Hari ini adalah hari pertama kita masuk sekolah. Setelah libur semester, seperti biasanya setiap awal semester kami selalu tuker bangku kelas. Wali kelas yang biasanya mengacak semua nomer dan kami akan dipasangkan dengan siapa.
Namaku Dewi aku selama ini selalu duduk berdekatan dengan Uri. Yah semua bilang aku dan Uri bagai Tomm and Jerry selalu berantem usil tetapi kalo salah satu nggak masuk atau pergi dalam waktu lama selalu dicariin.
Aku berharap tetap berdekatan dengan Uri pasti rasanya aneh apabila aku berjauhan dengan cowok usil itu.
Setelah menunggu cukup lama kini giliran nama ku diumumkan dan ternyata aku kali ini dapat nomor tukar semester berjauhan dengan Uri. Rasanya baru juga dibayangkan akan berjauhan dengan cowok usil itu, tetapi hati sudah sepi ajah. Jiwa usilku pun seolah membeku. Aku harus mencari mangsa baru untuk menjadi korban keusilanku, tetapi pasti tidak semenyenangkan ketika menjaili Uri. Ternyata Uri pun sama dia tiba-tiba menghapiriku dan membuyarkan lamunanku.
"Dew, kita pisah jauh, rasanya nggak seru banget kalo harus pisah sama loe, cewek super nyebelin," ucap Uri, sambil menepuk bahuku. Tuhkan baru juga dibayangkan dia udah nongol ajah macam Jin.
"Lah, aku juga gitu, bingung mau cari mangsa siapa lagi yang bisa aku kerjain tiap hari, kaya loe gitu," jawab gue dengan sepontan, sembari memeluk Uri.
Dia itu udah seperti Abang, teman dan juga musuh bebuyutan, apapun yang aku ucapkan, dia tidak pernah sakit hati. Begitupun aku selalu cuek dengan lelucon dia.
Biarpun kita berjauhan tetapi posisi dia tidak bisa digantikan dengan yang lain.
Tom and Jerry dalam fersi kami akan selalu ada biarpun kini harus berjauhan untuk sementara.