"Ada yang lihat Nindi nggak ?" Tanya Devan. Agnesia dan Renata angkat bahu saling menatap satu sama lainnya.
"Aneh dia akhir-akhir ini dia sering masuk mepet banget. 10 -5 menit sebelum kelas mulai. Dan ia pasti duduk di belakang. Enggak tau kenapa." Ucap Renata menatap Devan dan Agnesia.
"Kalian ada yang menyinggung dia ?" Tanyanya lagi
Ke-dua nya menggelengkan kepalanya. Dan benar saja Nindi masuk kelas seperti yang dikatakan oleh Renata. Lagi juga gaya rambut dan pakaiannya berbeda, berpakaian hitam-hitam dan lebar tanpa makeup nya dan pakaian girly nya.
Devan mengamati dia saat masuk hingga gadisnya itu duduk di sampingnya Ardi cs. "Kenapa dia pindah ke rivalnya nya itu. Ardi dan Devan bersaing dalam meraih peringkat di kampus mereka. Bedanya Ardi dikenal cogan kulkas ( cowok ganteng namun pendiam dan cuek banget ). Sedangkan Devan sangat ramah pada sekitar nya.
Renata, Agnesia, Nindi, Devan satu sekolah dari SMP.
Sedangkan Ardi pendatang di kota J. Dan parahnya selain tampan dan pintar, ia hanya berteman dengan dua orang dan sisanya ngikutin dia. Ardi cs terkenal di kampus, menjadi trending gaya pakaiannya kasual dan santainya plus motor CBR 150R.
"Nindi !" Teriakan itu hanya menguap di udara. Devan kalah cepat gadis itu sudah menghilang di antara mereka yang berjalan keluar dari ruangan.
Nindy gadis cantik itu yang biasa tersenyum dan ramah menjadi pendiam. Gadis itu sengaja menjaga jarak dengan mereka ( temannya ) karena suatu hal yang didengarnya tanpa sengaja.
Saat ke toilet kampus ia mencuri dengar Agnesia sedang mengobrol dengan phonenya. Bukan menguping namun kejadiannya tak sengaja.
"Aku tak dapat berdekatan dengan Devan karena si centil Nindi nempel terus seperti lem. Dia ga tau diri banget. Devan hanya beramah-tamah saja, namun gayanya seperti tuan putri. Apa dia pikir Devan cinta padanya ? Devan itu udah menjadi patner aku dari sekolah dulu. Kita banyak berbagi termasuk sex lah." Ucapnya seraya tertawa kecil.
Patah hati. Iya, dia patah hati. Namun yang menjadi shock adalah mereka sudah pernah berbagi tentang hal itu ? Sudah lama sekali ? Nindi merasa mereka seperti palsu dan banyak memiliki kedok atau istilah topeng.
Bagaimana bisa mereka lakukan itu ? Memang kita sudah dewasa, tapi kita tinggal di negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ? Kemana moral dan ajaran agama atau pendidikan dari sekolah ?
Nindy menarik nafasnya memburu setelah berhasil menghindar dari kejaran Devan. "Jadi gosip Devan tebar pesona dan banyak kekasih adalah benar ? Apakah Renata juga pernah tidur dengan nya ? Ini sungguh mengerikan." Batinnya bermonolog sendiri.
"Lebih baik kuliah diam-diam dan berdoa tidak terpengaruh oleh beberapa hal yang sama sekali tak berguna. Semangat Nindy kau bisa." Ucapnya dalam hati.