Aku. baru saja pulang kerja , rumah terlihat sepi
karna putriku lagi ikut kegiatan sekolah sampai sore. sedangkan suamiku juga belum pulang.
" Assalamualaikum " kataku ketika masuk rumah
walau pun tak ada orang didalamnya.
Lalu aku meletakan tas kerjaku dikamar dan berjalan kedapur untuk minum.
" yah sepi enaknya ngapain ya " kataku bicara
sendiri sedangkan jam menunjukan pukul
03 25 menit.
" oh sholat ashar dulu deh" bathinku lalu berwudhu
dan mennunaikan ibadahku sebagai umat muslim.
Setelah sholat kuhempaskan badan dikasur empuk untuk melepas lelah sejenak.
dan sekitar jam 5 aku terbangun karna ada suara
gaduh didapur.
" siapa ya" bathinku yang bangun dan berjalan
mengitip dapur"
" ba............
" aaaa.........." teriakku kaget.
" ha ...ha...ha.... tawa icha mengelegar ....
" ish dosa ya ngangetin bunda" kata ku gusar.
" he ...he.....he......kekehnya....
" lagian bunda jalannya kaya orang takut aja" kata
putriku icha.
" bunda kira siapa ....ih dah bunda mau mandi " kata melengos kesal hampir saja rasanya jantung copot.
" icha nanti ginap di rumah uty ya bun" kata icha
sedikit berteriak ketika aku ingin masuk kamar mandi.
" terserah......." jawabku.
....................................
" bun besok temani icha nonton ya ,kan bunda libur
besok " kata putriku yang kini sudah kelas 1 smp.
" kan bisa bareng sama teman temanmu, kok
bareng bunda?" aku balik bertanya.
" mereka sudah pada nonton bun" kata icha lalu duduk disebelah ku.
" emang nonton film apa sih?" tanyaku.
" film Kkn didesa penari atau cukky 3." jawabnya enteng.
" hadeh kok film horor kok ditonton'" kataku.
" ih bunda ngak asyik nih, itu seru, menengangkan
icha suka kok" kata putriku manyun.
" ajak ayah aja deh" kataku ngeles yang memang rada ngeri ngeri sedap lihat yang horor horor.
" ah ngak seru sama ayah" kata icha sewot.
" wong itu cuma film kok bunda takut" sindir icha
padaku.
" eh....mana ada bunda takut" kataku ngelak.
" buktinya tuh bunda ngak mau nonton, karna
takutkan" ledek icha.
" ih..........bukan gitu" jawabku bingung.
" ayolah bun kan nontonnya siang, bukan malam
jadi ngak perlu takut bun, itu cuma film" kata
aisya. merengek padaku.
" ya..... besok bunda temani.l" kataku menyerah.
Karna ngak mungkin membiarkan putriku nonton
sendiri.
...............................
Kamis sore aq tak sengaja pulang kerja lebih cepat. karna putriku ada kerja kelompok jadi
dirumah aku seorang diri. sambil nonton tv
aku rebahan di kasur putriku. karna memang
suami ku menaruh satu tv dikamar icha untuk
nonton film kesukaan yaitu ipin dan upiin.
Tak terasa mataku terasa berat namun
aku masih sedikit sadar, tapi lama lama
aku serasa sedang tiduran dikamarku.
Kulihat rumah begitu sepi dan gelap gulita
aq beranjak dari kamar sambil meraba raba
mencari suamiku.lalu aku mengambil
hp dan menghidupkan senter.
aq berjalan sendiri ,ku coba untuk menyalakan
saklar lampu namun nihil tak mau menyala.
' apa mati lampu " gumanku pelan.
Lalu aku pun melangkah kekamar putriku
dan kamar terlihat kosong melompong.
" kemana mereka" bathinku bingung.
" mas....mas.......icha, icha..." panggilku
lalu menuju dapur
Namun tak ada siapapun disana. lalu aku
kembali keruang tengah dan menerangi
ruangan itu dengan ponsel ditanganku.
namun nihil ruangan terlihat kosong.
" kret.............
" terdengar suara pintu terbuka.
" mas....mas..... " kataku menuju kearah suara.
Aku mendekati kearah suara pintu yang terbuka
yang nyatanya dari arah gudang barang barang
yang tak terpakai.
" loh...kok pintunya terbuka" kataku sambil menyenteri gudang .terlihat boneka boneka
masa kecil putriku yang sudah tak terpakai.
tergeletak digudang begitu saja....
Lalu aku menutup kembali pintu gudang itu
dan ketika hendak melangkah pergi.
" hiks....hisk....hiks ....
Terdengar suara tangis anak kecil sedang
menangis. sedangkan bulu kudukku mulai
berdiri karna merinding.
Dengan cepat aku meninggal kan kamar gudang
menuju ruang tengah namun ...
" brak.....kret..........
suara itu terdengar lagi dari arah gudang dan kali
ini aku kembali untuk mengunci pintu gudang
karna tadi hanya kututup pintunya saja.
Teng.....teng......terdengar jam berdeting nyaring
diruang tengah menandakan jam 12 malam.
aku pun berdiri mematung. kaku serasa badanku tak bergerak. lalu aku melihat kearah pintu gudang
dan........
Ya Allah...... aku membekap mulutku sendiri.
Ketika boneka boneka digudang berjalan kearahku
dengan pelan dan terlihat dibelakang boneka boneka itu salah satunya boneka cukky yang
membawa pisau ditangannya.
aku melangkah mundur perlahan namun kaki
ku tersandung kursi. lalu terpeleset kelantai.
aku pun segera bangun dan hendak melangkah
namun boneka cukky sudah ada didepanku
ingin menusukku. dan
" aaaaaaa............teriakku ketika pisau itu menancap dikakiku.
" de.....de.....de.........bangun.....terdengar suara
suami ku dan .....
" huh......huh.....huh...... tanganku langsung erat
memegang tangan mas fandi.
keringat dingin mengalir di tubuhku
" kamu mimpi apa?" tanya mas fandi menatapku
heran.
" sampai ngelindur teriak teriak gitu untung ngak didengar tetangga" kata mas fandi.
" seram mas " jawabku lemas ternyata hanya mimpi.
" makanya kalo mau tidur baca doa dulu, biar
ngak ada jin usil yang nakutin" nasehat mas fandi
padaku.
" iya mas lupa " jawabku lalu melepaskan tangan
mas fandi.
" sudah sana mandi,nanti kita sholat magrib berjamaah" kata mas fandi.
" besok besok lagi, tidur lihat waktu, jangan di
waktu hampir magrib kan bunda bisa pasang
alarm" kata suami ku lagi.sambil menuju ruang tengah
" ya mas kataku berlalu ke kamar mandi membersihkan diri.
Aq mandi dengan cepat, lalu sholat berjamaah bersama suamiku.karna putriku sedang kerumah
utynya yaitu mertuaku.
Seleasai magriban akupun ingin mengaji sebentar karna malam ini malam jum,at.aku mengambil alquran di atas estalase namun sepintas mataku memandang boneka beneka putriku yang dipajang disana.
" ih ...seram m..." kataku bergidik ngeri karna membayangkan hal yang menyeramkan sampai
membuatku spot jantung sore tadi seakan itu
benar benar nyata.
" katanya jam 12 malam bisa mendengar boneka bicara seperti manusia" guman ku.
" mana ada itu cuma bayangan kamu aja de" kata mas fandi yang merangkulku menatap estalase.
" sudah ngaji sana ngak kepikiran yang macam
macam , karna jin itu datang menakuti kita
apabila kita takut" kata suamiku.
" ya mas kataku" seraya menuju sofa dan
duduk tenang dan membuka alquran lalu mengaji
yang membuat ku tenang tampa rasa takut lagi.
Malam sebelum tidur aku berdoa dulu
karna masih ada sisa rasa takut didalam diriku.
" sudah tidur " kata mas fandi memelukku erat
dan mencuim pucuk kepalaku sambil membaca
ayat kursi. dan mengelus punggung ku dalam pelukannya yang membuat ku nyaman. dengan
menaruh kepalaku didadanya
Tamat.
.