"Cintailah seseorang sewajarnya saja, karena bisa jadi esok kau sangat membencinya." Hanya kata itu yg bisa aku berikan untuk semua orang yg sedang dimabuk asmara. Cinta dulu telah membutakan mataku. Namun sekarang aku tak mau lagi terbuai akan cinta. Namaku Mirza. Aku sangat mencintai Linda yg sekarang menjadi mantan istriku. Kami dulu menikah tanpa restu orang tuaku. Aku rela meninggalkan semua yg aku miliki untuk bisa hidup bersama dgnya. Namun ternyata pengorbananku berakhir sia-sia. Linda menghianatiku. Bahkan dia dg tidak tau malunya membawa selingkuhannya itu kerumahku.
Kebohongan yg sering ia ciptakan setiap hari tak pernah aku sadari. Dulu ia keluar rumah dg dandanan cantik beralasan arisan. Dan aku hanya mengiyakan saja tanpa ada sedikitpun rasa curiga. Aku kira dia tak akan menghianatiku. Sebab dulu kita menikah karena saling cinta. Tapi ternyata sekarang cinta itu telah membuat hatiku sakit.
Pernikahan kami telah berjalan 5 tahun. Namun kami belum mempunyai anak. Tetapi hal itu tak membuat rasa cintaku berkurang sedikit saja. Aku berfikir mungkin kita belum diberi momongan karena kita terlalu sibuk kerja. Oleh karena itu aku menyuruhnya mengundurkan diri dari tempat kerjanya. Tapi ternyata keputusanku salah. Pagi setelah aku berangkat kerja dia tak punya kesibukan. Dan waktu itu dia gunakan untuk berselancar di media sosial. Mungkin berawal dari iseng, dia mulai dekat dg laki-laki yg ia kenal. Mulai bertemu dan hingga akhirnya berani membawa selingkuhannya itu kerumah saat aku tugas keluar kota. Sekali, dua kali tetangga tak ada yg curiga. Namun lama-lama ada tetangga yg memberanikan diri mengungkapkan itu kepadaku.
Malam itu setelah aku tugas dari luar kota aku bertemu dg pak Hadi, tetangga depan rumahku. "Pak Mirza baru pulang..?" Sapanya "Iya pak.." jawabku "Tumben pulangnya cepet. biasanya kan ada 1mingguan keluar kotanya. Pasti pak Mirza pulang cepet untuk ketemu saudara bapak yg dirumah itu ya ?" Akupun bingung dg ucapan tetanggaku itu. Pasalnya sejak kami menikah tak ada saudaraku yg datang kerumah apalagi sampai menginap. Akupun segera masuk rumah. Ku panggil Linda namun tak ada jawaban. Akhirnya aku masuk dg kunci cadangan. Dan alangkah terkejutnya diriku saat menemukan istriku sedang bercumbu dg seorang laki-laki yg diakuinya sebagai saudara kepada para tetangga. Akupun sangat marah. Aku segera menyeretnya dan selingkuhannya ke kepala desa untuk selanjutnya diserahkan polisi. Aku sangat malu dg kelakuannya. Seketika aku menjatuhkan talak kepadanya. Dan kemudian aku mengurus perceraianku dg Linda.
Aku pulang kerumah orang tuaku dg penuh penyesalan. Aku meminta maaf kepada mereka karena telah meninggalkan mereka untuk wanita yg salah. Dg lapang dada mereka memaafkan semua kesalahanku. Sekarang aku sadar, bahwa naluri orang tua sangat tajam. Terutama menyangkut anak yg paling disayangi. Kini cintaku untuk Linda aku kubur dalam-dalam bersama luka dihatiku. Cinta, ketulusan dan pengorbananku tak berarti apa-apa baginya. Justru dia berani menghianatiku. Melakukan hal yg menjijikan itu dirumahku. Linda, sekarang cintaku padamu telah berubah menjadi benci.