Aku disini, hidup diantara sela senja. Malam yang sangat dingin pernah aku lalui, musim yang seilih berganti bersama waktu yang hampa bagai hidup tanpa udara. Setelah mengalami reinkarnasi panjang. Aku hidup kembali di jaman peradaban modern. Namaku adalah Sansekerta, dahulu aku mempunyai kehidupan di kerajaan yang aman dan makmur. Tapi, setelah jaman peperangan tiba dan pemberontakan panjang. Aku di tikam dengan pedang dari arah belakang. Kerajaan runtuh, namun dengan bantuan cenayang yang hidup ribuan tahun. Aku hidup kembali untuk memperbaiki masa lalu.
“San, apakah engkau mau minum segelas air segar ini?” ucap Mika menyodorkan ke arah ku.
Mika mirip dengan sosok sahabat di masa lalu, dia mirip dengan orang yang pernah aku percaya tapi adalah dalang pemberontakan.
“Mika, apakah engkau ingin berbagi dengan ku? Setengah air ini untuk mu dan setengahnya lagi untuk ku” ucap ku sambil menatap tajam ke arahnya.
“San, berani sekali engkau berucap seperti itu. Mika sangat baik untuk membawakan mu segelas minuman. Dasar teman tidak bisa berterimakasih!” ucap Cen dari arah belakang.
Dia melayangkan pukulan ke arah ku, sepertinya dugaan ku tidak salah. Mereka telah mencampurkan sesuatu di dalamnya. Aku menahan tangannya lalu menepis sangat kuat.
“Mulai sekarang tidak ada yang boleh menindas ku” gumam ku pergi berlalu meninggalkan mereka.