Bagian 2
Aku, Ana, Elvin dan Madam
Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan, melalui grub chat online aku mengenal Mutiah gadis cantik Indo-Belanda asal kota Kembang Bandung.
Gadis yang 6 tahun lebih muda dari aku ini adalah gadis yang terlahir sebagai anak Indigo dari kecil
dia selalu berbagi pengalaman bagaimana dia berteman dengan berbagai macam mahluk halus lainnya.
Dimulai dari lelucon yang dia sampaikan kepadaku
"Fit... ada yang mau kenalan, mau ga? "
aku diam tak menjawab percakapan yang kami lakukan melalui telepon, "Gampang kok kalau kamu mau panggil ajah Ana Ana sambil kamu sediain permen manis yang kenyal itu apa namanya yupi yah hehe, pasti dia datang".
setelah membicarakan tentang hal itu kamu melanjutkan untuk berbicara hal yang lainnya hingga akhirnya aku memutuskan sambungan telepon kami.
Apa salahnya mencoba, lalu aku pun mencoba apa yang disarankan oleh mutia, awalnya tidak terjadi apa-apa sampai aku mulai melihat sosok anak kecil sekitar berusia 7 tahun, berambut pirang dikuncir dua, wajahnya pucat , memakai gaun berwarna merah muda yang terlihat lusuh dengan mendekap boneka usang , mengintip di depan pintu kamarku mata kami saling menatap aku bisa melihat matanya yang berwarna coklat muda.
Aku bisa melihat dia tersenyum malu seperti berkata halo, ah apa ini mungkinkah ini Ana yang dimaksud Mutia, aku bisa melihat tatapan tertuju pada gula manis yang ada ditanganku, aku pun segera meletakannya dan menjauh.
"NAYY"... seorang anak kecil yang berusia sama dengan Ana memegang tangannya seolah melarang dia mendekati ku, anak laki-laki berambut sedikit pirang bermata bulat dan sedikit kebiru-biruan itu berteriak dan menarik Ana menjauh.
Handphone ku berdering dan tertera nama Mutiah
"Ya.. halo"
"Fit, yang disana selain Ana apa ada yang datang anak laki-laki yang seumuran Ana matanya biru namanya Elvin"
"hmm iya tadinya cuma Ana pas aku mau ngasih permennya tiba-tiba ada anak cowok, oh namanya Elvin yah, gak tau hehe tapi kayaknya dia ga suka yah sama aku? "
"Bukan fit coba kamu liat di belakang kamu ada siapa? "
Aku pun mau tidak mau menoleh ke arah belakang
aku terkejut dibelakang ku ada seorang gadis cantik mengenakan gaun berwarna putih dan di rambutnya ada mahkota kecil dihiasi untaian bunga melati tersenyum lalu di sebelahnya aku melihat sebangsa harimau putih dan memiliki cahaya berwarna kuning keemasan sedang dalam posisi duduk dan menatapku.
Oh astaga aku baru tau bahwa aku ditemani oleh mahluk halus semacam itu, aku berpikir selama ini hanya hantu perempuan nakal saja atau yang sering kita sebut kuntilanak dan mahluk halus hitam besar tanpa wujud yang selalu keluar masuk kamarku dan mengganggu saat aku sedang istirahat.
"Fit kayaknya yang jaga kamu ga suka ada Ana sama Elvin, mending kamu suruh Ana sama Elvin pulang ajah yah sebentar lagi ada yang jemput mereka".
Aku hanya membalas dengan mengatakan iya.
" Ana sama Elvin pulangnya Kakak Muti nyuruh kalian pulang nanti kalau temen tante udah ga ada tante ajak kalian main lagi yah".
aku bisa melihat Ana mengangguk lalu menggandeng Elvin keluar kamar ku.
" mereka udah keluar fit? "
tanya Muti di telpon aku pun mengiyakannya, dan kami mengakhiri sambungan telepon kami.
Panas, entah kenapa malam ini cuaca sangat panas
tidak seperti biasanya, aku duduk di tepi kasur ah entah kenapa aku tidak bisa tidur.
Seorang wanita berdiri tepat dihadapanku mengenakan gaun berwarna merah, sarung tangan yang sudah sobek lalu rambutnya disanggul dan sedikit berantakan mengenakan topi yang memiliki cadar berwarna hitam, wajahnya rusak separuhnya dan memperlihatkan matanya yang hampir keluar separuh tersenyum sinis ke arahku
"separuh Neterland dan separuh Inlander, saya tidak tahu ada anak seperti ini selain Mutia teman anak saya Elvin" wanita tersebut tersenyum sinis menyeringai sehingga membuat bulu kudukku berdiri
"Dan Kamu berteman dengan mahluk kotor ini? sangat disayangkan"
Dia menunjuk teman wanita yang berdiri di sebelahku.
"Madam, Mami nya Elvin kan? "
dia menggangguk pertanda iya, aku hanya diam benar yg dikatakan Mutia, ibunya Elvin menyeramkan dan angkuh.
Hening dia hanya memandangi ku dari ujung kaki dan kepala yah sifatnya memang angkuh, sampai dia membuka suara " Kalau Kamu mau bermain bersama Elvin, suruh teman kamu yang kotor ini keluar, aku hanya memperbolehkan Elvin berteman dengan kamu, Madam akan Pulang ini pertemuan kita yang pertama, mungkin saja ada lain kali".
Lalu wanita itu pun menghilang sedangkan temanku hanya tersenyum lalu berkata "tidur lagi ya"
aku mengangguk dan seketika mulai bisa tertidur.
------- ini adalah kisah nyata untuk nama hantu anak belandanya aku samarinnya guys karena kalau pakai nama asli mereka sama Madam pasti datang main ke rumahku------------