[Pacarku Melamarku di Hati Ulang Tahunku]
Hana POV.
Hari ini hari ulang tahunku. Joshua, kekasihku mengajakku pergi ke restoran fine dining.
Di restoran kami membaca menu. Aku berbisik ke Joshua. "Menunya aneh-aneh." Aku tadi membaca nama menu yang panjangnya sepuluh kata.
"Kamu mau yang mana?" Joshua bertanya.
"Aku sama kayak kamu aja." Aku takut salah memilih menu dan akhirnya nggak kemakan. Nanti jadi mubazir.
Masakan pertama datang. Seperti yang kuduga. Makanan yang muncul hanya sedikit tidak seperti namanya yang tampak mewah.
Sekali suap pasti langsung habis. Apa aku bakal kenyang? Apa lebih baik kami makan di kaki lima aja. Murah. Porsinya banyak.
Hidangan kedua disajikan. Kata Joshua yang pertama tadi itu appetizer. Sedangkan yang kedua main course. Untunglah porsinya agak banyak dibanding tadi.
Terakhir dessert. Makanan penutupnya sungguh enak.
Joshua tampak berbicara dengan pelayan. Ia kelihatan bingung.
"Apa kau benar-benar menaruh cincin di gelas kekasihku?" Joshua berbisik tapi aku mendengarnya.
"Benar, Tuan. Saya sendiri yang menaruhnya," jawab pelayan itu.
Joshua bertanya kepadaku. "Hana, saat kau meminum wine tadi apa kau merasa menelan sesuatu?"
"Tidak. Aku hanya merasakan wine aja." Aku berbohong. He he he. Aku tahu apa yang dimaksud Joshua.
Sedangkan di dapur sepertinya ada sedikit keributan.
"Apa ini yang kau cari?" Aku mengulurkan telapak tanganku. Terlihat ada cincin di sana.
"Jangan pernah berbuat lagi yang seperti ini. Ini memang terlihat romantis di film-film. Tapi kalau ketelan bagaimana? Bisa-bisa aku masuk rumah sakit." Aku menasehati Joshua. Aku tahu maksudnya baik. Tapi bisa berakibat buruk.
Joshua mengambil cincin yang berada di telapak tanganku. Ia menatapku. "Hana, aku ingin membawa hubungan kita ke arah yang lebih serius. Marry me."
"Aku bersedia." Aku mengulurkan tangan kiriku. Joshua memasangkan cincin di jari manisku.