Cinderella, nama yang indah bukan?, pasti kita akan membayangkan wajah yang cantik, tutur kata yang halus serta tingkah laku yang lemah lembut.
Tunggu dulu, ceritaku kali ini tidaklah seperti itu. Cinderella memang cantik, tutur katanya jugalah halus, hanya saja ia tomboi sekali. Di rumah ia paling tidak betah pakai rok, hobinya adalah naik ke atas pohon. Baginya duduk di atas pohon adalah suatu hal yang menyenangkan. Ia bisa melihat pemandangan yang luar biasa dari atas sana.
Ayahnya adalah seorang Duke bernama Malvin, ia mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Natasya, dan juga seorang sepupu perempuan yang bernama Margareth.
Ibunya sudah meninggal sejak ia berumur 9 tahun, ayahnya lalu menikah lagi dengan seorang wanita yang bernama Beatrice dari kalangan rakyat biasa.
Cinderella dan juga kedua saudaranya tidak begitu menyukai Beatrice. Karena ibu tirinya itu adalah orang yang licik dan juga genit.
Pada suatu hari, diadakanlah sayembara, bahwa Pangeran Hendrik sedang mencari pendamping, Cinderella dan juga Natasya serta Margareth di undang. Tanpa setahu mereka Ibu tiri tidak suka melihat ketiga gadis itu diundang. Ia merasa ketenarannya akan berkurang.
Mereka lalu datang ke pesta itu dengan dandanan yang sangat cantik. Duke Malvin memberikan ketiga gadis itu masing-masing sepasang sepatu kaca, Cinderella sepatu kaca berwarna putih, Natasya berwarna ungu dan Margareth berwarna pink. Tidak lupa Beatrice juga hadir di acara tersebut.
Pesta itu berlangsung dengan meriah, pada saat pesta berlangsung, Cinderella ingin ke kamar mandi, tanpa sengaja ia lalu bertubrukan dengan Pangeran Hendrik, dan sepatunya terlepas satu, sambil memberi hormat dan menunduk, Cinderella berlari memasuki kamar mandi istana.
Pengawal pangeran lalu mengambil sepatu kaca itu. Pangeran lalu menyuruh pengawalnya untuk menyimpannya. Pesta tetap berlangsung meriah, hanya saja Cinderella yang telah kehilangan sepatu kaca sebelah lebih memilih pulang lebih awal dengan cara menyelinap.
Sesampainya di rumah, sepatu kacanya ia letakkan dimeja. Ia pun merebahkan tubuhnya dan terlelap. Satu jam kemudian, kedua saudaranya dan juga ibu tirinya sampai di rumah. Mereka terkejut melihat Cinderella yang sedang tertidur pulas.
Natasya dan juga Margareth membangunkan Cinderella. Setelah Cinderella bangun, mereka berdua menanyakan apa yang terjadi, Cinderella lalu menceritakan semuanya.
Rupanya percakapan mereka bertiga didengarkan oleh Beatrice. Beatrice lalu mempunyai sebuah rencana licik, ia akan mengambil sepatu Cinderella untuk diberikan kepada keponakannya yang ada di desa.
Keesokan harinya, ketika Cinderella pulang dari rumah temannya ia melihat Beatrice sedang memegang sepatu kacanya, ia mengikuti Beatrice dengan pelan-pelan dan mengintip apa yang akan dilakukan Beatrice. Setelah mengetahui rencana ibu tirinya itu, Cinderella memutar otaknya. Ia lalu berencana menghancurkan sepatu kaca yang disimpan pangeran dan menggantinya dengan sepatu Natasya kakaknya.
Dengan mengendarai Spirit kuda kesayangannya Cinderella dengan cepat menuju istana. Cinderella adalah gadis tomboi yang cerdas, ia berhasil mengecoh pengawal pintu masuk istana dengan cara melemparkan ular dihadapan mereka, secara perlahan ia masuk ke istana. Setelah menyelinap ke sana kemari ia akhirnya menemukan tempat sepatu itu tersimpan.
Ia melompat kegirangan, ia menukar sepatu kaca miliknya dengan sepatu kaca Natasya. Setelah dirasa aman, ia lalu keluar istana lewat jalan yang ia lalui ketika ia pulang pada saat pesta berlangsung.
Sesampai di rumah ia masuk ke kamar dan menunggu Pangeran ke rumahnya. Beatrice yang telah mendandani keponakannya yang bernama Amanda menunggu kedatangan pangeran dengan wajah yang berseri-seri. Sekedar informasi, pada saat Cinderella pergi ke istana, Beatrice menyuruh orang untuk menjemput Amanda.
Pangeran Hendrik datang, ia berkata akan mempersunting wanita yang sepatu kacanya tertinggal di istana. Dengan percaya diri yang tinggi Beatrice menunjukkan sepatu kaca milik Cinderella, baik Natasya maupun Margareth terkejut melihat sepatu kaca Cinderella ada di ibu tirinya itu, lebih kagetnya lagi mereka melihat Amanda dengan senyum genitnya mendekati pangeran.
Cinderella memberikan isyarat kepada kedua saudaranya itu agar diam. Pangeran mengeluarkan sepatu kaca tersebut. Alangkah kagetnya mereka terutama Natasya. Natasya bingung mengapa sepatu kacanya ada pada pangeran. Ia memandang Cinderella yang menjawab pandangan bingungnya dengan cara mengedipkan matanya. Natasya baru mengerti bahwa semua ini ulahnya Cinderella.
Beatrice pingsan di tempat, sementara Amanda berlari masuk ke dalam, ia malu sekali.
Begitulah akhirnya pangeran menikah dengan Natasya, sedangkan Cinderella ternyata ia sudah punya seorang kekasih yang bernama Pangeran Frederick, pangeran yang berasal dari kerajaan tetangga.
TAMAT