Dimalam itu hujan mulai turun.Aku berdiri didepan sebuah toko buku dengan memegang sebuah buku novel, berjudul"My prince's daughter".
"Ji'er!!!!".
Seseorang memanggilku dari kejauhan, ia menerjang rintikan hujan itu menghampiriku. Namanya fira, dia adalah teman masa kecilku. Sebenarnya Ji'er itu bukan namaku, itu hanya nama kecil yang dibuat oleh fira untukku padahal namaku lucya anastasia.
"Hey, kenapa kamu melamun disini, ayo ikut aku kerumahku".ucapnya sambil menarik tanganku.
Aku hanya menurut saja, toh aku hanya sendiri dirumah.
15 menit kemudian aku sampai dirumahnya." ayo masuk, kamu menginap saja dirumahku".ajaknya
"baiklah".ucapku
Beberapa menit setelah memasuki kamar,dia pun tertidur.Entah kenapa aku selalu merasa akan pergi jauh darinya.Mataku mulai tertutup dan terasa berat,aku akhirnya tertidur.....
~Cahaya terang muncul dimimpiku dan menghilang~
"Tidak!!!!"
Aku terbangun dan berkeringat dingin.
Belum selesai setelahnya aku terkejut melihat tempat yang berada disekitarku
"Apa ini!!!!".
Bagaimana aku bisa berada disini?!.
Pintu kamar mulai terbuka,datanglah seorang wanita yang berpakaian seperti seorang pelayan.
"Nona, apakah anda baik-baik saja.kenapa anda berteriak?".ucap pelayan itu
"Siapa kamu? ".
" Saya Oren,pelayan pribadi nona. Nona kenapa?! ".
pelayan itu terlihat kebingungan dan khawatir melihatku.
"Oren, bukankah ini nama pelayan yang ada didalam cerita novel yang baru saja kubeli ditoko buku tadi".pikirku
"Nona... "
"Sudahlah, lebih baik aku berpura-pura dulu, daripada aku terlihat bodoh dihadapannya".
" A.. aku tidak papa, aku baru bermimpi buruk tadi. jadi,aku sepertinya agak belum sadar dari mimpi".ucapku
"Syukurlah nona tidak papa,nona harus segera bersiap sekarang.sebentar lagi pangeran akan segera datang menjemput anda".
" Si, siapa?pangeran!! "
"Iya, bukankah anda akan datang kepesta dansa kerajaan bersama pangeran Edward".
" Tunggu, apakah aku memasuki tubuh tuan putri Asyura?!!!.".pikirku
Beberapa saat kemudian aku sudah selesai bersiap dengan memakai gaun yang begitu mewah dan kini sedang berada dimeja makan yang besar sendirian dengan beberapa orang pelayan.
"Aisy, beberapa saat lalu aku masih tertidur di rumah teman dekatku dan beberapa saat kemudian aku terbangun menjadi tuan putri disebuah novel. Apakah ini keberuntungan atau kesialan??".pikirku
" Ehem... "
"No, nona... "
"Iya, ada apa? ".ucapku sembari menoleh dan seketika tubuhku terasa membeku melihat Orang yang kini berdiri tidak jauh dariku.
" Pa, pangeran!! "
"Apakah putri begitu terkejutnya melihat diriku?".ucapnya
Pangeran itu menyuruh semua pelayan untuk pergi dan tersisalah kami berdua saja diruangan itu.Ia mulai mendekatiku dan kini ia berdiri didepanku. Ia menatap mataku dan mulai mendekatkan wajahnya ke hadapanku
" Pa, pangeran a.. aku.. ".Belum selesai aku berbicara tiba-tiba ia mencium diriku
"Pangeran ini berani menciumku, dasar pangeran sialan!!! ".
" Akh... sttt.. "
Aku menggigit bibirnya hingga berdarah.Ia menatapku dengan tajam.
"Berani sekali putri menolakku".ucap pangeran itu
" Gawat!!,dia marah.Apakah yang harus kulakukan saat ini".pikirku
"A,aku tidak sengaja.itu juga karena kamu yang tiba-tiba saja menciumku kan".ucapku
Pangeran itu hanya menatapku lalu tersenyum
"Sudahlah aku tidak mau berdebat dengan putri tidak tahu malu sepertimu".ucapnya
" Apa!!!kalau aku yang seperti ini dibilang tidak tahu malu lalu dia sendiri apa, dasar orang aneh".pikirku
"Apakah kamu tidak mau pergi, atau aku yang harus menggendongmu ke kereta kuda".ucapnya
" Tidak perlu!!".
Aku berdiri dan segera berjalan melewatinya menuju kereta kuda.
"apakah dia marah, lucu sekali".suara kecil pangeran
Aku menaiki kereta kuda itu, tapi yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa pangeran aneh ini harus duduk disebelahku!!!
"Brak!!! bugh!! "
"pangeran, putri apakah anda baik baik saja?keretanya tidak sengaja menabrak batu".tanya pengemudi kereta kuda
" eh, pang.. pangeran... a, anda.. "
Disaat itu aku tersadar dan terkejut melihat tangan pangeran itu menyentuh dadaku.
"ka, kamu... singkirkan tanganmu!!! ".ucapku dengan marah.Ia pun segera menarik tangannya.
"ma, maaf... aku tidak sengaja...".ucapnya tanpa memandangku
" Huhh!!".
"itu, segera jalankan keretanya".perintahnya kepada pengemudi
" dasar lelaki, semua sama saja.Arggh!!!sangat memalukan!! ".kesalku dalam hati
Dan perjalanan menuju istana pun berlangsung dengan sunyi tanpa ada perbincangan di dalamnya.
~Istana kerajaan~
Beberapa lama kemudian kami sampai di istana kerajaan.walaupun aku pernah melihat istana di film tapi, ketika melihat yang asli secara langsung benar-benar sungguh indah.