Novi dan Dzikri adalah sepasang kekasih yg telah berpacaran sejak SMA hingga kini mereka duduk dibangku kuliah. Tidak seperti para remaja yg cenderung melakukan hal negatif saat pacaran, mereka justru menjadikan hubungan mereka spirit untuk meraih mimpi mereka. Hal ini dibuktikan dg prestasi mereka disekolah. Bahkan mereka dapat dg mudah masuk kuliah lewat jalur khusus prestasi.
Hubungan Novi dan Dzikri berjalan dg baik. Namun entah mengapa sejak masuk kuliah semester baru ini Dzikri merasa ada yg berubah dg Novi. Dzikri merasa hubungan mereka agak renggang. Sikap Novi menjadi dingin tidak seperti biasa. Mereka yg dulu selalu duduk bersebelahan sekarang tidak. Novi selalu meminta bertukar bangku dg teman yg lain saat Dzikri duduk disebelahnya.
Pada suatu hari, Novi datang terlambat. Dan hanya ada 1 kursi kosong yg letaknya disamping Dzikri. Dg sangat terpaksa akhirnya mereka duduk bersebelahan. Kesempatan itupun digunakan Dzikri untuk meminta penjelasan dari Novi atas segala sikapnya. "Makasih.. Udah mau duduk disampingku lagi." Bisik Dzikri. Namun Novi tak menjawab apapun "Kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menghindar dariku? Aku chat gak pernah dibalas. Bahkan hanya untuk sekedar duduk bersebelahan saja kamu gak mau. Kamu selalu menukar bangkumu dg orang lain dan menjauh dariku. Apa kamu tahu jarak kita yg semakin jauh itu seperti hubungan kita." Bisik Dzikri lagi namun tetap saja Novi membisu.
Pukul 4 sore perkuliahan mereka selesai. Dosen mata kuliah itu sudah keluar dari kelas. Para mahasiswapun ikut berhamburan keluar. Dzikri mengenggam tangan Novi erat. Dia ingin mengajak Novi pulang bersama dan menyelesaikan masalah mereka. "Aku anter pulang ya. Tapi kita mampir bentar ke taman kota. Kita perlu bicara" ajak Dzikri yg dibalas anggukan oleh Novi.
Taman kota letaknya tak jauh dari kampus mereka. Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai kesana. Sesampai disana mereka duduk dikursi taman yg terletak dibawah pohon. "Nov.. kenapa sikapmu berubah? Kamu selalu menghindar dariku.. bahkan saat kuliah kau selalu menukar bangkumu dg orang lain. Bukankah kamu tahu kalau aku tak bisa jauh-jauh darimu?" Kata Dzikri. Namun bukannya jawaban yg didapatkan. Justru Novi menangis, membuat Dzikri bingung. Setelah beberapa menit barulah tangisnya terhenti. "Maaf aku selalu menghindarimu. Karena sebentar lagi aku menikah. Aku telah dijodohkan oleh orang tuaku dg salah satu dosen dikelas kita."
Jawaban itu sontak membuat nafas Dzikri berhenti sejenak. Hubungan yg telah mereka jalani bertahun-tahun ternyata harus berakhir begitu saja karena sebuah perjodohan.