Pagi ini yuna bangun lebih awal, karna harus masuk kuliah pagi.dengan mata terpejam yuna
masuk kamar mandi .dengan perlahan yuna
meraup wajahnya dengan air agar matanya
melek.
" ya ampun ngantuk banget.." guman yuna
seraya menyabuni seluruh tubuhnya dan meyirami
kepalanya agar ngantuknya hilang.
Hampir 15 menit lebih yuna pun selesai mandi
dengan wajah segar karna keramas.lalu menuju
lemari mencari pakaian yang mau dipakai
hari ini.
Yuna sudah siap tampil cantik dengan aufit hari
ini, beberapa kali yuna berkaca didepan cermin
untuk melihat penampilanya.
" huh..... ngak jelek amat, udah ah nanti makan
di kantin kampus aja sarapannya. " kata yuna
bicara sendiri.
Yuna pun lalu berangkat kuliah dengan naik
motor metic kesayangan. yang menunggu
setia di parkiran kost kosan.
..........................
Hampir 20 menit yuna sampai dihalaman kampus.
yuna pun memarkir motor kesayangannya. sambil
berkaca di kaca spion motor untuk mengecek
wajahnya .
Setetah itu yuna pun berjalan menyusuri lorong
kampus menuju kelasnya.
" yuna..........teriak sebuah suara memanggil namanya.
Yuna pun menoleh dan melihat tina yang tergopoh
gopoh berlari kearahnya.
" kenapa sih kok pake lari segala kaya di kejar
hantu aja" kata yuna.
" huh......huh.....huh........
tina pun berhenti didepan yuna sambil mengatur
nafasnya.
" aq kira telat tadi makanya aq buru buru lari"
kata tina.
" yuk jalan " kata yuna
Keduanya pun berjalan menuju kelas. terlihat kelas
masih sepi hanya ada beberapa anak saja yang
sudah duduk dikursinya.
" yun disini aja " kata tina yang memilih kursi di tengah.
" ok " kata yuna sambil menduduki kursi yang dipilih.
" hai.....ini kursiku " kata bian yang datang tiba tiba.
" lho kan bebas memilih" kata tina yang heran.
" ngak tina tuh lihat kursi sesuai absen sesuai
pengumuman. di papan tulis." kata Lia yang baru masuk.
Tina dan yuna pun saling pandang. jadi disemester baru ada peraturan baru.
Yunapun menghela nafas lalu pindah kekursi yang
sesuai dengan absen. begitu juga tina.keduanya
pun terpisah. yuna dibelakang sedang tina di tengah.
Bian yang melihat yuna duduk dibelakang hanya
bisa membuang nafas kasar, karna tak bisa memandangi gadis itu lagi. biasanya bian yang duduk dibelakang. kini jarak nya dengan yuna
semakin jauh tidak bisa ngobrol seperti biasanya.
" heh.....bi...kok ngelamun" kata iwan yang duduk
disebelah bian.
" ngak kok , cuma pengen diam aja" jawab bian.
" masa......tuh mata dari tadi kuperhatikan sambil
melihat kebelakang, kesempatan curi pandang
hilang ya" bisik iwan medekati kuping bian karna
pas masuk tadi bian curi curi pandang kebelakang.
" rese aja kamu wan, kepo..." kata bian melengos.
" he...he....he.....tapi ngak salah kan" goda iwan.
" tahu ah...."jawab bian merengut.
" ngak usah dipikir , kalo jodoh ngak kemana bi asal
ngak putus asa aja" kata iwan.
" ck......sok bijaksana " kata bian.
" iyalah takut kamu putus asa lalu bunuh diri, bunuh dirinya dipohon touge ha...ha....ha....tawa iwan" meledek.
" ngak lucu" kata bian cuek.
" ha...ha....ha........
Iwan tertawa puas melihat teman akrabnya itu mati
kutu. karna iwan tahu bian sangat pendiam dan cuek ditambah sikap dinginnya yang seperti beruang kutub selatan membuat jarak bagi para
wanita yang menilainya terkesan sombong. padahal iwan sangat tahu dengan baik siapa
bian. karna iwan mengenalnya sejak sma.
.......................
Usai pelajaran siang yuna dan tina menuju kantin
untuk mencari makan.
Sambil menunggu pesanan datang keduanya asyik
ngobrol.
" yun kayanya tukaran kursi boleh kok, daripada dibelakang" kata tina.
" emang bisa tin, iya kayanya aq ngak fokus dengar
" kata yuna.
"coba tukar sama bian deh, tadi lita aja tukaran sama toni boleh asal sama sama mau tukaran"
kata tina.
" iya nanti aq coba tanya bian kali aja mau, lagian
tega banget tuh dosen masa pake no urut absen.
" kata yuna.
" iya biar kita dekat jaraknya cuma iwan yang di tengah kita.
" ya tin, nanti coba siapa tahu bian mau ditukar" kata yuna antusias. karna kalo duduk dibelakang
membuatnya mudah ngantuk karna tidak fokus.
sedang asyik ngobrol pesanan keduanya pun datang. yuna yang lapar akhirnya makan dengan lahap karna pagi tadi belum sarapan.
..........................
Yuna dan tina memasuki kelas setelah dari kantin
bersamaan dengan bian yang baru datang entah dari mana.langsung dusuk dikursinya.yuna yang
melihat itu pun langsung menuju bian
" bi maaf boleh tukaran kursi ngak " kata yuna
to do point tampa basa basi.
" hah......emang kenapa dibelakang " kata bian.
" kalo duduk dibelakang kadang aq cepat ngatuk kaena ngak fokus" kata yuna memberi alasan.
" oh gitu..... ya sudah kalo gitu kita tukaran aja
" kata bian seraya berdiri ingin melangkah.
" makasih ya bi atas pengertiannya" kata yuna
sambil tersenyum senang.
" sama sama" kata bian yang melihat senyum
manis yuna.
ya ampun meleleh hatiku yuna melihat senyummu.
"apapun aq lakukan biar kamu slalu tersenyum
yun." suara hati bian.
Bian pun berjalan kekursinya dan duduk manis sambil tersenyum. dikursi ini ia bisa memandangi yuna sepuasnya tampa yuna tahu. walau bian
belum brani mengatakannya. namun cinta dalam
diam itu akan ia ungkapkan suatu hari nanti.
ketika ia sudah siap dengan penolakan atau kegagalan.
.................
" akhirnya mau juga ya bian tukar bangku" kata tina ketika keduanya sedang mengerjakan tugas dikosan yuna.
" iya tin, tadimya aq takut dia ngak mau." kata yuna.
" tapi kulihat lihat bian itu ganteng lho yun" kata tina.
" iya sih cuma dia perdiam dan terlihat cuek" kata yuna.
" iya kaya beruang kutub deh kayanya...." kata tina.
" bukan tin, kulkas dua pintu' kelakar yuna.
" ha....ha...ha ...bisa aja lho yun, awas kualat jatuh cinta sama kulkas dua pintu" goda tina.
" ngak masalah, tuh lumayan ganteng buat diajak
jalan" kata yuna santai.
" cielah ......sudah ada niat nih" goda tina.
" ngak juga, berandai andai aja tin" kata yuna.
" tapi kalo dia nembak kamu gimana" kata tina.
" ya tinggal terima toh, sayang ditolak mubazir" kelakar yuna tersenyum.
" ha...ha....ha.... bisa ada lho yun, tapi iya juga mubazir ditolak kan bian lumayan kece abis, cuma
dinginnya aja ngak nahan." kata tina.
" kalo sama aq sih tabikin dingin lagi tin, biar kaya es balok " seloroh yuna tertawa.
" hadeh.......capek deh " kata tina menepuk jidatnya.
" ha....ha....ha.....tawa yuna puas bercanda ria.
...........................
Bian hanya menatap punggung yuna , namun itu sudah bisa membuat hatinya lega.karna bisa memandangi orang yang slalu ia rindukan walau
tampa bisa menyentuhnya.
jarak duduk yang makin jauh membuat bian tak bisa ngobrol dengan yuna.jarak semakin jauh.
namun tidak tidak dengan hati bian. sejauh apapun jarak duduk dengan yuna tidak menganti
kan rasa sayangnya pada yuna seorang.
Walau mulutnya tertutup rapat hari ini. bian dengan sabar menunggu bahwa suatu hari nanti bian yakin
dan percaya bahwa yuna akan menjadi miliknya.
Tamat
.
.
.