Hiks... hiks....
Terdengar tangisan kecil dalam Sebuah kamar, yah dalam kamar tersebut terdapat sesosok gadis kecil yang menangis karena baru saja di marahi sama ibu nya.
Ratih... ratih... terdengar seorang meneriaki nama dari gadis kecil tersebut, sambil menyeka air matanya Ratih kecil berlari kecil untuk menemui ibunya yang terdengar sedang marah. Dasar anak tak berguna kata Rani terhadap anaknya itu.
Sambil berlari Ratih berkata ada apa ibu kenapa ibu memangil ku, kata Ratih.
Hei apa kamu gak lihat ini lantai nya basah, cepat sana ambil kain pel terus pel lantainya dasar anak tak berguna, kata Rani.
Segera saja Ratih berlalu menuju kamar mandi untuk mengambil kain pel agar dia bisa cepat mengerjakan apa yang ibu nya katakan karena ia tak mau di marahi sama ibu nya lagi.
Sambil mengepel Ratih terus memperhatikan ibu nya yang lagi bersantai dan sekali-kali tersenyum sambil melihat layar ponselnya.
Entah apa salah Ratih sampai ibu nya tega selalu memukul dan memarahinya untuk segala sesuatu hal kecil yang tidak sengaja dia lakukan. Pernah sekali Ratih kecil bertanya kenapa ibu nya selalu memarahi nya dan tak menyanyangi nya tapi jawab ibu "karena kehadiranmu tidak pernah saya inginkan"
Yah Ratih hadir karena hasil dari pemerkosaan.
Pada 9 tahun yang lalu Rani yang ketika itu masih berumur 18 tahun dia di perkosa oleh sahabat baiknya yang lagi mabuk dan tragis nya lagi sahabat baiknya itu setelah kejadian itu malah pergi meninggalkan Rani untuk melanjutkan pendidikan nya di luar negeri dan tak pernah tau bahwa kejadian itu telah melahirkan seorang gadis kecil yang begitu cantik.
Karena kejadian 9 tahun yang lalu itu Rani pergi meninggalkan kota M dan kedua orangtua nya karena tak ingin kedua orangtua malu karena memiliki anak yang hamil di luar nikah.
Dan di sinilah Rani dan Ratih berada di kota K yang jauh dari masa lalu yang ingin Rani kubur dalam-dalam.
Dan untuk melampiaskan segala sakit hatinya Rani selalu menyiksa dan memarahi Ratih...
Dan pada suatu hari ketika bangun tidur Rani tak menemukan Ratih dalam rumah, sambil mengerutu kesal Rani bergegas ke kamar mandi karena sudah hampir terlambat berangkat ketempat kerja. Yah saat ini Rani berkerja sebagai salah satu resepsonist di salah satu tempat gym yang terkenal di kota K.
Tak terasa siang telah berganti malam dan saat nya Rani untuk pulang kerumah nya. Sesampai di kontrakan kecilnya Rani merasa heran karena lampu di dalam rumah tidak di nyalakan.
Ratih... ratih... sambil berteriak Rani menyalakan lampu agar rumah menjadi terang, tapi yang di panggil gak muncul juga. Karena rasa kesal yang di panggil gak datang Rani bergegas kedapur untuk membuat mie instan. Setelah selesai makan Rani merasa heran karena tidak biasanya Ratih berada di luar rumah dalam waktu yang lama.
Karena rasa penasaran Rani segera berjalan menuju kamar Ratih untuk mengecek keberadaan Ratih, dan benar saja ketika pintu kamar di buka Ratih sedang tidur di dalam kamar nya.
Dasar anak tak berguna Kata Rani sambil berjalan menuju tempat tidur Rani tak hentinya mengeluarkan umpatan buat Ratih.
Tapi setelah lelah mengumpat dia menjadi heran kenapa Ratih tak bangun juga, bergegas Rani mengguncang bahu Ratih tapi sayang tak ada respon sama sekali, karena penasaran segera saja Rani mendekat dan duduk di samping Ratih sambil memangil nama Ratih berulang kali tapi tak ada sahutan sama sekali. Karena merasa curiga segera saja Rani membalikan tubuh Ratih dan betapa terkejut nya Rani ketika melihat wajah Ratih yang sudah pucat pasi dengan bibir yang sudah membiru.
Segera saja Rani memeluk tubuh Ratih dan mengangkatnya untuk membawa kerumah sakit, sambil berlari mencari angkutan umum untuk membawa Ratih sakit, tidak terasa air mata Rani menetes karena merasa bersalah selama ini tidak pernah berlaku baik pada Ratih padahal Ratih anak kandung nya sendiri.
Setelah berhasil membawa Ratih kerumah sakit, sungguh perkataan dokter seolah menjadi boom waktu buat Rani karena setelah sampai di rumah sakit nyawa Ratih tidak bisa di selamatkan. Yah Ratih meninggal dunia setelah di periksa ternyata kepala Ratih sempat terbentur benda keras sehingga menyebabkan dirinya merasa pusing dan demam tinggi karena tak segera di tangani makanya Ratih tak bisa di selamatkan.
Dan di sinilah Rani di depan kuburan Ratih sambil menangis menyesal telah menyia-yiakan waktu berharga nya bersama putri cantik nya yang selalu di benci nya karena senyuman Ratih selalu mengingatkan Rani pada senyum pria yang menghancurkan masa depan nya.
Dan sekarang hanya penyesalan yang selalu hadir dalam hidup Rani setelah kepergian Ratih untuk selamanya....