[Tak ada yang boleh menindasmu]
Hana melihat teman masa kecilnya sedang dikelilingi oleh murid senior. Ia mendengar percakapan mereka
"Mana dompetmu." Senior itu memalak Joshua.
"A-aku nggak b-bawa dompet." Joshua berbohong.
Salah satu senior lainnya merampas tas Joshua dan menggeledah isinya. Ia menemukan dompet di sana dan mengambil uangnya
"Ciat ... Buk ... Bak ... Buk ..." Hana menendang senior Joshua itu. Ia tidak rela temannya dipalak. Senior-senior itu kabur.
Hana membantu Joshua membereskan isi tasnya.
"Terima kasih sudah menolongku."
"Sama-sama. Tapi Josh, mereka bakal malak kamu lagi. Kamu harus bisa melawan mereka."
"Aku pasti kalah."
"Belum apa-apa kok sudah menyerah. Nanti aku ajari kamu bela diri. Tiap pulang sekolah, kita barengan pulangnya."
Setiap hari setelah pulang sekolah dan makan siang, Hana melatih Joshua.
"Push up 10 kali lagi."
"Apa!?"
"Tidak ada murid yang boleh membantah pelatihnya."
Joshua menurut. Ia push up 10 kali lagi.
"Sit up sepuluh kali."
Joshua menurut.
Hana lalu melatih pukulan dan di hari berikutnya tendangan. Perlahan kemampuan bela diri Joshua meningkat.