Tring, terdengar suara dari hp ku. "Noi?" tumben dia chat aku?, biasanya makhluk yang menggemaskan satu ini paling malas membalas chat dariku yang isinya rayuan gombal, begitulah alasannya setiap aku menggodanya lewat chat.
"Kakak", kata-kata itu yang pertama kali terbaca di layar hp. Sederhana tapi entah mengapa selalu menggetarkan hatiku setiap kali membacanya. Honestly, kalau perempuan lain yang panggil aku begitu aku tidak merasakan perasaan apa-apa.
Hahaha, i think ini yang dinamakan budak cinta ya, i guess. But it is oke, i love her so much. Let me tell you something. Salah satu aku alasan aku masuk Mangatoon atau Noveltoon adalah untuk menjaganya. Dia senang sekali wira wiri di dunia virtual ini, i don't know why, aku sedikit penasaran mengenai hal ini.
Aku lalu lanjut membaca chatnya, isinya dia bercerita telah membuat kesalahan dan katanya kesalahannya itu fatal bagi dirinya, tapi kalau dilihat dari sudut pandangku semua itu kesalahan yang wajar dibuat oleh yang namanya manusia. We are human, right?. So, aku menjawab chatnya dengan kata-kata yang banyak joke nya. Eh, dia marah dan bilang kalau kakaknya yang satu ini sama sekali tidak peka.
Lalu dia tidak mau membalas chat dariku. Kita kaum pria ini kadang kala serba salah menghadapi makhluk imut yang namanya wanita. Ya, aku sering mengalaminya, walaupun dia cuma Noi ku. Seperti yang kukatakan dia cinta pertama dan terakhirku. Tapi tetap saja sampai saat ini aku tidak pernah mengerti jalan pikirannya.
Kadang cara berpikirnya terlihat lebih dewasa dari umurnya dan itu amaze me, tapi kadang kala dia seperti anak kecil yang mau menang sendiri.
My Noi selalu ceria, ada saja tingkahnya yang membuat aku dan teman-temanku tertawa. Dia baik kesemua orang, apabila ada hal yang tidak dia sukai, dia hanya diam, tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Dan satu hal lagi, dia bukanlah gadis yang cengeng.
Baru-baru ini aku tahu sisi lain dari Noi ku. Dia marah, dan kata-kata yang dikeluarkannya sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh aku. Dia marah karena ada yang sudah menyakiti temannya. Aku kagum disaat orang lain memalingkan muka, dia malah dengan berani menyuarakan isi hatinya.
Ah, semakin aku mencintainya. My Noi tetaplah seperti itu, jangan pernah berubah. Tetaplah begitu sampai kamu halal untukku dan tua bersamaku.
TAMAT
This my second short story. Selamat membaca.