Setelah sekian lama dia meninggalkanku, kenapa sekarang dia muncul lagi dihadapan ku?!! Bagaimana bisa dia kembali dengan mudahnya?!
Pagi ini Claudia sampai di kantor pukul 08.30, 30 menit lebih awal dari biasanya.
Sebenarnya dia berangkat lebih awal karena ingin memberikan hasil laporannya kemarin, tapi dia mendengar sebuah percakapan di dalam ruangan atasannya.
Alhasil dia tidak jadi memberikan hasil laporan tsb dan duduk kembali di meja kerjanya.
"Ya, saya sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda" Kata atasannya pada seseorang dihadapannya.
"Iya, saya juga"
Setelah mendengar ucapan orang kedua itu, Claudia menoleh histeris.
Suara yang ia dengar begitu familiar di telinganya.
Sepertinya dia belum lama mendengar suara tsb.
Saat Claudia menoleh ke belakang, dia dikejutkan dengan senyuman licik mantan kekasihnya.
"Dia?!!! Kenapa bisa dia ada disini?!!" Gumam Claudia dengan badan mengeluarkan keringat dingin.
Sosok lelaki itu mendekat ke arah meja Claudia. Dia mendekatkan bibirnya pada telinga Claudia dan mengatakan...
"Senang bertemu denganmu kembali, mantan..."
Setelah mengatakan hal itu, sosok lelaki tsb langsung pergi meninggalkan Claudia.
Dengan cepat, Claudia berlari mengejar ke arah perginya mantan kekasihnya.
"Berhenti!!!" Teriak Claudia dari jarak yang lumayan jauh.
Dia berhenti, dan berjalan mendekati Claudia yang mengejarnya.
"Kenapa? Apa ada yang mau kau bicarakan?" Tanya Yilan, mantan kekasih Claudia.
"Kenapa bisa kau ada disini?!! Aku tidak ingin melihatmu lagi!" Tegas Claudia.
"So what? Aku kesini karena ada pekerjaan..."
Itulah percakapan terakhir mereka.
Esoknya, Claudia berangkat kerja seperti biasanya lagi.
Wajahnya memucat karena semalaman tidak bisa tidur walaupun sudah minum obat tidur.
Dia memasuki lift yang sedang berada dibawah. Sesosok tangan menghentikan lift itu tertutup.
Dan ternyata sosok tangan itu adalah milik Yilan.
Setelah pintu lift tertutup rapat, Yilan mencium bibir cantik Claudia.
"Lepaskan!!!" Teriak Claudia yang terkejut dengan kelakuan Yilan.
"Bukannya kau merasa senang?" Tanya Yilan menjebak.
Dia kembali mencium bibir Claudia sampai pada akhirnya lift itu terbuka tepat di lantai 7 ketika atasan Claudia akan masuk ke lift tsb.
"Apa yang kalian lakukan?!!"
"Ma-maaf pak, ini tidak seperti yang bapak lihat.. say..." (Claudia)
"Jangan banyak alasan!!! Kamu saya pecat!!!"
Claudia langsung berlari kencang keluar dari perusahaan.
Yilan juga mengejar larinya Claudia yang sambil terisak.
Yilan menangkap tangan Claudia dan memeluknya.
"Aku membencimu!!!! Pergi dari hadapanku sekarang!! Pergi!!!"