Sebentar lagi ujian kenaikan kelas tiba, sudah seminggu ini aku berusaha belajar dengan tekun, aku bertekad mendapatkan hasil yang terbaik.
Di kelas aku duduk bersebelahan dengan sahabatku Andri, dia adalah siswa teladan dan juga ketua kelasku.
Bersama dengan Andri aku sering bertukar pikiran tentang soal apa saja yang akan keluar. Karena aku agak lemah di mata pelajaran IPS, aku sering konsultasi bagaimana caranya aku bisa dengan cepat menghafal bagian terpenting yang terdapat pada mata pelajaran itu. Dan jangan ditanya hafalannya banyak sekali.
Dan aku hampir setiap hari belajar dengannya, penjelasan Andri lebih cepat aku mengerti. Sudah lebih dari setengah buku yang aku mengerti.
Suatu Hari Bu Hanifah wali kelasku secara mendadak mengatur tempat duduk baru, ternyata aku terpisah jauh tempat duduknya. Aku kesal sekali dan begitu juga Andri.
Waktu aku untuk belajar bersama dan bertukar pikiran soal pelajaran pun semakin berkurang.
Aku protes dalam hati," Apa sih gunanya menukarkan tempat duduk seperti ini?".
Melihat mukaku yang cemberut, Ibu Hanifah mendekatiku dan sambil tersenyum berkata," Ibu mengatur tempat duduk seperti ini agar kamu dan Andri bisa membantu teman kalian yang lain, bantu Ibu ya, biar kelas kita mendapatkan nilai yang terbaik, mengalahkan kelas yang lain".
Andri melihatku dengan senyuman yang manis menghiasi wajahnya. Ia mengangguk menandakan ia setuju dengan permintaan Bu Hanifah.
Melihat hal itu aku lalu menjawab permintaan Bu Hanifah dengan berkata," baik Bu, kami akan berusaha yang terbaik untuk kelas ini".
"Terima kasih", balas Bu Hanifah.
TAMAT