Bagian 3
Kisah Hidup Nyai Djalamasyah
Tahukah kalian terhalang 3 rumah dari rumahku ada sebuah rumah yang di pekarangan belakang rumahnya ada sebuah makan yang berusia tua , makam seorang perawat yang hidup di zaman penjajahan Belanda dan klinik tempat dia bekerja sudah dijadikan rumah oleh keluargaku tidak heran jika dirumahku banyak mahluk halus berbagai macam bentuknya sering bermain.
Salah satunya sesosok mahluk yang sering kalian sebut Kuntilanak, dan Kuntilanak itu bernama Djalamasyah ( ini disamarkan yah guys kalau asli nanti dia ganggu aku TT).
"Nyai mau bercerita kah? "
sosok itu hanya tertawa dan mengayunkan kakinya dilemari pakaianku dan mengangguk.
Djalamasyah adalah gadis pintar dan cantik, ayahnya seorang petani tapi memiliki harta yang berkecukupan terlahir sebagai anak ke 5 dari 7 bersaudara, mandiri dan tidak angkuh memiliki jiwa sosial yang tinggi menjadikannya gadis yang disenangi banyak orang di kala itu.
Lulus sekolah dia melanjutkan ke tahap berikutnya dan memilih menjadi perawat agar bisa merawat yang sakit dari berbagai kalangan, karena kebaikannya dan wajahnya yang cantik, Djalamasyah memikat seorang dokter muda asal belanda, lalu mereka menikah dan mendirikan klinik untuk mengobati orang-orang yang sakit.
suaminya memutuskan kembali ke Nederlands dan menjual klinik itu ke seorang kaum pribumi bernama Dwikatmo ( bisa dibilang ini mbah aku yah, jabatannya zaman dulu itu kayak kepala Dusun gitu).
dia tidak menceritakan bagaimana kehidupannya pada masa itu dia hanya bercerita dia memiliki 5 orang anak 2 perempuan dan 3 laki-laki, lalu dia sakit-sakitan dan meninggal, lalu dia dikremasi dan abunya yang dikubur dihalaman belakang rumahnya.