Ketika penghulu mengucapkan Sah, seluruh keluarga dan para saksi turut memberi Selamat kepada kedua mempelai.
Tania yang berada di samping Rama sebagai suami sah tania, mereka bedua menikah resmi secara agama dan hukum.
Lalu tania menyalami tangan Rama dan beberapa Keluarga suaminya. Perasaan tania menjadi hambar, tak ada bahagia ataupun bersedih.
"Selamat yah sayang."Ucap ibu tania seraya menciumi kening putri Tunggalnya.
Ibu tania yang sering kali di sapa dengan bu nia, ialah wanita berstatus istri dari pak adnan. mereka menjodohkan Tania dengan seorang pria bernama Rama, anak dari sahabat bu nia. Awalnya tania menolak namun, karena rasa sayangnya kepada sang ibunda ia menerima perjodohan itu dengan lapang dada.
Di jodohkan dengan pria yang belum pernah ia temui, dan tidak tahu menahu dengan kepribadian calon suaminya.
Ia hanya mengetahui bahwa Rama yang berstatus suaminya, adalah Lajang yang bekerja sebagai seorang dokter di salah satu rumah sakit di kota itu.
Tania hanya mengiyakan perjodohan itu dengan ekspresi wajah yang tak dapat kita artikan. Pantas kah ia bahagia dengan pria pilihan ibunya?
~
~
~
Tiba di rumah kediaman Rama.Tania menyusun baju miliknya, di salah satu lemari di kamar utama.
Ia melipat dengan santai dan rapi, sambil menikmati kopi susu hangat buatannya.
Rama yang sedang berbaring di sofa, sambil bermain ponsel tiba tiba membuka suara.
"Aku akan keluar. Hanya sebentar "
Ia lalu mengambil jaket dan kunci mobil, lalu meninggalkan tania yang masih fokus melipat.
Tania hanya tersenyum, lalu kembali melanjutkan aktivitas nya. Ia merasa bahwa sikap Rama sangatlah dingin dan juga kaku kepadanya.
..........
Setelah selesai dengan urusan baju, Tania lalu menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Namun, Rama suaminya belum juga pulang dari tadi.
Ia mencoba menelfon ibu mertuanya, namun terhenti karena mengingat pesan ibunya.
Tidak semua masalah dan urusan rumah tangga kalian kamu bawa ke keluarga,cobalah untuk menyelesaikan nya berdua saja.
Tania kembali meninggalkan dapur menuju kamar,berniat untuk mandi karena hari sudah sangat sore.
Dringg..dring/ suara telfon masuk
Ada dua panggilan tak terjawab dari Rama, lalu beberapa menit kemudian Rama mengirim Whatsapp.
Tigg...
~
~
~
~
Cukup lama mila menghabiskan waktu di dalam kamar mandi. Akhirnya ia keluar dengan balutan handuk yang melekat di tubuhnya, dan satu buah handuk mini yang sedang melingkar di rambutnya.
Ia berjalan menuju ruang ganti, memilih piyama berwarna coklat yang sedikit agak terbuka.
Kemudian tania kembali menuju meja rias. Namun, langkah nya terhenti karena ponsel nya menyala.
"Apa aku telfon kembali yah? Emm jangan deh "
Akhirnya Tania tak menelfon Rama dan membaca isi pesan yang suaminya kirim melalui Whatsapp.
[Di rumah sakit sedang ada keadaan darurat, aku akan pulang besok] Whatsapp Rama
[Iya. Hati-hati mas] Balas Tania
Terkirim. Namun, tak dibaca.
Ada rasa kecewa yang muncul di hati Tania. Awal ia menerima Rama menjadi suaminya memang ia sedikit ragu, namun Tania mencoba menerim Rama dengan baik di kehidupan nya.
Lalu apa yang ia dapatkan, malam pertama setelah menikah Rama tak bersamanya.
"Semoga kesibukannya hanya di awal pernikahan saja"Guman-gumamny pelan
Akhirnya Tania Makan malam dan tidur sendiri dimalam itu.
~
~
~
~
~
Pagi harinya, sekitar jam setengah delapan pagi. Tania yang baru saja membuat sarapan di dapur, dikejutkan dengan kedatangan Rama yang amat terburu buru.
Tania memperhatikan setiap langkah suaminya sambil menautkan kedua alisnya.
"Mas rama..hati hati "
"Cepat kemari"
Akhirnya tania mengikut Rama yang sedang berjalan memasuki kamar.
Rama dengan terburu buru memasuki kamar mandi setelah menyuruh Tania untuk menyiapkan tas kantor.
Tania hanya menurut saja, menyiapkan segala persiapan suaminya. Entah beberapa detik kemudian rama keluar dari kama mandi dengan balutan handuk di perut sixpacknya.
Tania yang sudah selesai menyiapkan keperluan rama, ingin keluar agar suaminya lebih leluasa untuk memakai baju, rama yang sedikit berlari mengambil baju yang telah di siapkan tania, lalu menuju ruang ganti.
Bugh..
Tanpa di sengaja rama menabrak tubuh tania yang tengah berjalan menuju keluar. Hingga keduanya terbaring di atas kasur dengan posisi tania yang berada di bawah tubuh suaminya.
Tania merasakan sesuatu yang seperti kain menjatuhi kedua paha nya, ia lalu memejamkan mata tidak ingin menatap wajah rama yang hanya berjarak centi darinya.
Berbeda dengan rama, ia menatap lekat wajah tania yang sepertinya bersinar. Tak ada debaran hati yang rama rasakan, hanya saja ia merasakan selangkangan nya seperti sangat dingin.
Rama melihat di area sensitifnya. Ia lalu terpaku sejenak, handuk yang ia kenakan terlepas membuat nya malu.
"Tutup matamu. Dan jagan bergerak "
"Aku ingin keluar "
"Tetap disitu! "
Akhirnya tania menurut saja perintah sang suami.
Kembali dengan rama, ia dengan cepat memasang kembali handuk itu lalu berjalan kembali menuju ruang ganti.
..........
Cukup lama tania diam di kasur itu masih dengan posisi terlentang. Rama yang sedari tadi bersiap akhirnya selesai juga.
"Apa kau akan diam disitu sampai ajal menjemputmu? "
Tanya rama kesal
Tania yang merasa sudah dapat izin untuk bergerak buru buru membuka mata dan mulai berdiri.
"Aku akan tunggu di meja makan "Ucap tania meninggalkan rama yang sedang mengancing kemejanya.
Setelah mengatakan itu tania berjalan menuju dapur, menyajikan masakan yang tadi ia masak. Lalu menunggu suaminya, masih memikirkan kejadian tadi.
Apa handuknya tadi terlepas?
Tania tak menghiraukan kejadian itu dan memilih bermain ponsel saja.
Membuka media sosialnya, banyak kerabat terdekat yang ngetag nama akun tania dengan hastag REKOMENDASI NAMA BAYI.
Ia sampai geli sendiri saat melihat lihat komentar dari para sepupu dan teman temannya yang menyatukan nama Rama dan Tania yang menjadi Ratan dan Rani.
Sudah cukup lama Tania bersantai, akhirnya rama lewat seperti angin yang hanya lewat namun tak melirik tania.
Tania dengan heran menatap punggung rama yang sudah berlalu memasuki mobil.
Ia lalu menghampiri suaminya, yang membuat rama membuka kaca jendela mobil.
"Dirumah sakit akan ada operasi, jadi sebaiknya aku datang lebih awal "ucap rama seraya membunyikan mobil itu
"Tidak sarapan? "
"Aku akan sarapan di luar "
Tanpa menunggu Tania berbicara, Rama buru buru melajukan mobil miliknya menjauh dari rumah mereka.
Tania hanya bisa melihat kepergian suaminya lagi lagi dengan hati yang kecewa. Ia bangun pagi sekali untuk menyiapkan sarapan, namun rama sama sekali tidak mencicipi bahkan melirik masakannya.
Ia lalu memasuki rumah itu kembali, lalu sarapan dengan tenang dengan raut wajah yang datar dan hampa.
Siapa sebenarnya pemilik rumah ini?
...........
Setelah selesai sarapan, akhirnya Tania berniat ingin kemana belakang rumah untuk menyiram beberapa tanaman obat yang rama tanam sebelumnya.
Dringg..tuttt
Tania menoleh kearah sumber suara itu, ternyata telepon rumah berdering. Lalu ia mengangkat telpon itu.
"[Kak rama..kenapa membuatku menunggu ]" ucap seorang wanita dengan manjanya.
Kak? Apa maksudnya.
Bersambung....
hayoo siapa yang barusan nelfon?...hihihi
Jangan lupa vote author!