Orang-orang sekampus bahkan ibu warung tempat kita biasa makan siang dulu pun tahu kalau kamu adalah gadisku, pacarku, Alesha. Tapi mengapa kamu tidak bisa bersabar sedikit lagi sampai hari kita mengikrarkan janji setia sehidup semati dan malah menerima dia yang jadi suamimu?
"Sampai kapan pun, kau selalu di hatiku, Fernando. Maafkan aku. Kumohon, maafkan aku. Aku tidak punya pilihan lain. Hubungan kita cukup sampai di sini. Terima kasih untuk waktu dan kasih sayang yang telah kau limpahkan untukku selama ini." Demikian pesan singkat terakhir yang dikirimkan Alesha untukku. Belum sempat kutanyakan maksudnya, Alesha sudah memblokir nomorku.
Ah, Alesha ... sandiwarakah selama ini? Gadisku begitu saja meluluhlantakkan hatiku, menghancurkan harapanku tanpa alasan yang jelas. Aku diputuskan tanpa kutahu kesalahan apa yang telah kubuat disaat aku sedang memperjuangkan masa depan kami.
"Fernando, minggu depan bisa pulang, tidak?" Tanya papa beberapa hari yang lalu.
"Akan kuusahakan, ada acara apa, pa?"
"Ada deh ..." Sahut papa dengan nada suara bahagia.
"Senang banget nih kayaknya, ada kabar gembira apa nih? Aku punya calon mama baru ya?" Tebak aku. Ya, papaku adalah seorang duda. Aku selalu mendorong papa untuk punya teman hidup pengganti mama yang meninggal tahun lalu. Aku paham, di masa tuanya papaku perlu teman berbagi, setidaknya aku merasa tenang disaat aku jauh darinya ada yang mengurus papaku.
"Iya."
"Siapa, pa?"
"Ada deh, sepertinya kamu kenal tuh sama calon papa."
"Siapa, ya?"
"Ah, pokoknya kamu pulang deh. Datang memberi restu untuk papa ya, nak."
"Pasti, pa," janjiku.
Aku semangat mempersiapkan kepulanganku menghadiri acara spesial papa, sekalian mau bikin kejutan buat Alesha. Niatku bulat, untuk segera menikahinya walaupun dia sudah memutuskan hubungan kami secara sepihak.
Hatiku berdebar, saat rombongan kami tiba di depan rumah yang tidak asing lagi bagiku. Rumah keluarga Alesha. Ah, apa menikah dengan salah satu tante Alesha? Pikirku.
Papa berhadapan dengan ayah Alesha, mereka tampaknya seusia, namun ... siapa yang mau dinikahkan dengan papa? Apa Alesha punya kakak tiri? Karena setahuku Alesha hanya 2 bersaudara, dan adiknya laki-laki.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Arvindo bin Hartono dengan anak saya yang bernama Alesha Ruby binti Adicandra dengan maskawinnya berupa kelengkapan sholat dan emas murni 100 gram, tunai." Apa? Harusnya nama Fernando bin Arvindo Hartono yang disebutkan, harusnya ... Arvindo yang mengantar Fernando menikah bukan sebaliknya begini. Tanpa mendengar ucapan kabul papa-nya, apalagi menunggu mama baru-nya bersanding dengan papa, Fernando memilih keluar dari rumah itu.
Sungguh tidak menyangka, Fernando ditikung papanya sendiri dan kini ia sudah tidak perlu meminta alasan Alesha memutuskannya, sebab ternyata Alesha lebih memilih Arvindo, yang semula adalag calon mertuanya menjadi suami, ketimbang Fernando.
"Aleshaaaa ... aku paling benci kamuuuuu!" Teriak Fernando melepaskan kesesakan dan sakit hatinya tanpa peduli beberapa pasang mata yang menatapnya prihatin. Ah, Fernando memang memprihatikan, pacarnya kini telah jadi mama tiri.
Tanpa memberikan restu apalagi mengucapkan selamat berbahagia pada pasangan beda usia yang baru menikah, hari itu juga Fernando kembali ke kota tempatnya bekerja.