Sudah berbulan bulan Oliv berada di kelas 10#2.
Namun dirinya seperti masih tidak bisa mengakrabkan diri dengan siswa lainnya.
Banyak sekali yang menindas nya karena semuanya berpikir dia adalah anak pemalu.
Sebenarnya Oliv bukanlah gadis yang pemalu, hanya saja dia malas berkontribusi dengan para siswa bullying.
Di kelas ini, kriteria utama adalah siapa yang pendiam dan tidak aktif maka akan di bully atau di tindas sampai dia keluar dari sekolah.
Namun apapun yang terjadi, Oliv akan tetap bertahan di sekolah itu karena sulit baginya untuk masuk dengan nilai tinggi.
Sebuah kertas dilemparkan padanya. Oliv hanya menghela nafasnya karena hal itu memang sudah biasa dia lalui.
"Haha!! Liat tuh, dia bisu kali ya! Atau buta?!" Todong siswa yang melempar kertas tsb.
Oliv berdiri, dan menatap tajam siswa siswa itu.
"Aku bukan bisu ataupun buta, tapi aku males bicara sama kalian.. paham?"
"Bilang aja alesan, iya kan?"
Salah satu siswa menyiramnya dengan air dari arah belakang.
Baju Oliv pun basah kuyup terkena air itu.
"Astaga!" Ucapnya
"Haha, rasain tuh! Emang enak!!"
Gevan adalah anak paling tampan di sekolah mereka. Dia memegangi tangan Oliv dengan pandangan dingin.
"Jangan sakiti dia, dia juga punya hati! Sama kaya kalian!" Kata kata yang keluar dari mulut Gevan membuat pipi Oliv memerah karena malu.
Para siswa hanya memperhatikan mereka saja, tidak ada yang berani berkata kata jahat pada Gevan karena dia adalah anak kepala sekolah dari sekolah tsb.
Gevan membawa Oliv ke ruang ganti perempuan secara paksa.
"Ge-Gevan, makasih ya udah bantuin aku"
"Ngga masalah. Sekarang, kamu ganti pakaian kamu, biar nanti ngga di hukum"
Oliv mengangguk.
Setelah selesai berganti pakaian, entah kenapa Oliv keluar dari toilet dan tidak melihat dimana keberadaan Gevan sekarang.
Dia mencari Gevan ke kantin, tapi takdir berkata lain.
Seseorang dengan sengaja mendorong Oliv sampai dia jatuh dan terluka.
Lututnya memar akibat benturan ke tanah.
"Aduh!...!!"
"Mampus! Salah siapa lu bareng Gevan!! Jangan berani beraninya lu jadi beban Gevan!"
Entah datang dari mana, Gevan mengulurkan tangannya pada Oliv yang masih terjatuh di tanah.
Oliv dengan senang membalas uluran tangan Gevan.
"Jangan ada yang tindas dia, atau kalian akan keluar dari sekolah ini!"