aku kembali keruang belajarku, memandang langit yang Hannya berwarna. biru berkabut awan, lelah, setelah ibuku tau bahwa impianku hanyalah seorang designer, ibuku memaksaku untuk menjadi seorang arsitek, kedengarannya memang mudah untuk mengubahnya, apalagi dengan pekerjaan yang sebenarnya mirip-mirip saja, tapi apakah mungkin designer baju disuruh membuat rumah, sama saja seperti 'tukang gali sumur yang disuruh untuk menggali kubur' aihhhhh, memikirkan semua hal itu membuatku susah berpikir jernih, apalagi mengingat nenekku yang ternyata ingin aku menjadi dokter, ada-ada saja, ku buka buku gambar di atas meja belajarku perlahan kulihat gambar design baju-baju unik yang semakin ku buka lembarannya semaki. tertutup pula gambarnya dengan foto-foto atau design perumahan atau rumah sakit, oh tuhan dari sekian banyak pilihan, mana sebenarnya pilihan yang pantas untuk ku pilih?