Jam waker berbunyi nyaring di kupingku . pertanda
harus bangun.
Tanganku meraih jam itu dan mematikannya.
lalu bergegas membersihkan diri di kamar mandi.
Setelah semua siap aq langsung menuju meja
makan, dimana biasanya bunda menyiapkan
sarapan pagi rutin setiap hari.
" bun hari ini aisya pulang sore ya bun" kataku
karna hari ini ada kegiatan eskul.
" ya, mau ibu siapkan bekal?" tanya bunda.
" boleh bun tapi jangan banyak takut ngak habis"
kataku. sambil sarapan.
" ya tunggu sebentar ya " kata bunda sambil
mengambil wadah kecil dan mengisi makanan
kedalamnya. juga menyiapkan sebotol gembos
air minum.
" ini nak wadahnya jangan lupa di bawa pulang
" pesan bunda.
" ok bun makasih " kataku sambil memasukan
bekal ke dalam tas sekolahku.
..........................
Aq baru saja masuk kekelas ketika semua orang berkerumun .
" ada apa sih itu kok rame?" tanya ku pada tia temanku.sebangku.
" ada murid pindahan sya, sana kenalan gih" kata tia menyuruhku.
Aq hendak melangkah namun bel sekolah keburu
berbunyi tanda masuk kelas.
Dan pelajaran pun dimulai ketika bu lisa masuk
untuk mengajar matematika.pelajaran paling
menyenangkan bagiku.
..........................
Siang ini perutku serasa sidikit mulas, karna dadi pagi banyak makan sambal. aq cepat berlari
menuju toilet untuk buang hajat. setelah selesai
terasa plong dan lega aq pun melangkah hendak keluar namun kudengar seperti ada suara orang
membentak di dalam toilet yang tak jauh dari
tempatku tadi.
Perlahan aq mendekat dan menguping.
" kalo kamu brani lapor yang lain kamu tahu akibatnya" ancam orang itu.
" iya kak saya ngak akan lapor si...siapa siapa" kata
sesorang yang terdengar takut.
" awas macam macam" tahu rasa kamu" kata orang itu.
" ini ka ....u...u...angnya tapi jangan semuanya
ya ka" kata suara seseorang itu merengek
seakan mau menangis.
cret........clek.....pintupun terbuka lebar. terlihat
kakak kelasku ria dan neti anak yang terkenal badung disekolah.
" yuk waktunya makan katanya mereka tertawa senang.
" mhemm........mhem.... kata ku berdehem.
" eh aisya ngapain buang hajat" tegur ka neti
kakak kelasku.
" kalo iya kenapa?" jawabku cuek.
" eh nyolot lho " kata ka ria.
" iya nih ngak bisa dikasih hati." kata neti.
ka ria pun ingin menjambak kerudungku, namun dengan cepat aq memiting tanganya.dan mendorongnya.
'heh brani lho ya" bentaknya.
" wah kita hajar net " kata kak ria memberi perintah ke kak neti.
Mereka berduapun mengeroyokku, namun karna
aq sudah belajar ilmu beladiri dengan cepat kutangkis serangan mereka berdua dengan hasil keduanya terjengkal ke lantai dan membuat baju mereka kotor.
" sialan kamu, kita laporkan ke guru nih, kurang ajar sama kakak kelas.
" oh ya silakan aq juga bisa balik melaporkan
kalian yang sudah memalak anak baru " balasku.
" hei sini keluar teriakku pada orang yang masih sembunyi ditoilet.
" sialan kamu .......kak ria ingin kembali memukul
ku namun aq kembali membuatnya terhuyung kebelakang.
Terlihat seorang keiuar dari toilet, yang tak lain anak karu dikelasku..
" kalian memalaknya kan kembalikan, kalo tidak
aq laporkan kekepala sekolah" gertakku.
kak ria dan kak neti pun langsung takut lalu mengeluarkan uang yang tadi mereka minta
dari anak baru disampingku.
" ini kami kembalikan tapi jangan laporin ya"
pinta kak neti yang mengembalikan uang
yang mereka rampas tadi.
" ok ....dan sekali lagi kakak berdua menganggu
temanku kalian akan tahu akibatnya" kataku
mengacam. " emang kalian saja yang bisa
mengacam" bathin tertawa senang.
" iya.....maaf ....lalu keduanya pun pergi dengan tergesa gesa.
" huh........kata ku menghela nafas kasar.
" namaku aisya namamu siapa " kataku mengulurkan tangan.
" namaku aliya, senang mengenalmu dan trima
kasih sudah menolongku" kata aliya ramah.
" sama sam sekarang kita teman jadi mulai
hari ini tak ada yang boleh menindasmu .kalo
ada yang macam macam kamu bilang saja
padaku" kataku pada aliya.
aliya pun mengangguk. " iya " jawabnya
Ayo kita kekelas kataku mengulurkan tangan
aliyapun meyambut tanganku hangat. lalu
kami berduapun meninggalkan toilet dengan
bergandeng tangan.
Sejak saat itu kami berdua jadi akrab dan menjadi sahabat karib. aliya juga aku ajak belajar ilmu beladiri dimana aq belajar. untuk
bisa menjaga dirinya sendiri dikala terdesak.
Kami sering berlatih bersama sambil belajar
tentang pelajaran sekolah juga.
Sejak itu kakak kelas kami cukup sungkan ber
urusan denganku. karna aq bukan orang yang
bisa dengan mudah untuk di tindas. karna
disekolah kita untuk belajar bukan untuk nampang
siapa yang kuat dan siapa yang berkuasa.
" sya besok kita jadi ketoko bukukan " kata aliya.
" iya tapi ba,da ashar ya biar ngak kesorean.
" ok ...kami pun berpisah ketika pulang kerumah
masing masing.
Siang itu aq dan aliya berjalan pulang ditratoar
jalan sehabis dari toko buku.
namun tampa sengaja kami berdua mendengar
suara seorang ibu minta tolong. dengan cepat
aq dan aliya mendatanginya dan rupanya ibu
sedang tarik tarikan tas.
" hei.....lepasin teriakku pada anak muda yang menarik tas ibu itu.
" eh jangan ikut campur katanya menatapku
tajam.namun aq tak perduli.
diapun menyerangku, namun aq dengan gesit
menghindari serangannya yang juga di bantu
aliya. pria itupun terjatuh ketanah .karna merasa
kalah dia pun akhirnya lari terbirit birit.
" woi......jangan lari ...cemen teriak aliya jengkel.
" he he..he....kekehku tertawa biar aja ya, nanti
juga bakal ketemu lagi " kataku.
" kok bisa " tanya aliya heran.
" diakan preman sekitar sini, jadi hati hati aja
pas jalan sendiri " kataku mengigatkan aliya.
agar slalu berhati hati.
" makasih ya dek, sudah nolongin ibu" kata ibu
yang kami tolong.
" tapi ibu hebat brani melawan" kataku memuji.
" iyalah de karna uang yang ada di tas buat bayar
kuloah anak saya, kalo uangnya hilang kasihan
suami saya yang sudan bekerja keras membiayai sekolahnya" kata ibu itu lirih.
" alhamdulilah ibu berhasil mempertahankan hak ibu. jangan takut bu allah pasti menolong ibu"
kataku menghiburnya.
" makasih nak, ibu pergi dulu ya" kata ibu itu.
" ya bu hati hati " kataku dan aliya kompak.
seraya melihatk ibu. itu menaiki angkutan umum
" makasih juga ya sya" kata aliya ketika kami
kembali berjalan.
" untuk apa" kataku heran.
" untuk semuanya. sejak aq kenal kamu aq jadi
lebih percaya diri .
" oh itu ngak masalah " jawab ku.
" tapi sejak itu aq belajar jadi brani sepertimu sya
bahkan sekarang sudah dak ada orang yang menganggu ku termasuk teman teman di lingkungan rumahku." jawab aliya.
" iya lah setiap orang bisa berubah, dan perubahan
itu dengan usahamu sendiri aq hanya perantaranya
saja." kataku.
" iya sya Allah mengirim mu sebagai perantaranya untuk menolongku" jawab aliya seraya tersenyum.
Kami pun pulang dengan hati bahagia.
ya....sangat bahagia karna kami bisa jadi sahabat
sampai kapan pun.
Tamat
.