Aku ada di sini.
"Dasar tak berguna, mengurus dirimu sendiri saja tak becus, mati saja sana...
"Ha... ha... ha...
Sekelompok orang terus menerus melakukan penghinaan terhadap Si lumpuh, bahkan ketika Si lumpuh hendak bangkit dari kursi rodanya namun naas, dia malah terjatuh,
Namun tak ada satupun yang membantunya, mereka malah tertawa lebih keras.
"Hentikan... sekali lagi kalian menghinanya, akan kubiarkan kalian menyesal," Aku langsung turun dari mobil ketika melihat adik perempuan ku sudah tidak berada di kursi rodanya.
"Kejam sekali mereka, bukannya membantu malah menertawakan adikku yang tidak berdaya bahkan mengeluarkan hinaan yang menyakitkan," bathinku.
"Lihat saja, aku akan membalas perbuatan mereka semua," bathin seolah ikut merasakan perih.
"Kamu tidak apa-apa dek," Akupun membantunya untuk dia bisa berada di kursi rodanya kembali.
"Ka...kakak...., aku baik kok," ucapnya sambil tetap menunduk tak melihat ke arahku.
Aku tahu dia tak menangis sedikit pun dan selalu berusaha tegar di hadapan ku.
Tapi hatinya berkata lain...
"Maafkan aku dek, seandainya saat itu aku datang lebih cepat, mungkin kamu masih bisa berdiri dan berlari seperti orang lain...
"Aku menyesal sudah meninggalkan mu.
#Flashback on#
Mobil berwarna hitam tiba-tiba saja muncul dengan kecepatan tinggi saat adikku akan menyebrang ke sebrang,
Karena supir dalam keadaan mabuk, adikku tertabrak dan terpental satu kilometer, dan kakinya mengalami benturan keras.
Dokter mengatakan adikku mengalami kelumpuhan karena otot saraf nya mengalami kerusakan parah.
Sejak saat itu tak ada lagi senyuman di wajahnya, bahkan satu persatu temannya hilang entah kemana.
Tak apa... masih ada aku...
Aku yang akan mengurus adikku seumur hidupku.
Selama aku hidup...
Tak akan ada yang bisa menindas mu...
Itu janjiku...
Tersenyumlah Adikku..