Pada saat itu aku sedang duduk di pinggir pantai sambil melihat pemandangan pantai , tapi tiba tiba aku melihat sebuah ombak besar . Ombak yang sangat besar sekali , tinggi ombak tersebut kira kira setinggi dua pohon kelapa berukuran besar.
Aku seketika panik pada saat itu ,aku berusaha berteriak sekuat tenaga memanggil adikku yang pada saat itu sedang bermain pasir. Tapi sayang , suaraku kalah besar oleh bisingnya ombak dan teriakan lainnya. Aku langsung berlari ke arah adik ku .
aku tak bisa bernafas , dalam sekejap aku telah tenggelam di dalam ombak . Aku tak lagi melihat adikku yang aku lihat hanya kegelapan di dalam air. Aku mulai merasa oksigen di dalam otak ku mulai berkurang , penglihatan ku pun mulai kabur.
Kemudian aku langsung terbangun dari tempat tidur ku . "Itu hanya mimpi??" Ucap ku dengan keringat bercucuran. Aku sangat takut , mimpi ku sangat nyata . Aku hanya mempunyai adik satu satunya , adikku adalah keluarga ku yang masih ad .
Aku langsung keluar dari kamar ku untuk melihat adikku . Saat aku melewati ruang tamu , tv di sana menyala dan menampakkan sebuah berita.
"Lilu pasti lupa mematikan tv lagi" ucap ku dengan pelan. Lilu adalah adik ku dia berumur 8 tahun. Saat aku hendak mematikan tv aku melihat sebuah berita yang membuat ku terpaku .
-Dalam memperingati hari terjadi tsunami , yang dulunya menewaskan banyak korban . Beberapa orang mulai memberikan sumbangan dan doa untuk para korban dan keluarga yang di tinggalkan-
Aku mendengar berita yang mencengangkan dari tv , aku terduduk di sofa depan tv . Sambil mendengarkan berita yang sedang di siarkan , "apa apaan ini , bukankah kejadian itu hanya mimpi ku. Apakah lilu ku tak selamat ."
Bagaimana mungkin pikir ku , aku hanya berlari ke luar Karna aku melihat pintu rumah ku terbuka dan berteriak memanggil adikku. "Lilu ku mohon jawab kk , apakah kau ada di rumah . Lilu !!"
Aku masuk kembali ke dalam rumah ku , aku mencoba untuk berpikir positif ." Mungkin , mungkin lilu ku sedang pergi keluar ya . Ini mungkin " ucap ku dengan wajah panik , aku hanya duduk di sofa sambil berharap lilu ku segera kembali .
Beberapa menit kemudian aku melihat seorang gadis berjalan dari dapur menuju ruang tamu . Gadis yang berumur 18 tahun atau 17 tahun . Gadis yang sangat mirip dengan lilu .
Aku bangun dan menghampiri gadis tersebut , " siapa kau , kenapa kau ad di rumah ku ?? " Tanya ku dengan penasaran.
Gadis tersebut tak menjawab ku , aku hampir marah di buatnya . Apa apaan gadis ini pikirku kenapa dia berjalan ke arah ku tapi seakan akan aku tidak ad. Apakah dia menganggap remeh diriku .
Saat aku ingin bertanya lagi , gadis itu terus berjalan dan melewati ku . Aku tercengang , Kenapa gadis itu bisa melewati ku .gadis itu sudah duduk di sofa lalu menatap tv dan masih mendengar berita .
Aku memandang gadis itu lekat lekat , wajah gadis itu sangat mirip dengan lilu . Saat aku memandang nya lagi , gadis itu menitik kan air mata.
"Kaka ..hisk su..dah lama ,aku merindukan mu" ucap gadis di sofa itu dengan terputus putus . Hatiku sangat sakit saat melihat nya menangis , aku sadar sekarang gadis itu pasti adik ku.
Aku dengan cepat menghampiri adikku , "lilu Jangan menangis , kenapa kau menangis . Siapa yang menggangu mu , katakan pada kk ,lihat kakak lilu."
Ucapku sambil berdiri di hadapannya ,tapi adikku tak menghiraukan ku . Aku mencoba memuluk adikku tapi tak bisa .
Adikku lalu berdiri dan masuk ke kamar ku , dia menangis semakin deras saat masuk kamar ku . Pada saat itu aku baru memperhatikan nya , kalender di kamar ku adalah tahun 2014 . Bukankah ini tahun 2004 , aku mulai menyambung semua kejadian tadi.
Di mana saat aku terbangun , aku tak terlalu peduli dengan perabotan di rumah ini . Barang barang di kamar ku memang tak ad yang berubah . Tapi di luar kamar ku sudah banyak perabotan baru dan beberapa perubahan perubahan lainnya .
Kenapa aku mencari adikku keluar dan memanggil nya dengan kuat tapi tak ada jawaban .
Kenapa adikku yang masih berumur 8 tahun di ingatan ku menjadi seorang gadis berumur 18 tahun . Jawabannya aku sudah meninggal , kejadian mengerikan itu bukan mimpi itu adalah ingatanku yang nyata adanya.
aku tak selamat dalam peristiwa itu . Tapi adikku lilu selamat dari kejadian itu , dan sekarang sudah sepuluh tahun peristiwa itu berlalu .
Kenapa aku masih di sini , dan kenapa aku tak pergi karna urusanku dengan dunia sudah tak ada lagi . Itu jawabannya karena lilu masih belum membiarkan aku pergi , dan juga roh ku masih belum menerima kejadian itu . Roh ku masih menganggap itu semua hanya mimpi buruk ku.
Malamnya di saat adik ku tertidur ,aku mencoba untuk masuk kedalam mimpinya . Pada awalnya tubuh ku sangat sakit seperti tertusuk ribuan jarum , itu karna alam bawah sadar adik ku menolak sesuatu yang asing dan mencoba menyerang ku yang ingin menerobos alam bawah sadarnya.
Setelah dua kali mencoba dan alam bawah sadar adikku tak merasa aku berbahaya , aku berhasil masuk . Aku mendengar teriakkan seorang gadis , aku membalik kan badan ku . Aku melihat lilu ku yang memanggil ku dengan sekuat tenaga dan langsung berlari memeluk ku.
Dia menangis di pelukan ku , dia terus terus berkata dia sangat merindukan aku . Aku hanya mengusap usap badannya sambil memeluk nya . Aku membiarkan dia menangis mencurahkan semua kesedihan nya.
Aku tahu bahwa kehidupan nya selama ini pasti sangat ke Sepian dan tidak mudah. Bagaimana pun aku satu satunya keluarga nya pada saat itu , tapi aku harus meninggalkan nya pada saat dia baru berumur 8 tahun .
Dia harus berjuang untuk hidup sendiri di usia yang begitu kecil . Setelah merasa dia mulai tenang , aku berbicara padanya . Aku mengatakan aku juga sangat rindu dengan nya tapi bagaimana pun aku dan dia harus sama-sama ikhlas .
Dia menyetujui nya , dia juga tak ingin aku terus terusan terjerat di sini dan tak bisa menyelesaikan urusan ku di alam lainnya . Tapi dia meminta ku untuk terakhir kalinya menyayikan nya lagu tidur yang sering aku nyanyi kan dulu untuk nya.
Aku setuju dan menyuruhnya untuk tidur di atas pangkuan ku. Aku mulai melantunkan lagu
~ tidurlah yang nyenyak adikku , jangan pedulikan sekitar mu . Tidur lah seperti kau tidur di awan , jangan khawatir kan apapun . Aku kan terus menjaga mu.......~
Setelah selesai aku menyayikan nya lagu , aku keluar dari alam bawah sadar nya . Untuk terakhir kalinya aku melihat wajah adikku tertidur lelap .
Aku keluar dari rumah dan melihat matahari yang akan menampakkan sinarnya , tubuh ku pun berangsur angsur mulai menghilang seperti di telan oleh Cakra wala .
~~~~~~>>..... TAMAT.......>>>~~~~~£