Aku tersentak dengan pertanyaan mu, menanyakan pendapat ku tentang hubungan ini. Aku pun membiarkan diri mu yang memutuskan karena sedari awal kau lah memulai maka kepusan akhirnya pun harus kamu yang menentukan.
"Ya udah, kita putus." ucap mu tanpa menoleh lagi pada ku.
"Oke, kita putus." Aku bangkit dari bangku taman dan pergi berlalu.
Begitu sakit hati ini saat kau ucap putus, tak ingatkah dulu bagaimana kamu berusaha untuk mendapatkan cinta ku? Cinta yang tadinya tidak terbalas, hati yang dulunya tertutup rapat hingga dengan perlahan terbuka dengan usaha keras mu.
Saat rasa sayang ini mengembang, saat hati ini menerima kehadiran mu, saat itu pula kau acuhkan aku.
Sejak saat itu pula aku paling benci kamu, kamu yang pernah mengisi hari ku, kamu yang pertama mengajari arti cinta dan kamu yang pertama mengajari ku sakitnya patah hati karena cinta.