Malam panjang, jarum jam raksasa yang berdetak. Udara dingin dan nyanyian suara burung hantu mencekam di keheningan malam. Malika tidka bisa memejamkan mata mala mini. Dia teringat akan cerita Beri tadi pagi tentang boneka berbicara pada jam 12 malam.
Malika merebahkan tubuh, melirik jarum jam kira-kira sepuluh menit lagi akan menunjukkan waktu 00:00 tepat. Di balik selimut, Malika memperhatikan lemarinya yang berisi berbagai macam boneka.
“Tidak, tidak ini hanya cerita fiksi belaka” gumamnya.
Duarr, ctar (Suara petir menggelegar).
Malika menutup telinga, dia sangat ketakutan. Manik mata masih menatap tanpa henti melihat boneka-bonekanya. Hingga sampai beberapa jam berlalu, Malika tidak melihat semua bonekanya berbicara. Kata kebanyakan orang, pada jam 12 bisa mendengar boneka berbicara. Tapi yang di rasakan oleh Malika hanya rasa kantuk mala mini yang semakin menutup matanya membuat semakin menjadi kantuk mata panda.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
NB: Ini adalah edisi author sedang sibuk di RL. Mengejar deadline dan segala rutinitas yang padat. Salam persahabatan buat pembaca di segala penjuru dunia. Semoga tetap sehat-sehat dan bahagia.
#Instagram @arsyalfaza