Saat hari pertama masuk SMA aku di tembak oleh Kakak kelas, aku sangat bingung tapi akhirnya nya aku memutuskan untuk tidak menerima nya.
Bagaimana mungkin aku berpacaran dengan orang yang baru aku temui bahkan aku tidak tahu siapa namanya.
Setelah hari itu dia selalu mendekati ku, mengganggu ku bahkan selalu mencoba untuk merayu ku, satu bulan kemudian dia mencoba untuk menembak ku untuk kedua kalinya tapi aku tetap menolaknya, dia tetap tidak menyerah untuk terus mengejarku, bulan berikutnya dia menembak ku untuk ketiga kalinya aku tetap menolaknya, tapi entah kenapa dia tetap tidak menyerah, akhirnya aku mulai merasa nyaman dengannya, aku menyukai nya.
Setelah 6 bulan dia mengejar ku, dia menembak ku untuk ketujuh kalinya, akhirnya aku menerima nya untuk menjadi pacar ku.
Tapi setelah kami berpacaran selama dua minggu, dia mulai cuek dan sedikit dingin padaku, aku hanya berpikir dia mungkin sedang memiliki masalah.
Hari ini tepat satu bulan kami sudah berpacaran, belakangan ini hubungan kami mulai merenggang, ntah kenapa setiap aku bertanya dia tidak memberitahu ku kenapa sikap nya berubah drastis kepada ku.
Hari ini aku ingin ke atap sekolah untuk menghabiskan waktu jam istirahat.
Tapi tidak di sangka aku malah menemukan sebuah kejutan yang sangat mengerikan, saat aku membuka pintu atap sekolah aku mendengar suara yang sangat aku kenal dan beberapa suara anak laki2 sedang berbicara.
"Gue kira lo gak bakalan bisa menyelesaikan taruhan ini bro, hahahahah...." Ucap Aldi, temannya pacar gue yaitu Alex.
"Mana mungkin ga bisa, itu hal yang sangat mudah, walaupun menghabiskan begitu banyak waktu" Ujar Alex dengan senyum licik.
"Ya,ya,ya memang gak ada cewek yang gak bisa lo taklukkan" Sahut Rico yang juga merupakan sahabat Alex.
"Jelas...., siapa dulu dong, gak ada cewek yang gak bisa gue taklukkan" Ucap Alex dengan bangga.
Seketika itu juga perasaanku hancur, tanpa menunggu lama aku pun langsung pergi dari tempat itu menuju toilet wanita, menangis tanpa mengeluarkan suara, tapi di dalam hati aku berteriak dan terus merutuki pria yang bernama Alex.
Setelah pulang sekolah aku pergi ke sebuah bukit yang tidak jauh dari rumah ku, untuk melepaskan semua rasa sakit di hati ku, aku bahkan tidak tahu pria yang aku sukai mempermainkan perasaanku, tanpa ada rasa bersalah sedikit pun di wajah nya.
Aku mengetik pesan kepadanya "Kita putus, dan terimakasih atas segalanya, satu hal lagi, AKU SANGAT MEMBENCI MU, tapi seiring berjalannya waktu aku akan mencoba untuk memaafkan mu, jangan pernah berbicara kepada ku walaupun hanya menyapa saja itu sama sekali tidak perlu, kalau kamu melihat ku anggap saja kita tidak saling mengenal." Aku mengirimkan pesan pada nya untuk terakhir kalinya.
Lalu aku memblokir nomor nya, juga memblokirnya dari semua sosial media ku.
"Aku Sangat Membenci Mu Aku Harap Aku Tidak Pernah Mengenal Mu" Teriakku, seketika perasaanku pun menjadi lega.
Tamat