Kepala ku begitu sakit, tubuhku berasa kebas dan dingin. Terlihat matahari diatas langit begitu jelas menyengat meyentuh tubuhnya.
Roy melihat disekitarnya, dia mengingat-ingat kejadian sebelumnya yang menimpa dirinya.
Roy teringat bahwa dirinya menumpangi pesawat, dan Roy terdampar di bibir pantai, dia begitu linglung karena disana tidak ada siapa-siapa.
Tiba-tiba mendengar suara teriakan begitu keras dibalik hutan dibelakangnya, Roy berjalan mendekati sumber suara itu, semakin Roy mendekati semakin keras dibalik semak-semak.
Roy dikejutkan oleh seorang wanita yang hanya memakai beginian saja dan di depannya ada ular yang ingin segera menggigit wanita itu.
Roy akhirnya menolong wanita itu dengan tongkat di sekitarnya, dan berhasil Roy melumpuhkan kepala ular itu. Roy lalu berputar balik dan mengatakan kepada wanita tersebut "Pakailah bajumu terlebih dahulu sebelum berbicara."
Jelita tidak sadar karena dia melepas bajunya itu, dan akhirnya memakai bajunya kembali setelah kering ia jemur.
"Aku melepasnya karena aku ingin mengeringkan bajuku, karena basah." Jawab Jelita setelah memakai bajunya kembali dengan sempurna.
"Terimakasih sudah menyelamatkanku dari ular itu. " lanjutnya
Wajah Roy hanya datar, tanpa menanggapi begitu panjang.
"Kamu bukankah penumpang pesawat yang sama denganku bukan?"
"Iya, kita kejebak dipulau ini hanya berdua.' Jawab Roy
" Ha... hanya kita yang selamat, yang lain saya tidak tahu mereka dimana. Dan saya ingin pulang saya tidak mau disini, saya ingin menjalani karier ku sebagai selebritis."
"Sulit untuk kita kembali, tetapi kita harus bertahan hidup sampai ada pesawat diatas melewati pulau ini untuk mendatangi kita atau kapal penyelamat untuk membantu kita keluar dari pulau ini."
"Tidak bisa, saya ingin pulang sekarang!" Bantah Jelita.
"Saya sudah bilang sulit bagi kita pergi di pulau ini, setidaknya menunggu mereka datang kita harus bisa bertahan hidup dipulau ini. Dan sementara waktu kita tinggal didalam hutan sana." Jawab Roy
"Saya tidak bisa, saya tidak bisa hidup disini. Saya ingin pulang."
"Terserah, kita tidak ada pilihan lain. Kamu mau tetap disini atau ikut denganku didalam hutan untuk sementara waktu bertahan hidup." Jawab Roy tegas.
Kemudian Roy meninggalkan Jelita begitu saja dan masuk kedalam hutan, Jelita menengok kesana kemari benar-benar sulit dipercaya dia terjebak dipulau terpencil ini.
Mau tidak mau Jelita mengikuti langkah Roy dibelakangnya, tampak banyak suara-suara binatang disana seperti burung dan yang lainnya. Jelita hanya takut didalam ada binatang buas, akhirnya Jelita memegangi lengan Roy begitu erat.
Sampailah didalam hutan, Roy melihat buah kelapa.
"Kamu mau apa?" tanya Jelita.
"Buat minum untuk bertahan hidup kita."
Akhirnya Roy memanjat pohon kelapa itu dan menjatuhkan beberapa buahnya...
Setelah selesai mengambil buahnya, Roy dan Jelita meminum airnya dan beserta serat kelapa.
Mereka akhirnya kembali masuk kedalam hutan itu dan membuat rumah-rumahan kecil disana.
Roy setiap makan hanya memburu ikan dan beberapa hewan disana yang bisa dimakan seperti ular. Jelita begitu tidak bisa makan seperti itu tapi dengan keadaan Jelita semakin terbiasa memakannya karena kondisi mendesak dan lapar.
6 hari berlalu, Jelita berharap dihari ke 7 ada orang baik yang menjemput mereka berdua. Tapi sayang harapan Jelita pupus sudah menunggu seharian penuh dibibir pantai supaya ada kapal lewat atau pesawat terbang melintasinya dari atas, berbagai cara dia lakukan seperti menulis dengan tulisan besar di pasir "ADA ORANG DIPULAU INI" tapi hasil NIHIL dan cara selanjutnya dengan API itu pun juga SIA-SIA
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Bulan berganti tahun.
Harapan Jelita dan Roy pupus tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka berdua. Dan akhirnya ke bersamaan mereka membuatnya mereka jatuh cinta.
Mereka memutuskan akan menjalani hidupnya dipulau terpencil ini dan hidup bahagia.
-END-