Hal ini sungguh di luar dugaan ku dan di luar dari perencanaan ku. Jadwal kerja yang sudah aku atur dengan sedemikian rupa, harus berantakan dan tidak jelas setelah pesawat yang aku tumpangi mengalami kecelakaan belum lagi kenyataan hanya aku dan Suzy, dua makhluk hidup yang selamat dari kecelakaan pesawat yang kami tumpangi.
Bisa di bilang aku dan dia masih beruntung, bukan dia tapi aku. Aku masih beruntung bisa terdampar di pulau terpencil bersama selebriti cantik setelah kecelakaan pesawat, heeem beeuntung dari mana?
"Hey! Apa yang kau lakukan itu sungguh tidak ada gunanya! Mana bisa api menyala hanya dengan menggosokkan batu itu? Jangan mimpi." ujar Suzy.
Aku hanya diam tanpa berniat untuk menjawab perkataannya yang meremehkan ku.
Setelah api itu menyala, kini aku menangkap ikan. Tapi aku harus masuk ke dalam pulau untuk mencari batang pohon yang bisa aku jadikan senjata untuk menangkap ikan.
"Hey! Mau apa kau ke dalam sana? Dasaaaar pria bodoh, baru busa menyalakan api saja sudah belagu!" omel Suzy.
Aku kembali dan berjalan ke pantai untuk menangkap ikan dengan batang bambu, ku rasa ini bisa di jadikan senjata untuk menangkap ikan.
"Ahahaha, mana bisa kau menangkap ikan dengan cara mu? Harusnya kau membawa serta alat pancing jika ingin memancing ikan." ejek Suzy yang melihat ku gagal berkali kali dalam memanah ikan.
"Yes, akhirnya aku dapat makan malam." ujar ku dan kini membakar dua buah ikan yang aku dapatkan.
Suzy hanya menatap ku dengan entah lah, hanya wanita itu yang tahu.
"Apa aku boleh minta ikannya? Sepertinya perut ku laper." ujar Suzy dengan raut wajah memelas.
"Buang wajah menyebalkan mu itu." aku menyodorkan ikan bakar pada Suzy dan gadis itu memakannya dengan lahap, terlihat sekali jika ia kelaparan.
"Maaf, aku sudah menyepelekan mu, aku sungguh beruntung bisa bertemu dengan mu, aku beruntung bisa berada di pulau ini dengan mu, aku yakin dengan mu aku bisa bertahan di pulau ini." ujar Suzy.
"Selain pandai menyepelekan, kau juga pandai bicara ya!" ejek ku.
"Iya maaf, aku tidak akan merendahkan mu."
Setelah perut kenyang terisi, aku dan Suzy menikmati dinginnya angin laut dengan berlantaikan pasir, beratapkan langit.
"Kalo di lihat dari dekat, kau tampan juga." gumam Suzy menatap ku intens.