Lim, seorang lelaki yang sangat disukai Gowon itu berpaling darinya sejak kedatangan murid baru dikelasnya.
Awalnya, mereka adalah sepasang sahabat yang saling mencintai satu sama lain.
Tetapi sejak kelas mereka kedatangan murid perempuan, Lim lebih menyukai murid baru itu ketimbang Gowon.
Sejak kehadiran nya itu, Lim dan Gowon sudah tidak pernah bersama. Bahkan mereka saling bermusuhan.
Malam ini, Gowon menelepon Lim yang sedang berada di Caffe bersama Nana. Murid baru itu.
"Bisakah kau tidak menggangguku sehari saja?!!!" bentak Lim di telepon.
"Aku mohon, hanya malam ini saja." pinta Gowon dengan suara sedih.
Lim tidak menyadari kalau Gowon sedang sedih. Dia tidak peduli pada Gowon dan langsung mematikan teleponnya.
Gowon sudah tidak kuat lagi untuk membendung air matanya, perlahan air mata itu keluar dari matanya.
"Aku mohon... Hanya satu malam saja..." cetusnya sedih sembari memegang erat teleponnya.
Esoknya, ketika Lim masuk ke sekolah. Dia merasa heran kenapa Gowon tidak hadir hari ini.
Namun ia berpikir kalau Gowon pasti hanya sedang ada sedikit urusan yang membuatnya tidak hadir.
Tak lama setelah itu, Xian mendekati Lim yang sedang melamun menatap tempat duduk Gowon yang kosong.
"Lim." panggil Xian mengejutkan Lim.
"A.. ada apa?!!" tanyanya kesal.
"Apa kau tau? Gowon telah dimakamkan tadi pagi." ucap Xian.
Seketika Lim menjadi sangat terkejut dan merasa tidak percaya.
Ternyata, malam itu adalah malam terakhir hidup Gowon.
Gowon ingin bertemu dengan Lim untuk terakhir kalinya sebelum dirinya meninggal.
Namun Lim menolak ajakan Gowon semalam. Hal itu membuat Lim merasa sangat menyesal selama seumur hidupnya.