Namaku Sarah,aku mempunyai suami bernama Bram Wiliem dan anak tunggalku bernama Boy Wiliem. Aku tinggal di bagian Negara di Amerika,kebetulan kami mempunyai pabrik senjata api yang cukup terkenal di Negara kami.
Setiap bulannya kami bisa meraup keuntungan yang besar dari usaha keluarga tersebut,dan uang itu cukup untuk membuatku berfoya - foya karna uang suamiku tak akan habis bila di ambil terus menerus.
Hingga akhirnya anakku Boy meninggal dengan tragis,sewaktu kami sedang mengadakan kunjungan kerja ke pabrik.
Boy mengalami kecelakaan sewaktu dia bermain - main di area pabrik,kepalanya pecah saat sebuah benda menghantam kepalanya dengan keras.
Kami shock akan hal itu,setiap malam aku tidak bisa tidur bahkan hanya sekedar memejamkan mataku barang sebentar.
Tak lama setelah kejadian tersebut,suamiku juga mengalami kecelakaan kerja. Dia meninggal saat mobil pengangkut barang tiba - tiba bergerak tanpa ada yang menggerakkannya.
Kini aku hidup sendiri di dalam rumah yang besar tersebut,aku sangat kesepian. Hampir saja aku mengakhiri hidupku andai saja waktu itu tidak ada teman suamiku yang datang berkunjung melihat keadaanku.
Dia adalah sahabat suamiku namanya John Kenedy,dia seorang indigo.
Saat berada di dalam rumah John sering mengobrol sendiri dan sesekali melihat ke arahku. Aku sedikit merinding melihatnya,sebenarnya apa yang terjadi entahlah aku tidak tau.
Saat Jhon menghampiriku,dia mengatakan kalau arwah anak dan suaminya masih berada di dalam rumah. Arwah mereka tak dapat pergi karna ada arwah yang mengikatnya di dalam rumah tersebut.
" Sebenarnya kenapa ini bisa terjadi Jhon ? " Sarah merinding saat bertanya tentang arwah.
" Sebenarnya banyak arwah yang ingin menuntut balas akan kematiannya,karna senjata api itu berasal dari pabrik keluarga kalian " Jhon menjelaskan.
Sarah menatap John ambigu,dia tak tau harus berbuat apa karna dia sangat tidak mempercayai adanya arwah.
" Kalau kau tak percaya mari ikuti arahanku aku akan menuntunmu untuk berbicara kepada suamimu,pertama nyalakan lilin di hadapanmu lalu tutup mata dan berkonsentrasilah. Aku akan menggenggam tanganmu dan ikuti kata - kataku " Jhon mulai memejamkan matanya,sesekali bibirnya merapalkan sesuatu dan akhirnya dia kerasukan arwah sahabatnya Bram.
Saat itu juga Sarah melepaskan tangannya lalu membuka matanya pelan,takut kalau - kalau terjadi apa - apa yang tidak di inginkan.
" Sayang ini aku suamimu " tiba - tiba suara itu mengingatkannya kepada suara suaminya,sarah memegang tangan Jhon dan jatuhlah cristal bening ke pipinya.
" Benarkah itu kau Pi,lalu di mana anak kita Boy ?? " Ujar sarah sambil melihat sekelilingnya.
" Boy tertawan arwah jahat Mi,arwah itu menuntut balas karna senjata api yang di buat membunuh mereka berasal dari pabrik kita " arwah itu menjelaskan.
" Lalu dengan cara apa,agar aku bisa menghentikan dia pi " tanya Sarah ketakutan.
" Hanya satu cara,kamu harus terus memukul paku terus menerus sepertinya kamu harus terus membangun rumah ini. Buatlah pintu dan jendela sebanyak - banyaknya agar arwah itu terkunci di sini dan tidak membalas dendam kepada orang lain " setelah obrolan itu selesai tubuh John menegang dan bergetar,tanda kalau arwah sahabatnya itu sudah pergi dari diri John.
Setelah obrolan itu selesai Sarah meminta tolong John untuk membantunya membangun rumah tersebut,dan John pun membantunya.
Kegiatan itu berlangsung secara terus menerus,dan berlanjut hingga bertahun - tahun lamanya.
Rumah Sarah sekarang menjadi rumah arwah yang penasaran dan mereka terkunci di sana sampai saat ini.