dipagi hari itu, aku dan ibuku baru pulang dari supermarket.
"tunggu sebentar!" ujar seorang pria, "ada apa ya?" aku dan ibuku kebingungan.
"aku dari agensi model, anak ibuk sangat cantik, jika berminat maukah anak ibuk menjadi model di agensi kami?" ujar pria itu sambil menyodorkan kartu namanya "silahkan dipikir pikir dulu buk, ini kartu nama saya, jika berminat bisa lansung hubungi saya ya."
"wahh baik baik, terimakasih pak" ibuku sangat antusias mendengarnya, ia lansung mengambil kartu nama dari tangan pria itu.
tak lama setelah pria itu pergi, ibuku menarik lengan bajuku sambil berkata "nakk lihatlah! ini adalah keuntungan yang besar bagi keluarga kita! gaji model pasti sangat besar, aaa kamu harus menerimanya ya!", aku terdiam sejenak, sebenarnya aku sama sekali tidak ingin menjadi model.
dari dulu cita citaku adalah menjadi psikolog, namun... aku tau kondisi keuangan keluargaku sedang tidak baik baik saja.
"emm..." aku merenung. "APA KAMU MASIH MEMIKIRKAN CITA CITA LAMAMU ITU?!ITU ADALAH PEMIKIRAN YANG BODOH!!HARAPAN BESAR ADA DIDEPAN MATA SEKARANG, APALAGI YANG KAMU PIKIRKAN!?"
"aku..." aku benar benar bingung, pekerjaan model tidak sesimpel itu, tapi...
"baiklah bu, aku setuju".
.
.
.
ini adalah hari pertama aku bekerja sebagai model, ini sulit... tapi aku tetap bersemangat!
"HISTORIAA!CEPAT! JANGAN SAMPAI MENGECEWAKAN BOSMU!" teriak ibuku dari dapur. "iya iya buu" kataku
tak lama aku sampai di gedung agensinya. segeralah aku mendaftar, dan job pertama ku pun dimulai!
.
"ATUR TANGANMU NONA!" "et ettt agak kesamping!" "kepalamu tidak kelihatan!" ruangan pemotretan penuh sorakan, ini bahkan lebih sulit dari yang aku bayangkan.
"huftt.." aku menghela nafas, pada akhirnya pemotretan itu selesai. Aku bergegas mengganti bajuku.
"CEKREK" ! aku mendengar suara kamera! tapi dari mana asalnya?!
aku menengok keatas, dan aku melihat kamera disana! "APA?!" kagetku, dasar mesum! .
air mataku menggenang disekitar kelopak mata, aku berjalan ditengah malam sendirian dengan beban menumpuk dikepala. Aku masih teringat kejadian tadi sore, aku sangat ingin mengundurkan diri! tapi ini hari pertamaku bekerja, dan aku tau bahwa ibu tak akan mengizinkannya...
aku pulang, dan melihat ibu sedang duduk di sofa sambil tersenyum. "aww historiaku tersayang! sini sini! lihat kemari!" ibu terlihat sangat bahagia(?) aku beranjak dari pintu dan duduk disebelah ibu. "ada apa bu?" tanyaku, "bajunya bagus tidakk? aaa ibu sangat senang! pada akhirnya bisa membeli baju inii!". aku kebingungan, dan lalu segeralah aku tersadar "IBU! ibu membelinya menggunakan gaji pertamaku ya?!" aku menahan emosi.
"iya, apa yang salah? lagian ibu juga membelikanmu kok!" ujar ibuku sembari menyodorkan plastik berisi baju, "nih! baju yang tadi ibu beli di pasar, bekas sih..tapi bukan masalah besar kan?"
aku merasa sangat kesal! dan aku semakin kesal setelah melihat cincin berlian, kalung emas, dan botol wine berserakan di meja, apa dia sudah gila?!gaji pertamaku habis digunakannya untuk berfoya foya! bahkan belum kusentuh sama sekali!!!
aku melempar tasku dan berteriak "IBU GILA?! GAJI PERTAMAKU HABIS BEGITU SAJA, DAN BAHKAN AKU BELUM MENYENTUHNYA!!!", aku berteriak sekencang kencang mungkin disamping telinganya, ibuku terlihat emosi lalu dia berkata "pelit sekali kamu! hey aku ini ibumu! dasar anak durhaka!!!" ibu menamparku.
rasanya sakit, dan sesak di dada. aku benar benar tak menyangka, "AKU INI MESIN UANG YA BAGI IBU?!AKU PUTUSKAN BAHWA AKU TIDAK INGIN LAGI MENJADI MODEL!!!!". aku kelelahan dan naik ke kamar, segeralah ayah mengejarku lalu berkata " historia! maafkanlah ibumu...ibumu terlalu serakah, ayah akan menyadarkannya tapi ayah mohon! kamu jangan pergi..." ayahku tampak sangat sedih.
selama ini hanya ayahku lah yang menyayangiku. Dulu ibu adalah pemabuk berat, setiap hari aku selalu dipukuli olehnya dan ayahlah yang selalu datang untuk membantuku,
aku pun menawarkan ayahku untuk pergi dari rumah, dan ia menerima tawaranku.
sampai sekarang pun kami tidak tau kabar ibu bagaimana, terakhir kali aku melihat wajahnya di kantor polisi setelah ia tertangkap karna berjudi dan narkoba.