pada saat itu usiaku baru 15 tahun .masih SMP.yah boleh dibilang aku sangat dekat pada ibuku.kami layaknya seperti seorang teman.ibuku adalah wanita yang terbuka,sangat menyenangkan berbincang dengannya.hari itu hari Minggu sore hari.seperti biasa ibuku sedang masak untuk makan malam..pada masa itu masak masih menggunakan kayu..namanya juga pedalaman..
"mama" baru pulang bermain
ibuku tak menjawab..dia masih asyik menggiling cabai.
mama..kubantu y..kataku..
sekarang baru ingat tolong mama.kenapa gak dari tadi..masakpun harus nunggu mama..kau anak gadis.."tet"(panggilan kecilku ya flend berlaku sampai sekarang di keluargaku☺️)belajar kau masak jangan main main aja taumu
"iya Lo ma..inikan kubantu"
ibuku sangat cerewet.dan aku slalu kesal kalau dia ngomel dulu tapi sekarang aku sangat rindu caranya marah padaku😊😭
kamipun bercerita blablabla..banyak hal yang dia katakan. padaku..bertanya banyak hal.disekolah kekmana
dan aku juga sllu terbuka tentang apapun itu.walaupun itu tentang asmara atau cinta monyet.
singkat cerita akupun bertannya
mama kek mana mama pertama kali mama jumpa ma ayah..kataku sambil tertawa
untuk apa kau tanyak tanyak..gk ada gunanya samamu itu..(ibuku menggunakan bahasa Batak ya flend.)
ya aku mau tau loh ma..kataku..
kau pikir dulu mama macam kamu main main aja..ujar ibu berdiri mengambil sesuatu didekatku
jadi mama dulu pacaran sama ayah..'
'tak' ...aaww telingaku disentil mama sakit Lo ma..kataku..sambil terus memetik sayuran.
aku tersenyum..
mama dulu gak macam kmu..kata mamaku
orang dulu gak macam sekarang bebas.dulu mama keluar rumah pun susah
masa itu ayahmu yang bucin ke mama(bahasa aku ganti ya flend..)tiap hari datang duduk di Titi..
rumah nenek memang sangat dekat dengan Titi..dan biasanya dititi adalh tempat kumpul anak muda jaman dulu..pada masa itu masih ketat adat istiadat..pria dan wanita gak boleh kumpul bareng..
pakaian juga dulu beda kata mama.
anak gadis masih memakai sarung..
tiap malam ayahmu datang..sambil main gitar duduk dititi..lagu yang biasa dinyanyikan ayah adalah lagu Mardatila lagu Roma irama.suara ayah sangat bagus..
ayahmu bukan datang jumpai mama..tapi kakekku.asal datang bawa durian.langsat ..banyak lagi kata mama..
aku hanya tertawa..lanjut bertanya
jadi kok bisa mama nikah ma ayah kataku
saat itu kakek sudah mulai suka pada ayah..lalu pada malam hari.auah mengetuk jendela kamar mama..
"besok aku datang kerumahmu melamarmu ya"
itu adalah kata ayahku
jadi mama terima.sesingkat itu hanya seperti itu.
ayah dan ibukupun menikah..tidak banyak cerita cinta mereka bisa dikatakan instan
ibuku menikah di usia17 tahun sementara ayah berumur 21tahun
dari ibuku aku belajar dan melihat bagaimana perjuangannya dalam mengurus rumah tangga
bagai mana caranya mencintai ayahku
mencintai bukan berarti kita tidak pernah marah.tidak pernah bosan.
kadangkala ada masanya ya aku melihat ayah ibu bertengkar.bahkan saling pukul.yah itu dengn jelas kulihat dimataku..dan meskipun begitu ayah dan ibu tak pernah saling diam,selesai bertengkar pada waktu makan ..ibuku kembali seperti biasanya menghidangkan makanan untuk ayahku..berbicara dan mengobrol seperti biasa seolah olah gk trjadi apa apa
ternyata saat mencintai seseorang kita tidak hanya harus meminta baiknya.tapi kita juga harus terima sikap kasarnya.jahatnya buruknya .
dia bukan orang yang sllu membuatmu tersenyum.tapi dia adalh orang yg paling membuatmu menderita . menangis.juga bahagia diwaktu bersamaan
ayah sakit keras hampir setahun ibu sangat setia tetap bersama ayah.
pada masa itu aku sudah berumur 17 tahun dan sudah merantau..akuemilih merantau.agar bisa menolong ibu..jadi ibu tidak perlu bekerja dan hanya fokus merawat Ayah
seminggu sebelum meninggal ayah dan ibu berbincang saat itu aku sudah pulang karna ayah sudah sakit parah
kudengar percakapan mereka..ayahkubsaat itu dah gak ada tenaga buat bicara ibu yang berbicara
oo ayakna(panggilan ayah dari ibuku) kalauang dah mau pigi kau pigilah ayakna..gak usah pala takut..kau aku gak nikah lagi..anak kita inilah yang kuperjuangkan..ibuku menangis.
malam itu suasana sangat hening..percakapan yg memilukan kudengar begitu lirih..
ayah hanya menghisap jempol tangan ibu..ibuku menangis..sangat lama..suaranya terdengar pilu..pasrah sakit serta takut..sungguhalam itu aku tak mendekatinya aku hanya ikut mengis memeluk adikku..
ayah masih dalam kondisi yang buruk..
Jumat sore ayahku meninggal
ibuku tak meneteskan air mata saat itu..yang kulihat betapa lingkungannya dia pada saat itu
aku bisa merasakan rasa takut dihatinya.rasa kehilangan dimatanya
serta rasa hilangnya dunia baginya.
dia hanya terus memandang wajah ayahku.memandangibwajahku dan adik adikku
yah aku bisa Merasakan duka dalam hatinya..
barulah aku berani memeluknya..tubuhnya sangat dingin saat itu..gemetar..aku hanya melulukya aku menangis sejadi jadinya. dalam pelukannya
ma ..mas ..yah haribitu sangat tidak aku sukai..sangat sakit dan ku benci
kesedihan berlalu ibuku hingga saat inipun tidak menikah lagi..ayah meninggal diusia yg muda 38 tahun..
setiap kali dia berjiarah 10 meter dari makam airata ibuku akan mengalir..sesampainya di makam ibu akan sllu bercerita pada ayah..tentang bagaimana kmu tumbuh dewasa
yah seperti itulah meski tak lagi bersama namun rindu tak bertepi..cinta ibuku pada ayah terbukti..bagaimana caranya membesarkan kami..
sebuah cinta yang tak lekang meski masa berubh
sekilas cinta yang kulihat didalam keluargaku.