Justin teman kesayangan ku. Aku selalu merindukan kehadirannya, tapi aku tidak tau kenapa Justin pergi. Setelah kejadian itu Justin tidak pernah kembali lagi. Ini lah kisah ku bersama Justin.
"Jika kamu mencari ku, panggil saja namaku tiga kali. Aku pasti akan datang menemui"
"Kenapa harus seperti itu?, memangnya rumah mu dimana?"
"Itu tidak bisa aku jelaskan sekarang"
"Kenapa Justin?, kalau aku tau rumahmu aku akan selalu berkunjung"
"Tempat kita sudah berbeda clea"
"Maksudnya berbeda itu apa Justin"
"Nanti juga kamu tau, pokoknya kalau kamu ingin bermain denganku panggil saja nama ku tiga kali"
"Iya Justin"
"Hari ini kita akan bermain apa"
"Clea juga belum tau Justin"
"Main ayunan"
"Sudah sering"
"Terus kita mau main apa lagi"
"Clea baru ingat sekarang, kemarin clea membeli mainan baru untuk Justin. Clea ambil dulu dirumah. Justin tunggu disini jangan kemana-mana ya clea tidak akan lama perginya"
"Iya Justin akan tunggu clea disini"
"Jangan kemana-mana ya Justin, clea cuma sebentar saja"
"Iya"
"Jangan kemana-mana ya, janji"
"Janji"
Clea kembali kerumahnya untuk mengambilkan mainan yang dibelinya untuk Justin.
"Sayang"
"Iya ma"
"Mau dibawa kemana mainan itu"
"Ini untuk teman clea ma"
"Siapa?"
"Namanya Justin ma"
"Justin"
"Iya Justin"
"Sekarang Justin ada dimana, kenapa clea tidak mengajaknya kerumah"
"Justin tidak mau ma"
"Sekarang Justin dimana?"
"Ada tuh, lagi duduk dikursi taman"
"Kursi taman?"
"Iya ma, Justin ada kok lagi duduk dikursi taman, masa mama tidak lihat"
"Tidak ada siapa-siapa yang duduk disana sayang"
"Ada ma, itu justinnya"
"Sayang kamu jangan bercanda, tidak ada siapa-siapa disana"
"Ada ma"
"Clea jangan berkhayal sayang, disana tidak ada siapa-siapa"
"Ya ampun mama, itu ada Justin disana masa mama tidak lihat"
"Cukup clea"
"Mama"
"Masuk kekamar kamu sekarang"
"Clea tidak mau ma"
"Clea cepat masuk"
"Clea mau bermain bersama Justin ma"
"Justin itu tidak ada clea"
"Justin itu ada ma"
"Clea cepat masuk kamar kamu sekarang"
"Clea tidak mau ma"
"Clea kamu mau kemana lagi"
"Clea mau bertemu Justin ma"
"Clea, clea kembali sekarang, Justin itu tidak ada clea. Clea cepat kembali"
Clea terus berjalan tanpa menghiraukan ibunya yang terus memanggil namanya.
"Justin"
"Aku disini clea"
"Justin"
"Kemana kamu menangis"
"Mama jahat Justin"
"Jahat kenapa?"
"Mama bilang kalau Justin itu tidak ada, pasti mama berbohong kan Justin"
"Apa yang mamamu katakan itu benar clea?"
"Tapi Justin itu nyata kan"
"Clea yakin"
"Yakin"
"Clea aku mau jujur sama kamu"
"Jujur tentang apa Justin"
"Sebenarnya aku"
"Sebenarnya kamu apa?"
"Aku"
"Aku apa"
"Bukan"
"Bukan apa"
"Sebenarnya aku bukan manusia"
"Justin pasti berbohong kan"
"Maafkan Justin, clea"
"Untuk apa Justin minta maaf"
"Selama ini Justin menyembunyikan rahasia ini"
"Tapi clea tidak apa-apa"
"Clea tidak takut Justin"
"Untuk apa clea takut"
"Clea, Justin ini hantu"
"Iya clea tau itu"
"Kenapa clea tidak takut?"
"Karena Justin baik"
"Clea"
"Jangan bicara apa-apa lagi, ini untuk Justin"
"Apa ini clea?"
"Justin pernah bilang kalau Justin suka mainan mobil-mobilan kan ini clea beli untuk Justin"
"Terima kasih clea"
"Justin suka"
"Iya Justin suka"
"Besok kita main lagi kan Justin"
"Tentu clea"
"Hari mulai gelap, clea pulang dulu Justin"
"Iya clea"
"Besok kita bertemu disini lagi"
"Iya"
"Clea pergi dulu Justin"
Justin tampak senang Karena clea bisa menerimanya sebagai hantu bukan manusia biasa. Pagi harinya clea ini bertemu Justin tapi ibunya mencegah hal itu. Clea sangat kesal sekali karena hari ini dirinya tak bisa bermain bersama Justin.
"Clea kamu mau kemana lagi?"
"Main sama Justin"
"Clea sudah berapa kali mama bilang kalau Justin itu tidak ada"
"Clea tau itu ma"
"Clea tidak takut"
"Tidak"
"Clea kenapa kamu bisa jadi seperti ini"
"Maksud mama"
"Jangan pergi"
"Clea mau bertemu Justin, pasti justin sedang menunggu clea disana. Ma, ijinkan clea bertemu Justin"
"Tidak clea"
"Mama"
"Cepat kembali kekamar mu sekarang"
"Mama clea mau bermain bersama Justin"
"Jangan membantah clea cepat kembali ke kamarmu sekarang"
"Mama jahat"
"Clea jaga bicara mu"
"Clea benci mama"
"Ini demi kebaikan mu clea"
"Clea benci mama"
Clea berlari ke arah kamarnya. Clea membanting pintu kamar dengan begitu kerasnya. Clea menangis karena ibunya melarang dia untuk bermain bersama Justin. Clea mengumpat karena kesal.
"Mama jahat, clea cuma mau bermain bersama Justin. Justin itu hantu ya baik, tidak mungkin Justin menyakiti clea. Mama jahat"
Setelah cuma lama menangis clea baru teringat perkataan Justin. Jika clea ingin bertemu dengannya clea bisa memanggil namanya tiga kali dan Justin akan muncul dihadapannya. Clea mulai mencoba hal itu dan ternyata berhasil. Untuk saat ini clea hanya bisa bermain bersama Justin dikamarnya saja. Karena ibu pasti melarangnya pergi keluar rumah untuk bermain bersama Justin.
"Justin...justin...justin"
"Clea aku disini"
"Justin" clea langsung menangis dihadapan Justin
"Kenapa menangis clea?"
"Mama melarang ku untuk bermain dengan mu lagi Justin"
"Jadi begitu"
"Iya Justin, clea sedih"
"Jangan bersedih lagi, sekarang Justin sudah disini jadi clea tidak akan sendiri lagi"
"Iya Justin"
"Senyum dong, jangan sedih terus jelek tau"
"Justin"
"Iya clea"
"Ini mainan mobil-mobilan yang aku beli untuk kamu kan Justin"
"Iya clea"
"Syukurlah kalau kamu menyukainya Justin"
"Ini adalah hadiah pertama yang aku miliki setelah aku mati"
"Mainan pertama yang kamu miliki waktu Justin masih hidup apa"
"Mainan mobil-Mobilan dari kayu yang buatan ayah Justin"
"Sekarang kemana mobil kayu itu Justin"
"Sudah dirusak oleh ibu tiri ku"
"Jahat sekali dia. Kenapa ibu tiri mu merusak mobil kayu mu Justin?"
"Ibu tiri ku merusak mobil itu karena aku tidak mau meminjamkan mobil kayu itu kepada adik tiri ku"
"Mobil kayu itu sangat berharga untukmu ya Justin"
"Iya clea, mobil kayu itu adalah hadiah ulang tahun pertama yang ayah ku berikan. Jadi mobil kayu sangat berharga untuk ku"
"Jadi begitu, makanya kamu tidak ingin meminjamkan mobil kayu itu kepada adik tiri mu karena kamu takut mobil mainan itu akan rusak jika kamu pinjamkan"
"Iya clea, adik tiri ku itu perusak barang-barang. Jadi aku tidak ingin milik ku yang berharga dirusak olehnya"
"Kenapa kamu tidak memberitahu ayah mu tentang keburukan ibu tiri mu Justin"
"Aku takut clea"
"Kenapa Justin takut?"
"Jika aku memberitahu kelakuan buruk yang dia lakukan kepadaku. Ibu tiri ku mengancam akan meracuni ayah ku. Aku tidak mau hal itu terjadi clea"
"Jahat sekali dia . Jadi selama Justin hidup Justin tetap menyembunyikan hal itu"
"Iya clea"
"Kasihan sekali kamu Justin. Clea turut sedih mendengarkan cerita Justin"
"Maaf clea, jika cerita ku membuatmu bersedih"
"Tidak apa-apa Justin, clea sangat senang bisa mendengarkan cerita Justin selama Justin masih hidup. Setelah itu apa ayah Justin tau tentang kejahatan ibu tiri Justin"
"Iya clea, ayah Justin akhirnya tau seperti apa kelakuan ibu tiri Justin kepada Justin saat ayah tidak ada dirumah"
"Setelah ayah Justin tau, ibu tiri Justin bagaimana?"
"Setelah ayah mengetahui hal itu, ayah langsung menceraikan ibu tiri ku saat itu juga"
"Itu karma itu orang sejahat dia"
"Justin juga berpikiran seperti itu clea, tapi?"
"Tapi apa Justin?"
"Setelah bercerai, ibu tiri ku merencanakan sesuatu untuk mencelakai kami berdua"
"Ternyata dia tidak kapok juga Justin. Terus apa rencana nya berhasil"
"Untuk percobaan pertama dia gagal clea, tapi untuk hari berikutnya rencananya berhasil"
"Apa yang terjadi Justin?"
"Ibu tiri ku menyewa orang untuk merampok dan membunuh kami berdua"
"Jahat sekali dia. Jadi bagaimana apa yang selanjutnya terjadi kepadamu Justin"
"Aku tewas dan ayahku selamat"
"Setelah kejadian itu"
"Ibu tiri ku mendekati ayahku lagi"
"Apa ayahmu kembali bersama nya Justin?"
"Iya clea"
"Apa rencana jahat yang akan dia lakukan kepada ayahmu?"
"Setiap hari dia mencampurkan racun kedalaman minuman dan makanan ayahku. Aku ingin menolong ayah tapi aku tidak bisa clea. Yang bisa kulakukan hanya menangis karena aku tidak bisa meniolong ayahku"
"Setelah itu apa yang terjadi Justin"
"Ayahku sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia"
"Apa Justin bisa bertemu ayah sekarang?"
"Justin masih menunggu ayah menjemput Justin"
"Setelah Justin dijemput.kita tidak bisa bertemu lagi Justin"
"Walaupun nantinya kita tidak bisa bertemu lagi Justin akan selalu mengingat clea didalam hati Justin"
"Clea juga Justin"
"Maaf jika ceritaku membuat mu sedih clea"
"Seharunya yang sedih sekarang bukan clea tapi Justin. Karena Justin mengingat kembali kejadian buruk itu yang mungkin Justin tidak ingin mengingatnya lagi. Yang seharusnya minta maaf itu clea, Justin. Gara-gara clea, Justin menceritakan masa lalu Justin"
"Jangan bicara seperti itu clea, Justin cukup lega menceritakan hal ini kepada clea. Jadi clea jangan khawatirkan hal itu. Justin baik-baik saja"
"Benarkan begitu, syukurlah clea lega mendengarnya"
Hari-hari berikutnya dilalui cukup aman tetapi setelah beberapa hari kemudian orang tua clea mengetahui hal aneh yang dilakukan anaknya didalam kamar. Tanpa sepengetahuan clea orang tuanya mengajaknya ke psikiater untuk memeriksakan keadaannya dan menghapus sebagian memorinya untuk melupakan teman imajinasinya.
"Ma, kita dimana sekarang"
"Ikut mama saja, jangan banyak membantah"
"Iya ma"
Keduanya masuk keruangan yang cukup aneh, walaupun begitu clea terus saja tanpa bertanya sedikit pun. Usaha mamanya tidak berhasil. Clea berhasil kabur dari tempat itu.
Clea terus saja memanggil nama Justin, tetapi Justin tidak muncul juga dihadapannya. Clea menangis sekeras-kerasnya dan terus saja memanggil nama temannya itu. Justin yang selalu ada untuknya kini tiba-tiba menghilang begitu saja.
🍄end🍄