"Tolong, tolong apa ada orang di luar?" dengan suara yang lirih aku berusaha menyadarkan orang yang lewat, bila masih ada aku di dalam ruang ini.
Rasa takut menghantui ku, seorang diri terkurung dalam ruang yang gelap, siapa yang tidak takut, aku sungguh takut, sejak aku mengenal mu, hal buruk selalu menimpa ku.
Di berhentikan dari tempat kerja, ponsel yang hilang, mendapat hinaan dan cacian dari seorang wanita yang mengaku kekasih mu, sekarang apa lagi ini? Terkurung dalam ruang gelap, dengan tangan terikat, entah apa lagi hal buruk yang menanti ku.
"Mia, kau di dalam sana?" suara laki-laki yang sangat aku kenal, karena mu, aku jadi seperti ini.
Dengan sisa tenaga yang ku miliki, "Tolong aku Dimas." aku merasa lemas setelah beberapa hari terkurung entah sudah berapa lama aku ada di dalam tempat yang sunyi dan gelap ini.
"Kamu menyingkir dari depan pintu, akan aku dobrak pintunya dari luar." ucap Dimas dan aku pun menggeser tubuh ku ke samping menjauhi pintu.
Bugh.
Pintu di buka paksa oleh Dimas dengan dorongan dari tubuhnya.
Dimas menghambur dan memeluk Mia, "Kau sudah aman sekarang, maaf karena aku lalai dalam menjaga mu, untuk kedepannya dan seterusnya tak ada yang boleh menindasmu, aku akan melindungi mu Mia." ujar Dimas dengan membawa ku dalam dekapannya.