihat kepergian indri wildan juga merasakan sakit di hatinya apalagi melihat pria lain menyentuh rambut indri membuat hatinya panas, tapi dia juga sadar diri siapa dirinya dia hanya memiliki indri saat mereka sedang bertugas dan dia juga sadar kalau sekarang dia sudah memiliki kekasih walaupun selama ini dia tidak pernah mencintainya
bukannya wildan mempermainkan hati wanita tapi wildan memiliki hutang budi pada keluarga salsa makannya saat salsa menyatakan cinta padanya inilah saat yang tepat untuk membalas kebaikan keluarga salsa walaupun wildan harus mengorbankan kebahagiaannya.
Hari berganti bulan bulan berganti tahun indri dan wildan sudah tidak pernah saling bertemu ataupun saling memberi kabar mereka benar benar menghilang dengan kisah mereka masing masing.
Tapi garis jodoh mempertemukan mereka kembali di toko buku yang sama yang dulu mereka sering datangi mereka kembali mengingat momen kebersamaan mereka ada sedikit canggung saat mereka memulai pembicaraan tapi masih tetap bisa merasakan getaran di hati mereka "bagaimana kabar kamu tidak terasa sudah 3 tahun kita tidak bertemu terakhir saat kita pulang dari bertugas" terlihat jelas wajah bahagia wildan saat bisa bertemu lagi dengan indriana begitu juga dengan indri "alhamdulilah baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya ? " wildan bisa melihat dengan jelas sikap indri yang malu malu dan itu mengingatkan kembali pertemuan pertama wildan dengan indri saat wildan tidak sengaja menyenggol indri di toko buku.
Saat itu indri sedang mengantarkan temannya membeli buku saat itulah pertama kalinya indri bertemu dengan wildan karena wildan tidak sengaja menyenggolnya yang menyebabkan indri terjatuh
wildan meminta maaf dan mencoba membantu membangunkan indri tapi temannya langsung menyuruh wildan untuk pergi ,sebelum pergi wildan melihat sekilas wajah malu indri dan setelah itu wildan pun pergi.
Mereka berdua pun kembali bertukar no telpon dan saling memberi kabar,sudah 6 bulan semenjak mereka saling berhubungan lagi mereka sudah menceritakan semua kisah yang selama ini di lalui oleh mereka berdua mulai dari indri yang memang tidak bisa membuka hati untuk johan ataupun wildan yang memutuskan untuk memberi tau soal perasaannya pada salsa
sekarang johan maupun salsa sudah menemukan kebahagian nya sendiri, wildan dan indri sendiri sudah memutuskan untuk menikah di bulan ketujuh bersamaan dengan ulang tahun indri.
TAMAT
PESAN dari kisah ini adalah kita harus bisa membedakan mana obsesi dan mana cinta, cinta tidaklah harus memiliki tapi bukan berarti tidak bisa di perjuangkan kalaupun kita sudah berjuang tapi masih belum bisa mendapatkannya relakan lah karena yang namanya jodoh walaupun kita sudah terpisah bertahun tahun akan kembali pada kita sendiri