Aku masuk dalam novel begitu bangun tidur, itu rasanya seperti mimpi namun nyata.
Ceklek, suara pintu terbuka.
"Astaga Nia, kau tidur?"
Aku menatap wanita itu heran.
"Nia, aku bicara pada mu! Cepat kau antar berkas itu ke ruang rapat, bos besar Zian sudah menunggu berkas itu." ujarnya lagi.
Astaga ini seperti mimpi, wanita ini pasti ibu Wang, orang yang menjebak ku agar aku tahu siapa bos besar yang mereka maksud.
"Eh iya, aku antarkan ini dulu." aku pun langsung berjalan ke arah ruang rapat berada, apa aku ikuti alurnya saja ya? dalam alur novel yang aku baca, Nia berlari menjauh dan menghilang dari om Zian, tapi aku... aku harus apa sekarang ya?
Bugh, seorang wanita keluar dari ruang rapat dan menubruk hingga berkas yang aku bawa terjatuh.
"Maaf ka, aku tidak tahu jika anda akan ke luar." ujar ku nun wanuta itu tidak menjawab dan terlihat ia menangis dan langsung pergi.
Dari dalam ruang rapat aku mendengar suara yang tidak asing, suara itu ya itu suara om Zian.
"Apa ini? Kerjaan mu tidak becus, tidak ada peningkatan dalam kinerja mu, besok tidak perlu masuk lagi."
Aku menerobos masuk ke dalam ruang rapat, "Jadi selama ini om Zian yang menjadi bos besar di sini? Kalian membohongi ku?" ucap ku tak percaya.
"Aku bisa jelaskan ini Nia!" ujar Zian dengan menggenggam erat tangan ku.
"Lepas om, om jahat." mau mencoba melepaskan genggaman tangannya pun percuma, ini seperti kepitung yang sedang mencapit.
"Aku bisa jelaskan ini Nia, kalian semua keluar, rapat selesai." ujar Zian pada semua orang yang ada dalam ruangan.
"Aku bisa jelaskan ini Nia."
"Jelasin apa om?" harusnta aku sudah lari jauh dari om Zian kenapa sekarang malah aku mau mendengarkan penjelasannta? Haduuuh, ini kan tidak ada ceritanya dalam Novel.