Malam itu Melinda keluar dari sebuah toko buku karena membeli sebuah novel.
Dia mempunyai hobi membaca novel terutama novel romansa.
Sebenarnya novel yang dia beli sudah sering di bacanya namun karena adik nya Marisa meminjamkan novel itu pada temannya dan hilang di tangan temannya membuat Melinda membeli lagi novel itulah.
Hinga terjadi lah peristiwa itu.
😭🥰
Melinda melangkah dengan cepat karena setelah dia keluar dari toko buku tadi beberapa pemuda.
mengikuti nya.
Dengan memeluk novel itu di dadanya dia berjalan dengan sedikit berlari berusaha untuk menjauh.
Namun beberapa pria itu terus mengikutinya sehingga sebuah mobil menyerempet tubuh nya.
Melinda pingsan seketika dan para pria yang mengikutinya pun pergi saat melihat yang mengendarai mobil turun untuk menolong Melinda
" tuan putri sudah sadar "
teriak seseorang yang membuat Melinda menjadi membuka matanya dengan lebar.
" tuan putri ...siapa tuan putri "
ucap Melinda dengan wajah bingung 😕.
" yang mulia tiba "
ucap seorang pria.
Yang membuat Melinda bingung sekarang dia dimana. kenapa semua orang memakai pakaian yang aneh seperti yang sering dia tonton dan baca dalam novel kolosal Tiongkok kuno.
Datanglah seorang pria dengan jubah kebesarannya berwarna merah dan hitam menghampiri Melinda .
" dasar ..... putri penyakitan di kirim ke mari ...ini adalah penghinaan bagi kerajaan kita , katakan pada jendral song untuk membumi hanguskan kerajaan Zhou "
ucap pria itu
Tiba-tiba seorang dayang bersimpuh di bawah tempat tidur Melinda dan berkata.
" tuan putri Nubi mohon katakan sesuatu "
Melinda yang masih bingung bergantian menatap pria itu dan dayang yang sedang memohon padanya.
" tuan putri ... Nubi mohon"
ucap datang itu lagi.
Melinda akhirnya berkata.
" yang ..mulia aku "
Melinda menghentikan perkataannya karena dia bicara bukan bahasa Indonesia melainkan bahasa Tiongkok kuno.
" Melinda menjadi semakin bingung 😕 dia lalu teringat dengan cerita novel kesukaannya .
Dan hal ini mengingatkan dia akan alur cerita saat tokoh utama wanita pertama kali melihat tokoh utama pria.
Apa yang harus dia lakukan, saat ini dan sekarang juga dia ada di dalam cerita sebuah novel favoritnya.
* kenapa kau tidak melanjutkan ucapan mu "
tanya sang tokoh utama yang ternyata seorang penguasa yang di beri gelar kaisar .
" aku mohon yang mulia .... maafkan tuan putri Mey Niang"
ucap dayang itu lagi sambil terus menundukkan kepalanya.
Sang kaisar lalu melangkah perlahan mendekati Melinda yang sekarang menjadi Mey Niang.
Melinda yang masih menatap bingung ke sekelilingnya hanya diam saat kaisar melangkah mendekat padanya.
" apa yang harus aku lakukan padamu ....kau hanya tanda kemenangan ku "
ucap sang kaisar dingin.
Melinda yang sudah hapal akan alur ceritanya mencoba untuk tidak membuat mereka curiga.
Dia kemudian berkata
" maafkan saya yang mulia... saya bukan penyakitan hanya karena perjalanan yang
terlalu jauh dari kerajaan saya ke kerajaan yang mulia membuat saya sedikit lemah."
ucap Melinda dengan lembut.
Setelah dia mulai dapat mengatasi kebingungannya.
Sang kaisar menatap Melinda dengan pandangan yang tak bisa di artikan.
Melinda tahu alur ini, pada saat kaisar mengangkat dagu Mey Niang dia akan jatuh cinta padanya.
Namun dia tak menginginkan itu dia tak ingin menjadi wanita penghias istana dalam kaisar.
Dia menginginkan suami yang seutuhnya miliknya seperti keinginan tokoh utama wanita
Tapi tokoh utama wanita mau menjadi selir terlebih dahulu di karenakan kerajaannya.
Namun Melinda ingin menjadi permaisuri tanpa harus menjadi selir terlebih dahulu.
Dia menyukai novel ini karena ceritanya romantis , apalagi saat kaisar bersedia menghalangi panah yang di arahkan untuk nya.
Apalagi saat kaisar membangunkan sebuah istana untuknya .
Semua perlakuan kaisar yang sangat mencintai Mey Niang membuat dia menyukai novel ini.
Apalagi saat kaisar bersumpah di depan para menteri dan rakyatnya dia tidak akan mengambil selir hanya ada permaisuri dalam istana dalam.