Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Momen dimana puncak kebahagiaan sepasang kekasih yang telah bersama dan kini akan berikrar suci berjanji sehidup semati.
Aula pernikahan
"Terima kasih semuanya telah datang ke acara pernikahan adik saya. Saya harap semuanya merestui dan mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua" ucap kakak pengantin pria memberi sambutan kepada para tamu.
Pengantin pria menunggu di altar.
Sementara pengantin wanita dijemput, saat pintu terbuka. Para hadirin kaget dengan apa yang dilihatnya.
Sang pengantin wanita berbalut gaun putih nan indah namun tampak rambutnya memutih sepertiga dari keseluruhan rambutnya.
"Hei, apa kamu merasa aneh dengan pengantin wanitanya?" Bisik para tamu memperbincangkan apa yang dilihatnya.
Saat berjalan mendekati sang pengantin pria. Pengantin pria itu tampak biasa saja seolah tidak ada hal apapun yang terjadi.
Para tamu yang melihat sang pria tidak bereaksi pun tidak melanjutkan perbincangan mereka dan tidak ingin menanggapi apa yang sedang terjadi hingga pernikahan akhirnya berjalan lancar.
Saat pesta makan dimulai, ocehan mulai menyeruak mendengungkan aula.
Para tamu kembali memperbincangkan kejadian aneh yang menimpa sang pengantin wanita.
Tak tahan dengan perlakuan para tamu yang membicarakan keburukan istrinya, pengantin pria menegur para hadirin semuanya dan mengumumkan sesuatu.
"Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian hobi sekali membicarakan keburukan seseorang?Pengantin wanitaku mengalami kejadian tak terduga sebelum acara ini diadakan. Kalian tahu apa? Dia menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Bahwa istriku adalah salah satu dari klan vampir" jelas sang pengantin pria.
"Apa??" Para tamu kaget.
"Bagaimana bisa? Jelas-jelas keluarga Alexa, hanya keluarga terkaya nomer 10. Jika mereka termasuk bagian klan vampir, maka popularitas dan ketenaran keluarganya akan jauh melampaui posisi diatasnya. Bahkan untuk keluarga terkaya nomer 1 yang sekarang dipegang oleh keluarga Shine Ranggawijaya. Mereka bukan apa-apa dimata Alexa" riuh para tamu.
Mendengar hal itu tamu lainnya tampak kagum dan menyanjung keluarga Alexa, sang pengantin wanita.
Sementara sang pengantin pria, Rein merasa bersalah. Rein telah gegabah membocorkan informasi ini kepada publik hanya dengan keputusan sesaat.
Rein tahu persis bahwa banyak golongan keluarga kaya yang berkolusi untuk membasmi klan vampir karena kedudukannya lebih tinggi dari klan manusia.
"Maaf lexa, aku gak sengaja" sesal Rein pada Alexa.
"Gpp Rein, aku tahu. Kamu melakukan ini awalnya hanya untuk menenangkan mereka, supaya tidak mengejekku di hari spesial kita ini kan?" jawab Alexa.
"Hmm.. iya" jawab Rein merasa bersalah.
"Mulai sekarang kamu mau kan jagain aku selamanya bahkan dari mereka yang berniat membunuh dan menghabisi keluargaku?" lanjut Alexa.
"Pasti Lexa, pasti. Kamu kan istriku sekarang.. dan untuk selamanya. Jadi sudah kewajibanku" jawab Rein tersenyum lembut diikuti balasan senyum hangat dari Alexa.
Para tamu yang menyaksikan momen tersebut larut dalam kebahagiaan dan tidak merasa bahwa ada yang salah dengan status yang dimiliki Alexa. Mereka menganggap bahwa klan lain juga berhak bahagia.