Aku memiliki sahabat yang sangat baik padaku, walaupun status kami sangat berbeda tapi dia tidak pernah menganggap rendah diri ku.
Aku seorang anak yatim, Ibuku seorang diri berusaha bekerja keras demi menyekolahkan ku, agar tidak seperti dirinya mengalami kehidupan yang susah.
Melihat Ibuku yang berjuang keras demi diriku aku semakin giat belajar, walaupun seringkali orang memandang rendah diriku karena dari SMP, SMA bahkan kuliah aku mendapatkan beasiswa di sekolah dan universitas yang termasuk dalam golongan sekolah dan universitas elit.
Tapi aku tidak pernah menggubris hinaan orang lain yang menganggap diri ku seharusnya tidak berada di lingkungan mereka.
Setiap kali ada murid yang menghina ku saat di SMP dan di SMA, sahabat ku Riyan selalu membungkam mereka tanpa sepengetahuan ku, pernah suatu hari sekelompok murid SMA ingin melecehkan ku mereka semua berakhir di rumah sakit lebih dari sebulan.
Saat berada di lingkungan kampus Riyan juga tidak pernah meninggalkan ku, mahasiswi yang menyukai Riyan, tidak menyukai aku yang selalu bersama dengan Riyan, bahkan dia sempat membuli ku, tapi alhasil dia jera karena Riyan langsung mengancam nya, ntah ancaman apa yang Riyan berikan hingga mampu membuat nya takut bahkan tidak berani menatap ku lagi.
Sebenarnya aku sangat menyukai Riyan tapi tidak pernah aku katakan, karena aku merasa tidak pantas.
Dia juga tidak pernah mau berpacaran dengan ku selama masa sekolah karena dia tidak mau mengganggu konsentrasi belajarku, juga tidak ingin hubungan kami berakhir begitu saja jika kami berpacaran lalu putus, itulah yang dia katakan saat kami sudah menyelesaikan pendidikan kami.
Saat ini aku bekerja di perusahaan yang terkenal dan menjadi asisten dari Ceo di perusahaan itu, yaitu Riyan, tentu saja aku masuk dengan menggunakan kemampuan ku, bukan melalui jalur belakang.
Kami sudah berpacaran 2 tahun setelah pendidikan kami selesai.
Aku sangat berterima kasih kepada Riyan, karena menerima ku apa adanya, dan selalu melindungi ku.
Tamat