Hai semuanya 🤗
Perkenalkan saya Star 😇
Semoga Kaka semuanya suka ya dengan Cerpen Star yang satu ini 😉 Star tulisnya ketika masih duduk di bangku SMP.
Tanggal pembuatan : 04 - 10 - 2017
Alkisah tentang seorang gadis cantik yang baik, ia bernama Apit. Ia sangat senang bernyanyi dan bermain Ponsel. Ia juga suka berolahraga pagi.
Suatu hari saat ia sedang berolahraga pagi dengan sepeda kesayangannya, ia melihat seseorang yang duduk ditepi jalan setapak sambil memegangi kakinya yang berdarah.
Apit pun langsung berhenti dan menemuinya. Gadis itu memakai pakaian yang compang - camping, ditangannya terdapat bekas cakaran yang tak begitu panjang.
"Kamu kenapa dik?" tanya Apit sambil membuka headset yang masih menempel ditelinganya.
"Rotiku direbut kak sama preman. Ketika aku hendak mengambilnya aku malah mendapatkan cakaran, aku pun berlari dan terjatuh kak." jawabnya sedih.
"Kasian sekali ya kamu," ucapnya ikut sedih.
"Kamu mau gak kerumah Kaka? nanti kita makan," tanyanya dan gadis itu mengangguk.
Kini ia membantu gadis itu berdiri untuk membawanya kesepeda, lalu ia menyuruh gadis itu untuk duduk diboncengan belakangnya.
Setelah sampai dirumah, ia pun mengajak gadis itu masuk.
"Bi! tolong buatkan aku dua porsi nasi goreng!!!" teriaknya.
"Siap non," jawab bi Runa dari dapur.
Ia pun langsung menyuruh gadis itu mandi dikamarnya dan memberikannya baju ganti selutut yaitu gaunnya waktu kecil.
Kemudian ia mengambil kotak obat lalu mengobati kaki dan tangan gadis itu.
"Non! nasi goreng sama ayam gorengnya sudah siap nih!!!" teriak bi Runa.
"Itu siapa non? cantik banget," tanya bi Runa.
"Enggak tau bi, saya menemukan dia terluka dipinggir jalan saat sedang bersepeda." jawabnya.
Bi Runa hanya mengangguk lalu melanjutkan tugasnya membersihkan rumah.
Selesai makan Apit pun mengajaknya jalan - jalan menggunakan mobil, gadis itu sangat senang.
"Nama kamu siapa?" tanya Apit.
"Namaku Pita," jawabnya.
"Oh, nama aku Apit. Panggil saja aku Kaka yah!" ucapnya.
"Iya kak," jawabnya.
"Orang tuamu dimana?" tanyanya.
"Orang tuaku tidak tau dimana, aku hilang dan pada saat itu aku tidak tau arah rumahku." jawabnya sambil berkaca - kaca.
"Maaf ya! kalau Kaka membuat hatimu sedih, nah! dari pada melamun mendingan dengerin musik yah!" tawarnya.
"Ayuk," jawabnya.
Apit pun menyetel musik dimobilnya, diperjalanan mereka hanya membisu sambil mendengar musik.
Setelah beberapa menit didalam mobil, Apit pun memberhentikan mobilnya ditaman bermain. Mereka menaiki kuda, komedi putar, dan jajan es krim sambil melihat keramaian yang ada. Taman yang indah dan penuh dengan canda tawa dan teriakan.
"Pita ayo kita belanja, sekalian beli baju buat kamu," ajaknya.
"Apakah Kaka punya uang?" tanyanya.
"Punya dong! adik gak usah khawatir," jawabnya.
Pita langsung terdiam, air matanya hampir pecah, karna kata itu membuatnya rindu pada Kaka laki - lakinya. Namanya adalah Atam, tapi sayangnya keadaannya tak ia ketahui.
"Hei! jangan melamun ayo," ucapnya sambil menarik tangan Pita ke mall yang jauh dari area taman.
Apit membelikan dua baju selutut, yang satu bunga - bunga dan yang satu hati. Ditambah dua celana jaens, yang satu warna hitam dan yang satu lagi warna abu - abu.
Setelah itu mereka pun pulang. Hari telah beranjak sore, mama dan papa Apit sudah pulang dari kantor. Sesampai di rumah dan menaruh mobil mereka pun masuk.
"Assalamualaikum," ucapnya.
"Wa'alaikum salam," jawab suara dari dalam.
Kini Apit memperkenalkan pita pada mama dan papanya. Mereka sangat senang dan membolehkan, mereka pun menjadi cepat akrab seperti keluarga sendiri.
Pita juga merasa sangat senang, tapi hatinya rindu pada keluarganya. Apa lagi pada kakanya yang tampan dan gagah yang sangat menyayanginya.
Kakanya sangat sholeh, tak pernah kakanya meninggalkan shalat dan mengaji setelahnya. Ia yakin, kakanya pasti sedang mencarinya dan mendoakannya, begitu juga dengan orang tuanya yang sangat menyayanginya dan memanjakan dirinya hingga apa yang dia mau diberikan.
Sudah seminggu ia tinggal dirumah kak Apit, tapi ia masih belum menemukan keluarganya. Suatu hari saat ia sedang keluar bersama kak Apit untuk membeli es krim, tiba - tiba ia melihat mobil hitam yang di kemudikan oleh orang yang sangat ia kenal karna kaca mobilnya terbuka.
"Ayah..!! ibu..!! ini Pita! tolong berhentikan mobilnya!!" teriaknya sekeras - kerasnya.
Mobil itu berhenti, orang yang ada didalam mobil itu turun dan berjalan ketepian.
Semakin ia mendekati tiga orang itu, semakin jelas ia mengenalnya. Mereka adalah orang tuanya dan kakanya.
Apit hanya mengikutinya, Pita langsung memeluk mereka, mereka juga ikut memeluk. Hujan air mata pun membasahi baju mereka.
"Terima kasih ya! telah merawat Pita," kata mereka serentak.
"Iya sama - sama," jawabnya.
Kakanya Pita terus melihat Apit. Apit pun merasa malu, pipinya jadi merona merah, jantungnya berdebar kencang.
Ia tak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya, ia memberanikan diri melihatnya.
Mata mereka bertemu pandang, darah mendesis dari dalam tubuh mereka. Mereka semua pun kerumah Apit terlebih dahulu.
Orang tua Apit sangat senang, karna mereka telah menemukan anaknya. Tiba - tiba Atam kakanya berkata ingin melamar Apit, semua langsung kaget, orang tua Apit menyerahkan jawabannya pada anaknya.
Apit pun mau, karna ia tau kalau Atam adalah laki - laki yang rajin beribadah lewat ucapan adiknya.
🍃 THE END 🍃