Pagi-pagi buta aku diburu oleh waktu, dimana aku harus bekerja seperti biasa sebagai MUA yang profesional. Dikehidupan yang nyata ini saya cantik, putih, langsing, seksi, dan anggun, kerjaku begitu cekatan, senyumanku bisa membuat pria tidak bisa mengedipkan mata, apa lagi pelanggan alias artis yang kerap aku make up, bisa ku make over menyulap wajah mereka seperti bukan dirinya sendiri. Sambil saya menunggu artisku datang dilokasi syuting saya sering menghabiskan waktuku menulis novel. Kemudian entah kenapa mataku mengantuk dan ingin tidur sebentar di meja rias yang biasanya.
Begitu bangun tidur, aku malah berada di novel yang aku tulis sendiri, aku yang awalnya seorang MUA cantik sekarang menjadi gendut, jelek dan ditertawakan orang-orang, aku yang tahu betul alur ceritanya seperti apa tapi aku hanya sekedar membuat novel tapi bukan aku perannya dengan tubuh gendut ini.
Aku adalah Cahaya, kini aku berada didalam novel layaknya aku harus menjadi pemerannya disana.
"Ay, kenapa kamu bengong?" Tanya si Joe yang datang menghampiri Cahaya.
Cahaya menatap Joe dengan teliti, didalam novel Joe adalah laki-laki tampan yang punya tubuh tegap dan tinggi.
"Aa... aaku, " jawab terbata Cahaya. Karena begitu canggung untuknya, karena baginya dia tidak mengenalinya didunia nyata, tapi dipertemukan didunia novel.
"Sudah, kita balik lebih awal aku ingin kita jalan kearah kesana." Sambung Joe
Akhirnya Joe menarik Cahaya jalan menyusuri jalan yang telah usai hujan. Joe ingat satu hal untuk Cahaya.
"Oh ya, bukankah 2 jam lagi adalah ulang tahunmu? Kamu mau apa dariku?" Tawar Joe sambil berjalan mengiringi langkah Cahaya.
Seketika Cahaya diam sejenak, dia melihat tubuh gemuk dan wajah jeleknya itu. Senyumnya terukir indah lalu Cahaya berlari kecil lebih awal dan tersenyum.
"Aku ingin cantik, aku ingin kurus!" Ucapnya sambil menari-nari kecil dijalan. Tetapi Joe tersenyum dan memotret tingkah Cahaya tanpa disadarinya.
"Hanya itu saja?" Tanya Joe sambil menyelipkan ponsel nya disaku mantel tebalnya itu.
"Eghh!" Angguk Cahaya. Lalu Joe mengacak-acak rambut Cahaya begitu saja. Jelas Cahaya kesal dan ingin memukul Joe, ets... tapi sayang Joe berlari jalan pergi lebih dulu, Cahaya tak sanggup mengejarnya.
Akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang begitu Indah. dimana mereka bertemu awalnya disini, Cahaya banyak membantu Joe. Joe sangat senang mengenal Cahaya.
5 Menit lagi adalah ulang tahun Cahaya ke 23 tahun di tahun 2022 ini. Joe menatap Cahaya yang ada didepannya.
"Ay, aku tidak perduli kamu seperti apa, fisikmu yang bagaimana. Tapi bagiku kamu adalah tempat ternyamanku untuk pulang. Yang aku inginkan sekarang adalah... Aku ingin memberi kado special untukmu, maukah kamu menerima laki-laki sepertiku?"
Seketika Cahaya terkejut dengan ucapan Joe barusan. Di novel sebelumnya Cahaya menulis akan menemui ibu peri untuk memberikan ramuan untuk membuatnya cantik dan kurus. Tetapi perubahan Cahaya yang seperti itu, membuat Joe tidak mengenalinya.
Joe laki-laki yang tampan dan mapan dan bisa menerima wanita yang gendut dan jelek. Bahkan didunia nyata pun ada, tidak semua diukur dengan segi materi maupun fisiknya. Tergantung setiap manusianya masing-masing.....
-End-