Spontan aku menatap mereka berdua bergantian dan mereka hanya terdiam, begitu pun dengan ku yang memilih langsung menunduk saja sembari melamun.
“Aku minta maaf Hifza, aku terlalu egois dan tidak berpikir panjang”Alvaro menghembuskan nafasnya panjang.
Aku bingung harus menanggapi apa sekarang...
“Semuanya yang terjadi, tidak mudah untuk ku terima”ucapku pelan setelah lama kami bertiga terdiam.
Setelahnya, kami kembali melanjutkan diam kami... semua yang terjadi benar benar diluar dugaan kami bertiga selama bersahabat.
Aku sengaja membuat jarak pada Daren dan Alvaro, dan mereka nampak mengerti itu.
✵❀✵
Saat ini kami telah memasuki tahun semester baru, yaitu semester ke 2. Atas kesepakatan bersama, kami duduk di posisi yang baru setelah dilakukan perombakan posisi.
Aku yang semula duduk di sebelah Alvaro, kini di posisi berjarak 3 bangku ke samping. Ku sadari Alvaro sering kali menatap ke arahku dengan tatapan yang tak dapat ku mengerti....
2 Minggu kini telah berlalu...
“Hifza...”panggil Alvaro, akupun menoleh ke arahnya.
“Aku tahu kamu membuat jarak diantara kita, tetapi ini sudah terlalu jauh Hifza aku benar-benar sudah tidak tahan. Pindah Bangku di Semester Baru juga menambah Jarak kita Semakin Jauh”
“Aku tahu semua yang terjadi sangat sulit untuk diterima, kesalahan yang aku lakukan sangat fatal untuk hidup kamu. Aku mohon maaf kan aku Hifza, aku benar-benar menyesal”ucap Alvaro sembari menundukkan kepalanya.
“Alvaro,Semuanya sudah terjadi dan sudah berlalu. Semua yang terjadi benar-benar sangat sulit untuk ku terima, bahkan kejadian itu adalah kecelakaan terburuk yang pernah ku alami. Aku sangat senang, kamu menyadari kesalahan yang kamu lakukan...”
“Aku sudah merenungkan semua yang terjadi selama ini, segala sesuatu pasti ada baik buruknya. Ya seperti yang orang bilang, semua ada hikmahnya... Dan aku berusaha menerima dengan lapang dada hal hal yang terjadi dihidupkan, aku berharap kedepannya terjadi hal hal baik untukku, untukkmu dan untuk yang lainnya juga. Singkat nya aku sudah ikhlas akan sesuatu yang sudah terjadi, dan aku sudah memaafkan mu”
“Terimakasih Hifza, terimakasih”ucap Alvaro tersenyum lega.
“Kamu juga memaafkan ku kan baby?”tanya Daren yang datang tiba tiba
“Hm, kamu juga”ucapku tersenyum sedikit wkwk
Kami pun duduk bertiga sembari memandang langit yang cerah, saat ini kami sudah berpindah tempat yaitu duduk di taman kampus..
“Ini agak terlambat tapi tidak apa thanks ya, kalian udah ngebela aku waktu itu”
“Sudah jadi tugas kami ngebela sahabat kami Za” ucap Alvaro tersenyum manis...
“Hmm sudah menjadi tugasku, menjaga calon istri ku” ucap Daren membuat ku tersedak ludahku sendiri dan Alvaro hanya tertawa dengan raut wajah terkejut.
“Heay, aku harus bertanggung jawab bukan... terlebih lagi aku mencintaimu, Hifza wanitaku”Ucap Daren sembari mengecup punggung tanganku.
Aku hanya tersenyum, kemudian membatin.
“Huft! semuanya masih sulit ku terima”
END.
(Last Day, Cerpen bersambung Day8 - Day14)