Entah ini karena kesalahan apa, Namamu tiba-tiba muncul di barisan daftar orang-orang yang aku panggil “teman” di barisan yang aku pikir begitu privat. Entah, kenapa kemudian nama kamu muncul di sana. Ingatan aku terakhir, dan aku yakin, aku sangat sadar, nama kamu sudah tidak ada di sana. Ya, karena aku sudah menghapusnya atau jika aku boleh meminjam istilah jejaring sosial itu, nama kamu sudah aku “block”
Aku Tidak Membencimu, Hanya Saja Sudah Tidak Ada Hak Bagimu Untuk Peduli Padaku.
Bukan atas nama dendam, bukan, hanya saja, aku tidak ingin kamu tahu kabarku. Aku tidak ingin kamu tahu sebahagia apa aku sekarang. Setelah apa yang kamu lakukan, dan setelah semua rasa sakit yang bertubi-tubi, tidak ada hak lagi untukmu memastikan aku bahagia atau tidak. Dan kalaupun ada porsi kamu untuk itu ku ucapkan ‘Terimakasih’ aku tidak butuh. Silahkan ambil dan bawa pulang sendiri. Bukan kamu, bukan kamu yang aku butuhkan. melainkan orang yang membuat ku lupa tentang kamu.