Penjelasan singkat:
Safira adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun dia menyukai karate dan berkelahi walaupun dia adalah perempuan.
Dia memiliki sifat kadang pemberani kadang penakut,kejam bila didepan musuhnya tapi manis dengan orang terdekat nya atau yang berbaik hati.
Walaupun begitu ia menyukai novel yang romantis dan fantasi apalagi tentang perang dia sangat menyukainya.
................................................................................
"Mama tunggu aku.
Aku akan segera datang ma, bertahanlah sebentar lagi"ucapku dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Drrrt.. drrt..."bunyi handphone ku segera aku mengangkat nya ternyata yang menelpon ku adalah perawat rumah sakit.
"Halo sus aku lagi dijalan kok!!"ucap ku
"Maaf namun ibu Anda sekarat mungkin sudah tidak bisa diselamatkan"ucap nya
Deg..
Segera handphone ku jatuh dari tangan ku aku masih syok dengan apa yang terjadi.
Sebuah truk tepat berada di depan mobilku,aku yang masih syok tidak bisa mengendalikan nya seketika truk itu menabrak mobil ku hingga mobilku berguling-guling beberapa kali.
Tubuhku berputar-putar.
Suara mobilku begitu keras terdengar begitu keras pembatas jalan menahan mobilku jatuh ke sungai,sekarang mobil ku bukan seperti mobil lagi mungkin beberapa saat lagi akan meledak dengan tubuh ku.
Aku berusaha Bergerak namun aku tidak bisa,aku merasakan banyak darah yang keluar dari mulut ku dan kaki ku serta tangan ku, bahkan ada benda yang menusuk dekat jantung ku.
Darah segera langsung meneteskan banyak darah yang keluar.
Aku mulai merasakan sunyi mungkin ajal akan segera menjemput ku.
"Safira Menyanyangi ibu,semoga ibu sembuh maaf karna safira tidak bisa menemani ibu"ucap ku dengan tersenyum dan setelah itu semuanya langsung gelap.
***
"Dimana ini?"batin seorang wanita yang tak lain Safira atau aku.
"Selamat kau adalah pemain yang ke terakhir yang akan memasuki dunia ini Haha"ucap seseorang yang bergema di ruangan yang hitam ini.
"Siapa itu?"Tanya ku dan melihat sekeliling tidak ada orang bahkan cahaya sedikitpun.
"Aku adalah pemimpin permainan ini kau bisa menyebut ku dengan pemimpin A Dan B.Dan kau sekarang saat ini ada diruang demensi"ucap nya lagi.
"Demensi?demensi apa hah!!"teriak ku yang langsung bergema diruangan itu.
"Kau harus memilih antara Harus memasuki demensi zombie atau demensi monster"ucapnya yang langsung membuat ku Terkejut.bagaimana tidak karna semua pilihan itu sangat bahaya.
"Apa tidak ada pilihan yang lain???"teriak ku.
"Ada Hahaha"
"Apa itu???"teriak ku
"Kau harus menikah dengan iblis hahaha aku akan memberikan waktu 15 menit jadi berpikir lah"ucap nya
"S*al aku harus memilih apa?semua ini tidak adil mengapa aku harus masuk kedemensi ini? mengapa bukan kayak dinovel-novel yang tentang tuan putri saja?"batin ku
"Baiklah aku Lebih baik memilih demensi zombie!!!"teriak ku dengan serius.
"Baiklah"ucapnya seketika ada cahaya yang menyilaukan mataku. Akupun langsung menutup mataku.
"Masuklah di demensi ini sudah seribu orang yang gagal dan seratus orang yang berhasil dan disini ada lima ribu zombie dan manusia seribu orang dan akan dibagi 2 kelompok"ucapnya menghentikan ucapannya
"Lalu??"teriak ku
"Antara kelompok human A Dan human B
Dan jika yang berhasil akan kembali kedunia nyata dan kau akan di kelompok human A"
"Tunggu dulu jika gagal???"Teriak ku
"Rahasia"
"Untuk membedakan mana yang A Dan B kau akan dipakaikan gelang yang tak bisa di lepas dan bentuk nya A untuk begitu pun untuk B hanya saja huruf nya yang berbentuk B hanya begitu penjelasan nya bye semoga menang"ucapnya
"Tung_"ucap ku yang berhenti karna aku langsung masuk didemensi zombie.
***
Deg..
Aku langsung terkejut karna zombie langsung ada didepan ku dan bersiap menggigit ku.
"Brukk.."
Aku langsung menendang zombie yang ada di depan ku dan segera ada tangan yang menarik ku untuk lari.
"Eh?"ucap ku dan dia terus saja menarik ku untuk lari disekolah lantai 5.yah saat ini aku ada disekolah SMA negeri dilantai 4. Banyak zombie yang mengejar kami dari belakang mungkin sekitar 50 zombie.
"Mengapa aku ditarik begini oleh laki laki mungkin kalau tidak ada zombie mungkin aku sudah menendang pemilikan nya"pikir ku
Akhirnya kami sampai di lantai 5 dan diapun mengunci pintu yang lumayan besar seperti pagar dan menahannya menggunakan lemari besar.
Segera dia menodongkan pistol dihadapan ku.seketika Aku pun terkejut.
"Human apa? Human A atau human B"ucapnya masih menodongkan pistol, segera aku melihat kan gelang ku dengan gugup karna bagaimana kalau dia human B
"Oo human A, ayok kita masuk Diruangan guru disitu adalah human A"ucapnya dengan tersenyum manis membuat ku tambah gugup Namun aku langsung merubahnya seperti tidak peduli.
"Ayo"ucap ku dengan senyum
Segera kami masuk keruangan itu ternyata disitu lumayan banyak orang mungkin sekitar 30 orang.
"Hai semua"Ucapnya dengan dingin.
"Halo senior,eh itu siapa kapten"ucap mereka
"Tadi manis sekarang dingin Hadeh tunggu dulu dia senior?tapi waktu tadi orang itu tidak bilang bahwa ada senior disini"batinku
"Silahkan perkenalkan nama mu"ucapnya dengan Tersenyum.
"Halo perkenalkan nama ku Safira xyraa"ucap ku dingin dengan mengeluarkan sedikit aura bertarung ku.
Seketika hening segera kutarik Aura ku.dan semua kulihat langsung menatap ku.
"Aura yang bagus ohya perkenalkan nama ku Satria aku adalah senior di human A"ucap nya tersenyum.
"Oke"ucap ku dengan Tersenyum Imut.
"Baiklah, besok kita akan berperang dengan zombie dan human B"ucap satria
"Untuk Safira apa kau bisa bertarung? karna besok adalah hari terakhir kita mungkin diantara kita ada yang terjebak di dunia ini ada juga yang akan berhasil"ucap nya dengan nada sedih
"Bisa kok senior"ucap ku tersenyum.
"Baiklah kuharap besok kita semua bisa menang melawan zombie dan human B"ucap nya
"Baiklah sekarang kita akan menyiapkan bom karna pertama kita akan membunuh Zombie itu"ucapnya dengan mengeluarkan bom ditangannya
"Untuk Safira kemari lah karna aku mau mengetes kekuatan mu"ucap Satria
Segera aku berjalan kearah nya.dan berdiri didepan sebuah batu yang lumayan besar dan segera satria menyuruhku menaruh tangan ku diatas batu itu.
Segera batu itu berwarna merah dan hijau berarti kekuatan Ku adalah api dan daun
Aku sedikit bersyukur karna aku mempunyai kekuatan didunia ini.
"Selamat fir, kekuatan mu ada dua macam"ucap nya tersenyum
"hmm,iya"ucapku dengan menunduk
"Mengapa perasaan ku seperti ini?apa jangan-jangan aku menyukainya?mungkin ini namanya cinta dalam pandangan pertama"batin ku dengan tersenyum.
"Hari ini kalian harus istirahat full,karna besok kita akan berjuang untuk menang"ucap satria
"baik senior"ucap kami semua
Segera semuanya pergi,dan tinggal aku yang belum pergi karna aku masih memikirkan sesuatu.
"Mengapa kau tidak pergi?"ucap satria dengan menatapku
"Aku hanya berpikir mengapa didemensi ini tidak seperti film-film?"tanyaku Dengan menatapnya kulihat dia menahan ketawanya.
"Ada yang lucu??"tanyaku
"tidak tentang pertanyaan mu jawaban nya adalah karna disini berbeda dan juga kita disini mempunyai kekuatan"ucapnya
"lalu mengapa kita harus memakai peledak?"tanyaku dengan bingung.
"karna zombie juga mempunyai kekuatan,sudahlah cepat sana istirahat"ucap satria dan langsung pergi meninggalkan ku,akupun bingung kemana aku akan pergi.
"hai,perkenal kan namuku viola"ucap perempuan yang berusia 17 tahun itu yang bernama viola
"hai perkenalkan aku adeera"ucap perempuan yang disamping viola dengan dingin usia mereka seperti sama.
"Hai aku Safira xyaraa"ucapku dengam tersenyum.
"hai kak,kata senior kita satu kamar"ucap viola dengan semangat dan mengajak ku ke uks sedangkan adeera mengikuti kami dari belakang.
"kita tidur di uks??"tanyaku saat kami sudah sampai diuks.
"tentu setiap satu ruangan berisi empat orang"ucap viola dengan senyuman imut.
"kalau kamu tidak mau silahkan keluar"ucap adeera dingin,entahlah aku merasakan bahwa adeera tidak menyukaiku namun aku tidak tau kenapa.
Kulihat viola menatap adeera mungkin Viola tidak menyukai ucapan adeera kepadaku,aku hanya perlu bersabar karna disini aku adalah orang baru.
"Kakak jangan tersinggung yah deera memang begitu dengan orang baru tapi deera baik kok kak"ucap viola dengan tersenyum.
"Aku gak tersinggung kok"ucap ku padahal didalam hatiku sangat-sangat tersinggung.
"Baiklah kalau begitu ayo kita tidur"ucapnya.
"Tidur?apa kita tidak makan?"ucapku.
(Sekarang sudah malam hari yah
"Ohya kakak gak makan yah? tunggu aku ambilkan"ucap Viola
lalu Viola pergi meninggalkan kami seketika ruangan hening, kulihat adeera terus menatap ku sebenarnya aku tidak menyukai ditatap begitu namun bagaimana lagi kalau aku melawan nanti malah aku akan terjebak disini.
Setelah beberapa Menit akhirnya viola kembali, dengan membawakan sebuah mangkuk yang berisi mi bakso.
"Astaga begini amat Nasib ku"batin ku dan memakan mi bakso itu sampai habis.
Setelah memakan itu akupun disuruh tidur oleh Viola katanya dia aja yang mencuci piring ku sebenarnya aku tidak enak namun dia memaksa.
Akupun memejamkan mataku berharap aku bisa tidur nyenyak dan mengumpulkan tenaga untuk besok.
***
Keesokan harinya...
Semua zombi telah musna tinggal menunggu seseorang saja yaitu adalah Pemimpin A Dan B.
Kami semua telah berkumpul antara wilayah A Dan B. Dan yang paling depan adalah senior yaitu Satria.
Seketika langit bercahaya dengan terang yang menyilaukan mata. Yah pemimpin A Dan B sudah tiba kami tidak bisa melihat nya karna dia memakai pakaian lengkap dia dia mungkin laki-laki karna wajah nya tertutupi oleh cahayanya.
Tanah perlahan retak, batu-batu berukuran besar menghantam kami,aku menutup mataku karna mungkin akan menyakitkan.
Namun setelah beberapa lama aku tidak merasakan sesuatu segera aku membuka mataku ternyata kami pindah tempat aku sedang bersama Satria,viola,adeera, dan aku.
Kulihat adeera ketakutan dan memegang tangan Satria tiba-tiba aku merasa cemburu namun ini bukan waktunya untuk cemburu.
"Tenang aja kita akan menang"ucap satria melepas tangan adeera.
"Gue takut mati sa"ucap adeera
"Semua orang takut saat ini, termasuk aku dan yang lain"ucap nya
"Ayo menyerang"ucap Viola yang langsung mengeluarkan kekuatan es nya
"Serang"seru kami
Aku langsung segera berlari mengeluarkan api yang super panas segera aku Menyerang Dua orang yang ada didepan ku.
"Ahkkkk!!!"teriak nya.
Seketika ada batu yang mau menghantam ku,aku terlempar cukup jauh dengan luka yang yang banyak
"Apa kau tidak bisa berdiri?"tanya satria
"Ini hanya luka biasa jadi aku bisa berdiri"ucap ku
Kami pun berlari, tembakan mulai mengarah ke kami,ini sangat menyakitkan namun ini adalah perang antara hidup atau mati jadi kami harus kuat.
Puluhan gendung bergetar mungkin karna perang kami, banyak yang gugur di human B itu membuat kami senang namun belum beberapa lama sebuah pedang langsung kearah kami dan langsung banyak yang gugur dengan sekejap untung aku bisa menghindar sekarang kami tinggal 20 orang yang hidup yaitu aku,satria,adeera,viola dan lain-lainnya.
Setelah beberapa lama pasukan human B gugur begitu pun dengan human A kami tinggal berempat yang selamat.
Namun pemimpin nya masih belum muncul juga segera kami datang ke markas nya.
Saat kami menyelinap masuk sebuah panah mengenai satria ditangannya.
Aku langsung mengeluarkan kekuatan api ku untuk menyerang pasukan itu ternyata masih ada yang hidup.
"Serang!!!!"teriak Satria.
Kami saling menyerang dengan kekuatan,namun tiba-tiba aku merasa sangat sedih karna Viola terkena Serangan petir itu dan gugur, Viola yang gugur karna mencoba melindungi ku namun dia yang gugur.
"Kau!!!!!"teriak ku dan segera aku berlari sekencang-kencangnya dengan amarah yang menguasai ku,aku langsung mengeluarkan lahar api yang belum sama sekali ku pelajari.
Segera semuanya mati tidak tersisa.kami pun langsung menaiki tangga.
Namun gedung bagian atas meledak dengan dahsyat.kami hampir saja jatuh dari tangga.
Kami segera keatas kulihat 4orang sudah menunggu kami. Kami segera saling menyerang.
Adeera terjatuh dengan bersamaan 2 musuh, perlahan tubuhnya menghilang, sekarang tinggal kami berempat saling menyerang.
Satria segera mengeluarkan kekuatan airnya dan membuat satu musuh gugur kami pun tersenyum sekarang kami hanya perlu mengalahkan pemimpin nya yang bernama Ray.
Segera kami melanjut kan bertarung setelah berapa lama akhirnya kami menang dan segera aku mengambil pedang yang ada di pemimpin Ray itu yang telah menjadi debu.
Segera satria mengambil pedang itu dan memelukku.
"Fir apa aku boleh bilang sesuatu??"ucapnya dengan lirih
"Iya ada apa senior"ucap ku membalas pelukannya
"Aku mencintaimu"ucap satria
Segera satria berlari menjauhi ku dengan Tersenyum kepada ku.
"Aku mencintaimu Fir!!!"Teriak nya dan tiba-tiba satria meloncat dengan melambaikan tangannya.
Dan seketika suara bom berhasil kudengar dengan jelas.
Hatiku seketika hancur melihat satria yang gugur karna bom dipedang itu,aku hanya bisa Menangis sekeras-kerasnya untuk meluapkan tangis ku.
Aku berharap semoga teman perjuangan ku bisa hidup didunia.dan termasuk adeera viola dan satria
"Aku juga mencintaimu"lirih ku
"Selamat menjadi pemenang"suara yang masuk dari pikiran ku dan segera jantung ku merasa sangat sakit dan berapa lama semua menjadi gelap.
***
Aku merasa seluruh badan ku sangat sakit
Dan aku sangat susah membuka mataku
Namun aku memaksa nya walaupun sangat sakit.
Saat aku membuka mataku yang pertama kulihat adalah wanita yang kucintai dengan menangis menatap ku.
"I..ibu?"ucap ku dengan memandang nya kulihat ia menatap ku dengan gembira.
"Sayang akhirnya kau sadar"ucap ibu ku Mencium kening ku
"Akhirnya aku kembali"batin ku dengan Tersenyum
"Ibu ini sangat sakit aku hanya bisa menggerakkan tangan ku namun kaki ku masih sakit bahkan badan ku duduk saja aku sangat kesusahan"keluh ku dengan suara imut
"Kita hanya perlu berdoa supaya kamu bisa sembuh yah sayang"ucap ibu ku
"Ohya sayang dari tadi teman mu yang cowok menunggu mu bahkan selalu menjenguk mu"ucap ibu ku
"Teman?siapa Bu?"tanyaku pasalnya aku tidak memiliki teman cowok karna aku memang tidak suka dengan cowok
"Ayok masuk"ucap ibu ku dan segera masuk lah seorang pria yang berhasil mendapatkan cinta ku segera Air mataku mengalir deras
Pria itupun langsung duduk didekat ku.
"Satria??"ucap ku,aku langsung memeluknya dengan erat entahlah kekuatan apa yang diberikan kepadaku saat menemui satria karna kurasa badan ku tidak sakit lagi.
"Sayang kau telah sembuh??"ucap ibu ku tidak percaya Akupun langsung menganggukkan kepalaku dengan tersenyum.
"Sayang ibu pergi dulu mau memanggil dokter"ucap ibu ku yang langsung pergi.
Setelah ibu ku pergi langsung hening.
"Aku mencintaimu"ucap satria yang melepaskan pelukannya
"Aku juga mencintaimu hiks...hiks...hikss"lirih ku
"Jangan menangis masa pacar ku cengeng sih"ucap satria sambil mengelap Air mata ku.
"Aku tidak cengeng kali"ucap ku.
"Apa kau mau jadi pacar ku?"ucap satria dengan tersenyum akupun menganggukkan kepalaku dengan senyuman yang penuh kebahagiaan.
"Bagaimana kau bisa disini?"Tanya ku
"Karna kita satu ruangan"ucap satria dengan lembut
"Tunggu ini buku apa??"Tanya ku
"Itu buku tentang kisah kita waktu di demensi zombie aku juga punya"ucap satria mengeluarkan bukunya
"Mengapa judulnya bukan sekedar mimpi?,aku berapa lama gak sadar disini??"Tanya ku
"Entahlah namun saat aku baca buku ku itu tentang kisah ku saat di demensi itu,Satu bulan"ucap nya Santai
"Hah satu bulan!!!"teriakku
โก๏ธ๐ป๐๐๐๐โก๏ธ
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐๐๐๐,๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐๐ใท๏ธ
๐ฑ๐๐
๐๐:๐น๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐