terbangun setelah 15 tahun terbaring koma akibat jatuh dari bangku ketika masih TK membuat Mecca harus belajar mengenal keras nya kehidupan , kisah nya di mula ketika dimana kedua orang tua nya mengajak nya piknik hanya untuk mengenal dunia luar,
Namaun tragedi kecelakaan merenggut nyawa kedua orang tua nya hingga akhir nya ia berakhir di rumah sakit jiwa karena mengalami tekanan batin ,
Harun seorang psikiater tanpa sengaja bertemu dengan Mecca di rumah sakit jiwa merasa terkejut saat melihat pasien nya begitu mirip dengan Mecca orang yang pernah ia celakai sewaktu masih anak-anak hingga membuat nya harus menjadi putri tidur yang cukup lama.
"permisi sus apa boleh saya lihat data gadis itu " tanya dokter Harun pada perawat sambil menunjuk ke arah gadis yang melamun persis seperti maniken yang hanya bernafas dan berkedip
"baik dok sebentar saya cari data nya dulu" ujar perawatan yang ber name tag Susiana Octavia
yang di jawab anggukan oleh dokter Harun
tak lama setelah mengotak Atik tumpukan berkas yang di susun rapi
perawat Susi menyerahkan file yang tertera gambar sang pasien pada dokter Harun
"ini dok " ujar nya seraya menyerahkan file yang di pinta
" hm terima kasih, saya pinjam dulu ya sebentar"
" sama sama eh iya gak masalah dok apa dia pasien yang akan dokter Harun tangani "tanya nya sedikit penasaran ,
karena baru kali ini dia mendengar dokter Harun berbicara banyak jadi dia mengambil kesempatan untuk sekedar ber basa basi itung itung untuk dengar suara emas .
pasal nya dokter Harun adalah dokter yang jarang bicara bahkan para dokter dan suster menjuluki nya golden voice yang berarti suara emas bukan karena bagus hanya saja dia pelit bicara yang hanya menjawab iya dan tidak bahkan terkadang dia hanya menggeleng dan mengangguk saja
untung ganteng dan pintar begitu lah tanggapan para perawat perempuan saat bicara nya hanya menjawab respon yang kurang memuaskan dari dokter yang mereka idolakan itu.
setelah memeriksa hasil laporan ternyata benar kalau gadis itu adalah mecca orang yang pernah ia celakai dulu
"aku akan menebus semua nya" batin dokter Harun kali ini tekat nya telah bulat ia akan merawat gadis itu untuk kesalahan nya di masa lalu
setelah menyelesaikan tugas pengeluaran pasien di rumah sakit jiwa dokter Harun menghampiri Mecca di tempat tadi dia termenung
"halo Mecca " sapa dokter Harun sambil tersenyum
kali ini dia seperti mendapatkan karma karena telah mencueki setiap sapaan orang kepada nya ,
dan kali ini ia merasa kan namun tak putus asa dia tetap berusaha menangkap fokus Mecca di hadapan nya dengan berbagai cara dan saat dia menyentuh tangan gadis itu dia baru menoleh ke arah tangan nya yang di sentuh oleh orang asing bagi nya
"halo Mecca" sapa nya lagi saat Mecca melihat ke arah nya
"om siapa " ujar Mecca dengan tatapan takut seolah ia bertemu dengan penjahat
"what om " pekik dokter Harun dalam hati
tak menyangka orang yang di juluki golden voice dan muka tampan di panggil om oleh gadis yang seumuran dengan nya
"om bukan orang jahat kan " tanya nya lirih bahkan hampir bergetar
"Mecca ini aku harun , kamu ingat kan teman kamu waktu TK Harun yang suka ganggu kamu itu " ucap nya tanpa sadar kalau dia membuka kartu nya di masa kecil hanya untuk membujuk gadis yang menjadi sumber kegelisahan nya di masa lalu kali dan kali ini ia bertekad akan menebus nya dan
akan membawa pulang Mecca ia akan rawat di rumah nya
"Harun " ucap Mecca dengan tatapan kosong
yang hanya di jawab anggukan dan senyum oleh pemilik nama saat Mecca menyebutkan nama nya
"Harun yang dekil nakal yang jelek itu "ucap Mecca masih dengan nada yg lirih dan tatapan entah apa yang ia bayangkan
"hm "jawab dokter Harun merasa kesel karena baru kali ini ada yang mengatai nya jelek namun ia tahan karena dia tahu bahwa gadis di yang duduk di hadapan nya ini adalah gadis yang baru saja terlahir kembali setelah koma dan mengalami tekan nan batin karena harus kehilangan orang tua nya .
"Harun kok kamu makin tua ya sekarang kaya om om tapi makin ganteng " ucap Mecca lagi masih dengan tatapan polos nya layak nya anak kecil yang baru saja bertemu orang baru
"what tua, gak nyadar apa nih anak kalau kita seumuran " batin dokter harun mulai meledak karena enggak hanya di katai jelek sekarang dia juga di katai tua
"hehe " dokter Harun hanya menjawab dengan kekehan kecil seolah meng ia kan ucapan Mecca padahal di hati nya meletup letup kaya pop corn
"Mecca sekarang kamu mau kan ikut aku pulang " bujuk dokter Harun
"enggak om Mecca mau nunggu mama jemput kata mama jangan mau diajak pulang sama orang asing " jawab Mecca polos bahkan nada bicara nya sama ketika dia masih TK dulu gadis penurut
ia dokter Harun adalah orang yang dekil dan nakal ia selalu mengerjai Mecca karna Mecca orang nya pendiam hingga suatu kecelakaan itu tiba dimana saat jam istirahat Mecca masih asik bermain dengan teman nya di dalam kelas lalu dengan iseng nya Harun menarik kursi yang di duduki Mecca hingga terjungkal ke belakang niat awal nya hanya mengagetkan saja namun siapa sangkah ulah nya membuat Mecca harus terbaring lemah dan tak sadar kan diri awal nya hanya hitungan jam tapi lama kelamaan dia menjadi putri tidur hampir 15tahun , entah apa yang membuat nya sadar kembali dia belum pernah menceritakan pada siapa pun ,Harun yang waktu itu ceria menjadi pendiam bahkan hampir menjadi manusia bisu karena rasa bersalah nya pada mecca , karena umur nya yang masih anak anak dan tidak di jatuhi hukuman tapi ia di keluarkan dari sekolah nya karna para wali murid mengatakan tindakan Harun adalah suatu kriminal meski pun hanya bercanda dan sejak kejadian itu Harun mengurung diri nya dan mogok makan hingga akhir nya dia juga menginap di rumah sakit saat malam tiba di mana kedua orang tua nya terlelap dia keluar mengendap ngendap mengunjungi Mecca yang memang ia ketahui dari pembicaraan orang tua nya saat mereka baru saja tiba sedang kan Harun sengaja pura pura tidur dan malam nya ia beraksi untuk melihat ke adaan teman nya yang paling unik bagi nya , entah dia enggak mau kalau Mecca di ganggu orang lain sedang kan dia sendiri adalah orang yang tak pernah kenal lelah membuat Mecca marah pada nya ,
saat tiba di depan ruangan Mecca ia sengaja hanya membuka pintu itu dengan pelan karena takut ketahuan oleh orang tua Mecca yang masih saja terjaga bahkan terlihat jelas mama Mecca yang seperti orang sakit juga
karena mama Mecca selalu mengantar Mecca ke TK jadi Harun tahu kalau mama Mecca kini nampak berbeda dia terlihat lebih kurus dari sebelumnya ,
mendengar semua perkataan orang tua Mecca Harun merasa bersalah dengan segera ia kembali ke kamar nya ia merutuki diri nya sendiri yang karena ulah nya Mecca harus terbaring lemah karena ulah nya mama nya Mecca jadi sedih karena ulah nya orang tua nya harus menanggung malu karena hinaan dari orang tua teman teman Harun ,
dan sejak itu lah Harun menjadi depresi di usia nya yang masih muda dia bagaikan manekin kecil yang hanya terbaring lemah di atas tempat tidur ia hanya bernafas dan berkedip ia tak merespon semua orang yang berusaha mengajak nya bicara,
rasa bersalah menghantui nya ketika ia mendengar kan suara perempuan yang tertawa dan menangis .
dia ikut menangis bahkan ia memukuli kepala nya sendiri berulang kali mama nya yang tak tega akhirnya meminta suaminya untuk membawa Harun berobat keluar negri,
dan Untung nya usaha mereka membuahkan hasil hampir dua tahun Harun menjalani perawatan kejiwaan hingga akhir nya ia sendiri memutuskan untuk menjadi dokter psikiater entah apa yang ada di otak nya ia belajar dengan rajin dan tekun menjalani pendidikan nya di luar negeri karena dia enggak mau pulang sebelum ia menjadi dokter psikiater ,
karena ke tekun nya ia berhasil mencapai cita cita nya diusia yang masih terbilang muda 22 tahun dia lulus sarjana psikologi dan niat nya kembali ke kampung halaman nya sempat membuat nya tertekan,
namun berhasil ia kendalikan diri nya dia harus bisa dia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan di masa lalu .
___________________________________________________mau tau kelanjutannya cerita nya jangan lupa follow dulu koment dan vote sebanyak banyak