Putri adela baru saja menyelesaikan jahitannya
ketika nyonya berta memanggilnya.
" Adela cepat buat kan aq jus buah" teriak nyonya berta nyaring.
" iya nyonya" kata putri adela gugup, lalu dengan cepat kedapur untuk membuatkan jus
" ya ampun .....buah apelnya habis" kata putri adela
bingung.
Hanya buah stawberry yang banyak disana.
putri adela mau tak mau membuat jus stawbeery
dengan susu, karna tidak mungkin membeli buah apel dalam kondisi dadakan..
Tak lama putri adela pun membawa jus stawberry
ke hadapan nyonya berta.
" maaf nyonya buah apelnya habis" kata putri adela
" baiklah letakkan disitu" kata nyonya berta yang duduk angkuh si kursi goyangnya.
Putri adela pun kembali kedapur dengan tergesa
gesa
" Syukurlah sekarang aq tinggal masak sebelum
menjual gaun yang ku buat tadi" guman putri adela.
Putri adela pun memasak dengan cepat, agar pekerjaannya tidak menumpuk. adela sudah
lima tahun terkurung dirumah besar ini.
rumah sang ayah yang dinikahi nyonya berta
dan sekarang ia menjadi pelayan dirumahnya
sendiri .rumah peninggalan sang ayah karna sakit
keras.
nyonya berta mempunyai 3 orang putri cantik
bernama carla, tania, dan dahlia. putri nyonya
berta bersama suami yang dulu, sedang kan
ketika menikah dengan ayah putri adela, nyonya
berta tak membawa apapun kecuali anak anaknya
dan hanya menghabiskan uang dan harta Tuan
Davin ayah putri adela
Malang tak dapat ditolak, derita putri adela semakin banyak, bahkan ia tak boleh keluar
kecuali kepasar untuk membeli kebutuhan
makanan.
................................
Hari ini putri adela jadl pergi kepasar untuk belanja. ia pun menyisipkan gaun yang ingin
ia jual agar bisa menghasilkan uang agar suatu
hari nanti bisa membuat usaha dan lepas dari
nyonya berta dan anak anaknya.
Dipasar adela belanja sambil menawarkan gaun
yang ia buat. namun orang orang tak ada yang berminat, padahal gaun itu sangat bagus.
" tuan apakah anda berminat membeli gaun
" kata putri adela menawarkan gaunnya pada
seorang pria yang menutup sebelah matanya
seperti bajak laut.
" berapa harganya " kata pria itu bertanya.
" hanya 200 keping tuan" kata putri adela.
" kenapa mahal" kata pria itu lagi.
" ini terbuat dari kain yang berkwalitas tuan" jawab
putri adela.sambil menjelaskan detail rumit
gaunnya.
Pria itu terdiam memandangi putri adela, benar memang kain itu sangat berkwalitas dan bagus.
bahkan hanya seorang putri yang boleh memakainya.
" baik sini biar aq beli kata pria itu seraya menberikan sekantong uang emas lalu berlalu.
" putri yang melihat isinya pun terkejut, lalu mengejar pria itu.
" tuan.....uang anda kelebihan " teriak putri adela
yang lalu mendekati pria itu yang sedang membeli
boneka.
" tak apa ambil saja" kata sang pria.
" tapi tuan ini terlalu banyak " kata putri adela.
" huh......pria bertopeng itu membuang nafas kasar
baru kali ini ia menemui gadis yang jujur bahkan
menolak pemberian orang.
" anggap saja itu sebagai hadiah ,karna gaunmu sangat bagus" kata pria itu.
" baiklah tuan karna tuan memaksa saya akan menerimanya.trimakasih sudah membeli gaun saya." kata putri adela lembut.
" sama sama" kata pria itu tersenyum.
" sekali lagi trimakasih tuan" kata putri adela
ramah dan berbalik lalu pergi.anny
Pria itu pun tetsenyum sambil menatap putri adela.
" seorang gadis yang cantik dan ramah" gumannya
lalu pergi.dari tempat itu.
............................
Hari ini ada pesta besar di istana, semua kalangan
diundang termasuk nyonya berta sang ibu tiri putri
adela.
" adela......cepat ambilkan sepatu sepatu kami dan bersihkan" peritah carla.
" baik nona ini sedang saya bersihksn" kata putri
adela.
" nyonya boleh kah saya ikut pergi' kata putri adela
meminta di ininkan pergi kepesta yang belum
pernah ia lihat.
" tidak boleh kau harus menjaga rumah,"ucap tania.
" iya, lihat rupamu yang jelek tak pantasb ikut
kepesta.sana kembali kekamarmu" kata carla
mengusir putri adela.
Akhir nya putri adela pun pergi kekamarnya dan menangis karna ingin melihat pesta rakyat diistana.
Akhirnya putri adelapun punya ide mengunci kamarnya dan menutupi gulingnya dengan selimut tebal agar bisa mengelabui nyonya berta dan anak
anaknya.
Lalu putri adela membuat kain panjang untuk
keluar dari kamar itu.dan membawa sekantong uang untuk dirinya bila terjadi apa apa.
Dengan mengedap gedap dirinya keluar dan mengunakan gaun cantik biru yang ia buat
sendiri.dengan memakai sepatu kaca yang indah
peninggalan sang ibu.
Putri adela menaiki kuda menuju istana amerald
istana yang sangat indah dan terkenal dengan
pangeran tampannya juga kekuasaanya.
hanya lima belas menit putri adela sudah tiba di halaman istana.lalu menambatkan kudanya dibawah pohon.lalu merapikan rambutnya dan gaunnya yang sempat lecek.
Putri adela terhenti ketika sudah dipintu gerbang istana karna tak membawa undangan.
" ya ampun gimana aq masuk" guman putri adela.
putus asa.
" akh......putri adela pun terjatuh ditaman karna
kakinya tersandung.
Para penjaga pun menghampiri putri adela yang terjatuh.
" apa kau tak pa pa" tanya kedua penjaga itu
deg...........
" yah aq tahu akhirnya putri adela pun memecah
kan sepatu kacanya untuk mengalihkan perhatian
para penjaga.
" tuan bisa kah tuan membantu saja , lihat sepatu
saya pecah dan hancur" kata putri adela membuah
wajahnya terlihat sedih.
" apa yang bisa kami bantu nona." kata salah satu penjaga.
" tolong panggilkan saudariku didalam agar bisa menganti sepatuku" kata putri adela memohon walaupun itu bohong.
Penjaga pun menuruti putri adela lalu ketika penjaga sedang memberi tahu penjaga lain putri
adela menyelinap masuk ke istana amerald.
" sungguh luar biasa" guman putri adela.
Lalu menaiki tangga istana dengan rasa bahagia
karna bisa melihat pesta besar dan hadir didalam
nya.
" mhem sedang apa disini" kata seorang pria
menegurnya.
Deg.......
.
Putri adela pun berbalik melihat pria yang menegurnya.
" hai tuan bukan kah tuan yang pernah membeli
gaunku waktu itu, dipasar desa." kata putri adela
senang bertemu pria misterius itu.
" oh ya" kata pria itu sambil memperhatikan putri
adela yang terlihat sangat cantik malam ini.
" ikutlah denganku" tawar pria itu.
" ke....ke....mana?" tanya putri adela bingung.
" berdansa disana" tunjuk pria itu.
" baiklah, paling tidak aq punya teman malam ini" bathin putri adela.
Lalu keduanya bergabung berdansa diantara para tamu yang hadir.putri adela sangat bahagia begitu
juga dengan pria asing itu.
Keduanya duduk dibalkon istana sambil ngobrol
setelah selesai berdansa.
" nona maukah kah menikah denganku" kata
pria mesterius
" aq mau .....tuan,tapi saya hanya seorang gadis
desa " kata putri adela lirih mengingat siapa dirinya
sekarang yang tak mempunyai apapun.
" tak masalah, kenapa kau mau menikah denganku
sedangkan aq hanya mempunyai satu mata" kata
pria itu menguji.
" bukan fisik dan penampilan orang yang membuat
kita bahagia, tapi hati yang tulus"kata putri adela.
" apa alasannya?" kata pria mesterius
" karna percuma punya wajah tampan dan cantik
juga kaya tapi hanya untuk menyakiti orang lain
dan menindasnya." kata putri adela sedih.
" apakah kau punya keluargga"kata pria itu lagi.
" aq tak punya siapapun di dunia ini, aq gadis
pelayan saja disebuah rumah besar" jawab putri
adela.
" pria itu pun kini tahu putri cantik didepannya
hidup dengan penderitaan yang cukup berat
seorang diri tampa ada yang kasihan dan perduli
sama sekali.
" kalo begitu ikut lah denganku" kata pria itu
" kemana ?" kata putri adela
" kegubug sederhana didesa sana. dan kita akan
membangun sebuah keluargga bahagia." kata pria itu tersenyum.
" baiklah " kata putri adela senang.
Sejak saat itu keduanya menikah dan mulai kehidupan didesa, putri adela membuka usahanya dengan sekantong emas yang dulu diberikan pria
mesterius yang tak lain suami nya kini.
....................
Sedangkan disisi lain raja amerald duduk santai
di kebun istana,
" yang mulia, kami sudah mengawasi pangeran mahkota" kata salah seorang pengawa istana.
" hukumannya sudah hampir habis, jemputlah
pangeran bersana putri adela pulang." kata
sang raja.
" baik yang mulia kami akan menyiapkan semuanya." kata pengawa itu lalu undur diri untuk
pergi.
" syukurlah pengeran kau kini sudah berubah, dan
menemukan istri yang baik hati dan juga pintar." guman sang raja sambil tersenyum bahagia
Tamat