" Cukuplah sudah ! Aku sudah capek mengalah terus ! Muak dengan semua wajah innocent nya. Seolah-olah aku adalah yang jahat disini. Halo akulah sang korban !" Batin Reina.
Gadis itu sudah jenuh dipermainkan dan dipermalukan oleh Valentine. Sejak dari SMA hingga akhirnya mereka bekerja ditempat yang sama.
Hari ini Riana pergi ke spa dan salon kecantikan. Tak lupa gaya pakaiannya dia rubah juga. "Kita lihat saja siapa yang pecundang." Kata hati Riana.
Benar saja ajakan makan malam hangout bareng berdua ternyata bukanlah nyata.
Itu jebakan, ternyata itu tempat reunian sekolah mereka. "Reina. Masih tak tahu malu ya kamu ! Bergaya seperti Valentine." Hardik Sara begitu saja saat Reina akan mencari tempat duduk di restoran itu.
"Apa ? Plagiat ? Maksudnya ?" Reina pura-pura bodoh. "Kau dari SMA dulu selalu meniru gaya Valentine juga merebut gebetan dia. Kerja juga kau ngikutin dia di Hancock Cop. Benar kan ?" Tuding Ravi.
"Apa ? Merebut ? Mengikuti ? Aku tak PERNAH KAU melakukan itu. Dan aku bekerja di sana lebih dahulu dari Valentine. Dan sudah menjadi karyawan tetap. Ini buktinya." Reina menyodorkan kartu tag karyawan sebagai ID card nya.
"Asisten manajer ?" Gumam para gadis itu. "Lain kali jangan main hakim sendiri ! Aku tak pernah lakukan apa yang kalian tuduhkan ! Dan Kalian semua yang merundungku tanpa aku tahu sebabnya !" Ucap Reina kesal dan pergi begitu saja.
Jadi selama ini sumber suara tersebut adalah Valentine ? Dasar tak tahu malu ! Awas saja aku akan balas perlakuan mu !' Batinnya geram sambil meninggalkan tempat itu.
Dia sengaja datang awal ingin mengetahui apa rencana Valentine mengajak hangout bareng. Ternyata dia akan di perlakukan sama seperti waktu di SMA. Sekarang dia harus waspada terhadap nya.
Kebaikan ku disalah artikan. Kesabaran aku Selalu dimanfaatkan sekarang tak akan lagi.